<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1377" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1377</id>
  <updated>2026-04-23T11:25:41Z</updated>
  <dc:date>2026-04-23T11:25:41Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Efisiensi Produksi Dan Pendapatan Usahatani Ubi Kayu (Manihot Utilissima) (Studi Kasus Di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1387" />
    <author>
      <name>Wellan, Redemptus Burak</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1387</id>
    <updated>2022-10-27T05:53:54Z</updated>
    <published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Efisiensi Produksi Dan Pendapatan Usahatani Ubi Kayu (Manihot Utilissima) (Studi Kasus Di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang)
Authors: Wellan, Redemptus Burak
Abstract: Guna menjawab rumusan masalah yang mengatakan bagaimana efisiensi&#xD;
produksi usahatani ubi kayu di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing&#xD;
Wetan, Kabupaten Malang? dan Apakah usahatani Ubi kayu di desa Argotirto,&#xD;
Kecamatan Subermanjing Wetan, Kabupaten Malang telah menguntungkan?&#xD;
Dapat dijelaskan seperti di bawah ini:&#xD;
A. Berdasarkan analisis efisiensi&#xD;
a. Efisiensi Teknis, yang menunjukkan bahwa koefisien regresi dari luas&#xD;
lahan -780,219, Jumlah bibit 0,836, pupuk buatan atau kimia 0,168,&#xD;
pupuk kandang 1,601,dan tenaga kerja -127,950. Berdasarkan analisis&#xD;
tersebut, luas lahan dan tenaga kerja tidak efisien. Sedangkan jumlah&#xD;
bibit, pupuk buatan atau kimia, dan tenaga kerja belum efisien.&#xD;
b. Efisien Harga, yang menunjukkan nilai NPMx / Px faktor produksi&#xD;
dan luas lahan - 41.161,03 dan tenaga kerja - 217,97 tidak efisien&#xD;
karena rasio kurang dari satu (&lt;1). Sedangkan jumlah benih, pupuk&#xD;
buatan atau kimia, serta pupuk kandang belum efisien karena rasio&#xD;
lebih besar dari satu (&gt;1).&#xD;
c. Efisien Ekonimi, secara ekonomis faktor produksi luas lahan -&#xD;
32.114.617,66, dan tenaga kerja -27.889,26 tidak efisien. Sedangkan&#xD;
jumlah bibit 3,17, pupuk buatan atau kimia 2,40,dan pupuk kandang&#xD;
151,98, belum efisien.&#xD;
B. Analisis biaya dan pendapatan.&#xD;
Berdasarkan analisis biaya dan pertanian ubi kayu pendapatan, ubi kayu&#xD;
menunjukkan bahwa pertanian di desa Argotirto sudah menguntungkan&#xD;
karena rasio R/C lebih besar dari satu (&gt;1) yaitu 1,19. di mana total&#xD;
pendapatan (TR) sebesar Rp 44.974.275,- dan biaya tolal (TC) sebesar Rp&#xD;
37.872.543,21. Dengan demikian, penerimaan usahatani ubikayu lebih&#xD;
besar dari biaya produksi.</summary>
    <dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Pola Konsumsi Rumah Tangga Terhadap Pangan Berbahan Baku Umbi-Umbian Di Dusun Genderan, Desa Sukodadi, Kabupaten Malang</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1386" />
    <author>
      <name>Maku, Nikolaus Wangga</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1386</id>
    <updated>2022-10-27T02:55:57Z</updated>
    <published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Pola Konsumsi Rumah Tangga Terhadap Pangan Berbahan Baku Umbi-Umbian Di Dusun Genderan, Desa Sukodadi, Kabupaten Malang
Authors: Maku, Nikolaus Wangga
Abstract: Pola konsumsi dan besar konsumsi suatu rumah tangga dapat disebabkan oleh&#xD;
pendidikan yang dimiliki seseorang. Kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi&#xD;
masa depan keluarga akan mengakibatkan konsumsi non makanan semakin&#xD;
meningkat. Ia menambahkanm bahwa tingkat kesadaran akan pentingnya pendidikan&#xD;
akan membuat rumah tangga tersebut mengalokasikan pendapatannya untuk&#xD;
pendidikan dan menghemat pos pengeluaran lain.&#xD;
Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Pendapatan rumah tangga&#xD;
yang mana akan memberikan dampak terhadap jumlah konsumsi bahan pangan&#xD;
berbahan baku umbi-umbian dilihat dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa&#xD;
pendapatan rata-rata keluarga di Dusun genderan sebesar Rp. 1.029.630 yang&#xD;
memberikan nilai koefisien regresi berganda pendapatan yang dihasilkan sebesar&#xD;
0,537 menyatakan bahwa secara parsial (sendiri-sendiri) pendapatan yang dihasilkan&#xD;
berpengaruh terhadap jumlah konsumsi bahan pangan berbahan baku umbi-umbian,&#xD;
(2) Harga bahan pangan berbahan umbi-umbian meberikan pengaruh berpengaruh&#xD;
terhadap jumlah konsumsi bahan pangan berbahan baku umbi-umbian dengan nilai&#xD;
koefisien regresi berganda harga bahan pangan umbi-umbian sebesar 0,288. (3)&#xD;
Harga bahan pangan beras memberikan pengaruh berpengaruh terhadap jumlah&#xD;
konsumsi bahan pangan berbahan baku umbi-umbian dengan nilai koefisien regresi&#xD;
berganda harga bahan pangan beras sebesar – 0,211 (4) Jumlah anggota keluarga&#xD;
memberikan pengaruh berpengaruh terhadap jumlah konsumsi bahan pangan&#xD;
berbahan baku umbi-umbian dengan nilai koefisien regresi berganda jumlah anggota&#xD;
rumah tangga sebesar 0,625, (5) Pendidikan ibu rumah tangga memberikan pengaruh&#xD;
berpengaruh terhadap jumlah konsumsi bahan pangan berbahan baku umbi-umbian&#xD;
dengan nilai koefisien regresi berganda pendidikan ibu rumah tangga sebesar – 0,188,&#xD;
dan (6) Usia memberikan pengaruh berpengaruh terhadap jumlah konsumsi bahan&#xD;
pangan berbahan baku umbi-umbian dengan nilai koefisien regresi berganda usia&#xD;
sebesar 0,131.</summary>
    <dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

