<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1439" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1439</id>
  <updated>2026-04-25T21:56:12Z</updated>
  <dc:date>2026-04-25T21:56:12Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Pengaruh Variasi Jet Main Terhadap Daya Motor Pada Sepeda Motor Honda Supra Fit Tahun 2004</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1518" />
    <author>
      <name>Lamawuran, Yeremias B,</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1518</id>
    <updated>2022-11-09T08:03:08Z</updated>
    <published>2013-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Variasi Jet Main Terhadap Daya Motor Pada Sepeda Motor Honda Supra Fit Tahun 2004
Authors: Lamawuran, Yeremias B,
Abstract: bakar, dimana daya sebuah sepeda motor sangat dipengaruhi oleh jet main.&#xD;
Komponen ini harus bisa mensuplai bahan bakar yang masuk ke dalam karburator&#xD;
untuk diteruskan ke ruang bakar dengan perbandingan yang tepat sesuai dengan&#xD;
kebutuhan ruang bakar.&#xD;
Dalam penelitian ini motor yang dipakai adalah motor bensin empat langkah&#xD;
satu silinder berpendingin udara, yaitu sepeda motor Honda Supra Fit Tahun 2004.&#xD;
Bahan bakar yang digunakan adalah bensin premium (oktan 87), dengan merubah&#xD;
diameter jet main pada karburator yang divariasikan dari diameter 0,70 mm (standar);&#xD;
0,72 mm; 0,75 mm; dan 0,78 mm. Pengujian dilakukan dengan Dynatest, merek&#xD;
Hofmann, model Dynatest Bike, tahun 2008, tegangan 400 V AC, buatan Jerman.&#xD;
Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa kinerja optimal diperoleh&#xD;
dengan menggunakan jet main ukuran 0,70 mm (standar) dengan putaran mesin&#xD;
maksimal mencapai 3950 Rpm, daya 9,17 HP, dan kecepatan 88 km/h.</summary>
    <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Unjuk Kerja Turbin Air Jenis Pelton Berdasarkan Variasi Bukaan Katup Dengan Peningkatan Kapasitas Aliran Dan Head Pompa</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1517" />
    <author>
      <name>Viegas, Olivio</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1517</id>
    <updated>2022-11-09T07:58:25Z</updated>
    <published>2013-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Unjuk Kerja Turbin Air Jenis Pelton Berdasarkan Variasi Bukaan Katup Dengan Peningkatan Kapasitas Aliran Dan Head Pompa
Authors: Viegas, Olivio
Abstract: Pemanfaatan sumber daya alam seperti air merupakan salah satu langkah&#xD;
untuk mencukupi kebutuan akan energi listrik yang semakin meningkat pada&#xD;
bekembangan zaman saat ini. Air merupakan sumber energi yang mudah sekali&#xD;
mendapatkannya dan memiliki energi potensial.&#xD;
Energi potensial air dapat dikonversi ke energi listrik dengan menggunakan&#xD;
Turbin Air, dimana energi potensial air diubah ke energi kinetis (kecepatan)&#xD;
kemudian energi kinetis diubah ke energi mekanik (putaran) dari energi mekanik&#xD;
ini akan dikonversi ke energi listrik melalui sebuah generator.&#xD;
Turbin air jenis Pelton merupakan salah satu turbin yang dapat&#xD;
meningkatkan kecepatan karena turbin ini dapat menghasilkan putaran yang tinggi&#xD;
beroperasi pada head yang tinggi dan kapasitas yang kecil.&#xD;
Penelitian ini ditekankan pada unjuk kerja dari turbin air jenis pelton yaitu&#xD;
seberapa besar daya dan efisiensi turbin maksimum yang dapat dihasilkan turbin&#xD;
air tersebut berdasarkan variasi bukaan katup dengan peningkatan kapasitas aliran&#xD;
dan head pompa.&#xD;
Pengujian turbin air jenis pelton berdasarkan variasi bukaan katup dengan&#xD;
peningkatan kapasitas aliran dan head pompa ini mendapat daya maksimum&#xD;
mencapai 8,873 watt dan efisiensi turbin mencapai 58,24 % pada bukaan katup&#xD;
nosel 720o&#xD;
. Dari pengujian ini menunjukkan bahwa turbin air tersebut mempunyai&#xD;
unjuk kerja yang belum memuaskan karena dilihat dari daya listrik yang&#xD;
dihasilkan oleh generator listrik yang kecil, sehinggan diperlukan penelitian yang&#xD;
lebih lanjut supaya mendapatkan daya output dan efisiensi yang lebih besar.</summary>
    <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kajian Eksperimental Efisiensi Pompa Sentrifugal Tipe Shimizu 125 Watt Dihubung Secara Seri Dan Paralel Dengan Variasi Debit Aliran</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1513" />
    <author>
      <name>Pinto, Leonardo</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1513</id>
    <updated>2022-11-09T07:47:12Z</updated>
    <published>2013-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Kajian Eksperimental Efisiensi Pompa Sentrifugal Tipe Shimizu 125 Watt Dihubung Secara Seri Dan Paralel Dengan Variasi Debit Aliran
Authors: Pinto, Leonardo
Abstract: Pompa yang mana pada sistem kerjanya mengubah energi listrik kemudian&#xD;
dikonversi menjadi energi mekanis (energi gerak) dikonversi lagi menjadi energi&#xD;
kinetis (kecepatan) dirubah menjadi energi potensial (tekanan), kenaikan tekanan&#xD;
cairan tersebut digunakan untuk mengatasi hambatan-hambatan pengaliran.&#xD;
Hambatan-hambatan pengaliran itu dapat berupa perbedaan tekanan, perbedaan&#xD;
ketinggian, dan hambatan gesek.salah satu jenis pompa yang banyak dipakai&#xD;
untuk kebutuhan industri adalah pompa sentrifugal dan pompa merupakan suatu&#xD;
alat yang digunakan untuk mempermudah kerja manusia terutama untuk&#xD;
memompa benda yang berupa fluida cair yang kental maupun yang encer.&#xD;
Dengan penelitian dan uji coba yang dilakukan pada pompa sentrifugal tipe&#xD;
shimizu 125 watt berada dikampus Universitas katolik Widya Karya Malang&#xD;
efisiensi tertinggi terdapat pada pompa rangkaian seri yaitu sebesar 16,80 % pada&#xD;
Hm 28,21 mH2O, Q sebesar 0,00026 m3&#xD;
/s, dan pada bukaan katup 230&#xD;
.</summary>
    <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Komposisi Dan Ukuran Serat Pada Desain Pelat Komposit Sabut Kelapa Dengan Matriks Polymer (Lem Kayu)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1510" />
    <author>
      <name>Mada, Agusto Karinus Yosep</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1510</id>
    <updated>2022-11-09T07:36:05Z</updated>
    <published>2013-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Komposisi Dan Ukuran Serat Pada Desain Pelat Komposit Sabut Kelapa Dengan Matriks Polymer (Lem Kayu)
Authors: Mada, Agusto Karinus Yosep
Abstract: Pengaruh komposisi dan ukuran serat pada desain plat komposit serabut&#xD;
kelapa dengan matriks polimer (lem kayu), Agusto Karinus Yosep Mada.&#xD;
Pembimbing I : Ir. D.J.Djoko.H.S..M.PHIL.P.HD dan pembimbing II : N.Tugur&#xD;
Redationo,ST.,MT&#xD;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara lem&#xD;
dan sabut kelapa yang menghasilkan kekuatan yang paling baik. Metode yang&#xD;
digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan/experimental sungguhan. Data&#xD;
yang diperlukan dianalisis dengan membandingkan kekuatan tekan dari masingmasing sabut kelapa terhadap komposisi dan pengaruh ukuran serat. Data&#xD;
dianalisis dari grafik kekuatan tekan, serta perbandingan masing-masing sampel&#xD;
terhadap kekuatan tekan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas&#xD;
2 bagian yaitu variabel bebas dan terikat. Variabel bebas yaitu perbandingan&#xD;
komposisi dan ukuran serat sabut kelapa, sedangkan variabel terikat yaitu&#xD;
kekuatan tekan.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan komposisi ukuran&#xD;
halus sabut kelapa 1 gram : 30 gram mencapai nilai rerata tertinggi 105 kgf&#xD;
dibandingkan dengan nilai rerata komposisi ukuran halus dari sabut kelapa 1&#xD;
gram : 15 gram mencapai rerata terendah 87 kgf&#xD;
. Hal ini mengindikasikan bahwa&#xD;
pengujian densitas terlihat semakin turun, maka pengaruh perbedaan komposisi&#xD;
sabut kelapa dengan perekat sangat mempengaruhi terhadap berat jenis.&#xD;
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Komposisi&#xD;
perbandingan 1 gram : 30 gram menghasilkan kekuatan yang lebih tinggi, maka&#xD;
semakin bany</summary>
    <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

