<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1891" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1891</id>
  <updated>2026-04-25T09:42:43Z</updated>
  <dc:date>2026-04-25T09:42:43Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Analisis Karakteristik Fisikokimia Dan Sensori Dari Perbandingan Lama Perebusan Kedelai (Glycine Max L.) Kupas Kering Menggunakan Autoclave</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2024" />
    <author>
      <name>Suryanto, Kristoforus Julian</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2024</id>
    <updated>2023-11-14T06:04:35Z</updated>
    <published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Karakteristik Fisikokimia Dan Sensori Dari Perbandingan Lama Perebusan Kedelai (Glycine Max L.) Kupas Kering Menggunakan Autoclave
Authors: Suryanto, Kristoforus Julian
Abstract: Pengembangan proses produksi suatu bahan pangan perlu diterapkan agar&#xD;
memperoleh hasil yang maksimal. Salah satu upaya yang perlu diterapkan adalah&#xD;
proses pengolahan kedelai. Metode pengolahan secara konvensional sampai saat&#xD;
ini masih menerapkan cara tradisional. Hal ini mengakibatkan tenaga dan waktu&#xD;
terlalu banyak yang dibutuhkan. Biaya produksi yang keluar terlalu banyak.&#xD;
Proses produksi hanya dapat dilakukan oleh industri skala kecil. Maka dari itu,&#xD;
strategi yang dilakukan untuk membuat proses produksi menjadi lebih efisien,&#xD;
efektif, dan hemat, perlu diterapkan metode modern dengan teknik pengupasan&#xD;
biji kedelai kupas kering dan perebusan menggunakan autoclave.&#xD;
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perebusan kedelai&#xD;
kupas kering menggunakan autoclave terhadap sifat kimia (protein terlarut), sifat&#xD;
fisik (daya serap air dan tekstur), dan sensori (warna dan tekstur). Penelitian ini&#xD;
menggunakan Rancangan Non Faktorial yang disusun oleh RAL.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik untuk karakteristik&#xD;
fisikokimia, yaitu K1 dengan perebusan selama 10 menit, yaitu kadar protein&#xD;
terlarut sebesar 4.4143%, daya serap air sebesar 99.3140%, dan tekstur sebesar&#xD;
0,424 Kg. Sedangkan, uji sensori pada warna yang terbaik pada perlakuan K1 (10&#xD;
menit) sebesar 1,20 dan tekstur pada perlakuan K3 sebesar 1,13 (30 menit).</summary>
    <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Konsentrasi Gula Dan Suhu Pengeringan Manisan Kering Jambu Kristal (Psidium Guajava) Terhadap Sifat Fisikokimia Dan Sensori</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2005" />
    <author>
      <name>Deo, Elisabet Lusitania Sea</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2005</id>
    <updated>2023-09-11T04:21:58Z</updated>
    <published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Konsentrasi Gula Dan Suhu Pengeringan Manisan Kering Jambu Kristal (Psidium Guajava) Terhadap Sifat Fisikokimia Dan Sensori
Authors: Deo, Elisabet Lusitania Sea
Abstract: Jambu Kristal (Psidium guajava Linn) memiliki daging buah&#xD;
berwarna putih dan kulit buah berwarna hijau serta memiliki rasa manis.&#xD;
Buah jambu kristal kaya akan zat gizi, jambu kristal dapat dikategorikan&#xD;
sebagai buah yang mudah rusak (persibel) sehingga jika penanganan&#xD;
jambu kristal tidak baik maka dapat memperpendek umur simpan jambu&#xD;
kristal. Manisan buah merupakan produk olahan buah-buahan yang&#xD;
diawetkan menggunakan gula yang kadarnya tinggi yang bertujuan&#xD;
memberikan rasa manis dan untuk mencegah pertumbuhan mikroba.&#xD;
Manisan buah terbagi dalam dua olahan yaitu manisan buah kering dan&#xD;
manisan buah basah.&#xD;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya&#xD;
pengaruh konsentrasi gula terhadap sifat fisik, kimia serta sensori,&#xD;
mengetahui adanya pengaruh suhu pengeringan terhadap sifat fisik, kimia&#xD;
serta sensori dan mengetahui adanya interaksi konsentrasi gula dan suhu&#xD;
pengeringan terhadap sifat fisik, kimia serta sensori manisan kering jambu&#xD;
kristal. Penelitian ini disusun secara Rancangan Acak Kelompok (RAK)&#xD;
yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu konsentrasi gula dan suhu pengeringan&#xD;
V1T1 (30%: 60ºC), V1T2 (30% : 70ºC), V1T3 (30% : 80ºC), V2T1 (40% :&#xD;
60ºC), V2T2 (40% : 70ºC), V2T3 (40% : 80ºC), V3T1 (50% : 60ºC),&#xD;
V3T2 (50% : 70ºC), V3T3 (50% : 80ºC).&#xD;
Hasil analisis Perlakuan penambahan gula 50% dan suhu&#xD;
pengeringan 60ºC memiliki kadar air 35,9178%, kadar gula reduksi&#xD;
47,9133%, vitamin C 2,221700%, tekstur 0,6467 N/nm2&#xD;
. Hasil&#xD;
organoleptik untuk kesukaan panelis yaitu rasa manisan kering 7,91%,&#xD;
aroma manisan kering 6,87% dan tekstur 4,21%.</summary>
    <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Lama Perebusan Kedelai Menggunakan Autoclave Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia, Dan Sensori Tempe Kedelai (Glycine Max L.)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2001" />
    <author>
      <name>Saputra, Ricky Dwi</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2001</id>
    <updated>2023-09-11T04:02:32Z</updated>
    <published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Lama Perebusan Kedelai Menggunakan Autoclave Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia, Dan Sensori Tempe Kedelai (Glycine Max L.)
Authors: Saputra, Ricky Dwi
Abstract: Kedelai adalah bahan pangan sumber protein nabati utama bagi masyarakat,&#xD;
khususnya Indonesia. Karena kandungan gizi kedelai mengandung 18% minyak,&#xD;
35% karbohidrat, dan 5% mineral yang dibutuhkan tubuh manusia, maka produk&#xD;
kedelai merupakan sumber protein yang baik bagi manusia.Tempe merupakan&#xD;
salah satu makanan fermentasi yang sangat mudah ditemukan diseluruh wilayah&#xD;
Indonesia. Pada umunya temper terbuat dari kedelai yang difermentasi dengan&#xD;
menggunakan Rhizopus oligosporus. Selama proses fermentasi, kedelai akan&#xD;
mengalami perubahan baik fisik maupun kimianya. Proses pembuatan tempe&#xD;
terdiri atas 5 tahapan yaitu perendaman, perebusan, inokulasi dengan mikroba,&#xD;
pengemasan dan inkubasi pada suhu ruang. Autoclave merupakan alat pemanas&#xD;
tertutup yang menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi. Tujuan dari&#xD;
penelitian ini adalah mencari tahu perbandingan yang signifikan antara proses&#xD;
pengolahn tempe kedelai dengan cara tradisional atau dengan cara modern.&#xD;
Sehingga dihasilkan tempe kedelai dengan sifat fisik, kimia, dan sensori yang&#xD;
lebih baik.&#xD;
Metode penelitian yang digunakan rancangan Non Faktorial yang disusun&#xD;
secara RAL (Rancangan Acak Lengka) yang terdiri dari 1 faktor, yaitu&#xD;
perbandingan lama waktu perebusan biji kedelai kupas kering (T) dengan 3 taraf&#xD;
yaitu T10 (10 menit), T20 (20 menit), T30 (30 menit). Setiap perlakuan dilakukan&#xD;
5 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukan perlakuan lama perebusan&#xD;
kedelai menggunakan autoclaveberpengaruh nyata terhadap daya serap air, kadar&#xD;
air, dan kandungan protein terlarut pada tempe kedelai. Hasil penelitian yang&#xD;
terbaik ada pada perlakuan perebusan kedelai dengan waktu 10 menit&#xD;
menghasilkan nilai daya serap air 21,5%, kadar air 46,51% memenuhi syarat SNI&#xD;
maksimal 65%, dan protein terlarut 10,389%.</summary>
    <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

