<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2133" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2133</id>
  <updated>2026-04-25T09:43:48Z</updated>
  <dc:date>2026-04-25T09:43:48Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Pengaruh Variasi Komposisi Serat Terhadap Flowbility Dan Extrudability Mortar Komposit Serat Rumput Payung (Syperus Alterfollius) Untuk Aplikasi Beton Cetak 3 Dimensi</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2319" />
    <author>
      <name>Dustin, Joanito Nathaniel</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2319</id>
    <updated>2025-08-19T04:38:13Z</updated>
    <published>2025-01-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Variasi Komposisi Serat Terhadap Flowbility Dan Extrudability Mortar Komposit Serat Rumput Payung (Syperus Alterfollius) Untuk Aplikasi Beton Cetak 3 Dimensi
Authors: Dustin, Joanito Nathaniel
Abstract: Kemajuan teknologi dalam bidang material, terutama dalam konteks konstruksi, telah memunculkan inovasi seperti 3 Dimension Concrete Printing (3DCP). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh variasi komposisi serat rumput payung (Cyperus alternifolius) terhadap sifat flowability, extrudability dan kuat tekan mortar komposit yang digunakan dalam aplikasi 3DCP. Mortar yang dihasilkan diharapkan memiliki karakteristik yang optimal untuk mendukung proses pencetakan mortar. Metodologi yang digunakan meliputi pembuatan variasi komposisi mortar dengan penambahan serat rumput payung, diikuti dengan pengujian flowability menggunakan metode Flow Table Test, pengujian extrudability menggunakan extrude test dan pengujian buildability menggunakan kuat tekan. Penambahan serat alam tidak hanya meningkatkan performa mekanis, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan ramah lingkungan dan menjadi inovasi yang berkelanjutan dalam industri konstruksi serta mendorong teknologi cetak mortar yang lebih ramah lingkungan, Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan material inovatif yang dapat diterapkan dalam industri konstruksi modern, serta mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari penggunaan bahan sintetis. Pada penelitian ini variasi serat rumput payung yang digunakan adalah 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7% yang akan dicampurkan dalam mortar benda uji berukuan 5x5x5cm dan tambahkan. Komposisi mortar adalah semen sika keramik dan air. Hasil dari uji flow table test menunjukan mortar dengan komposisi serat 0% kondisinya terlihat cair dan mudah menyebar. Sedangkan semakin meningkat nilai komposisi serat bentuk mortar tidak terlalu menyebar. Nilai maksimum untuk Flow Table Test didapatkan 64,7% pada variasi 0%. sedangkan nilai minimum Flow Table Test sebesar 35,9% terdapat pada variasi komposisi serat 6,5%. Hal ini disebabkan karena telah adanya serat yang menjaga atau mempertahanakan bentuk dari mortar sehingga ak melebar. Penurunan tren Flow Table Test seiring dengan bertambahnya varisi komposisi serat menunjukan bahwa serat berpengaruh dalam peningkatan atau penurunan nilai flowability. Hasil dari Extrude test menunjukkan perbedaan bentuk yang disebabkan oleh pengaruh serat. Semakin meningkat nilai komposisi serat bentuk mortar tidak terlalu melebar. Nilai maksimum rasio bh adalah 6 pada variasi komposisi serat 0%, sedangkan nilai minimum rasio bih adalah 2, 1 pada variasi komposisi scrat 6.5%. Penurunan tren rasio bh seiring dengan bertambahnya varisi komposisi serat menunjukan bahwa serat berpengaruh dalam peningkatan atau penurunan nilai extrudability.</summary>
    <dc:date>2025-01-23T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Variasi Komposisi Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Terhadap Flowbility Dan Kuat Tekan Beton Cetak 3 Dimensi (3Dpc) Dengan Kadar Superplasticizer 0,15%</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2318" />
    <author>
      <name>Nebo, Fridolin N. P.</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2318</id>
    <updated>2025-08-19T04:28:52Z</updated>
    <published>2025-07-08T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Variasi Komposisi Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Terhadap Flowbility Dan Kuat Tekan Beton Cetak 3 Dimensi (3Dpc) Dengan Kadar Superplasticizer 0,15%
Authors: Nebo, Fridolin N. P.
Abstract: Teknologi beton 3 Dimensi atau 3 Dimension Printable Concrete (3DPC) adalah teknologi additive manufacturing dengan beton yang dibentuk lapis demi lapis yang di kontrol melalui komputer tanpa menggunakan bekisting. Seiring berkembangnya inovasi ini, pemanfaatan material alami sebagai bahan tambahan dalam campuran beton, khususnya serat tumbuhan yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. menjadi fokus penelitian terkini. Salah satu aspek penting dalam pengembangan campuran beton untuk teknologi 3DPC adalah pengujian flowability, yang berperan dalam menjaga mutu dan kestabilan material selama proses pencetakan. Penambahan serat rumput payung meningkatkan nilai kuat tekan beton. Semakin tinggi kadar serat yang ditambahkan, umumnya, semakin besar pula peningkatan kuat tekan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi serat rumput payung (Cyperus alternifolius) dengan variasi komposisi seratnya 0%, 0.1%, 0.3%, 0.5% terhadap sifat flowability dan kuat tekan beton cetak tiga dimensi dengan kadar superplasticizer (SP) sebesar 0,15%, Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar serat dalam campuran, kemampuan alir (flowability) beton menurun. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya hambatan internal dan sifat hidrofilik serat yang menyerap air, sehingga mengurangi jumlah air bebas dalam campuran. Pada sisi lain, nilai kuat tekan mengalami peningkatan pada kadar serat 0,1%, yang menunjukkan efektivitas serat dalam memperkuat struktur mikro beton dan menahan perambatan retak. Namun, peningkatan kadar serat hingga 0,3% dan 0,5% justru menyebabkan penurunan kuat tekan. Hal ini disebabkan oleh kandungan lignin yang bersifat hidrofobik dan menghambat ikatan antara serat dan matriks semen. Dengan demikian, penambahan serat perlu dikontrol secara tepat untuk menjaga keseimbangan antara kemampuan alir dan kekuatan mekanis beton 3DPC.</summary>
    <dc:date>2025-07-08T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Perencanaan Simpang Bersinyal Dengan 3 Dan 4 Fase Untuk Perempatan Di Malang (Studi Kasus: Persimpangan Jalan Retawu – Bondowoso – Gede – Simpang Wilis)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2252" />
    <author>
      <name>Suri, Yulius Stanislaus</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2252</id>
    <updated>2025-08-14T04:10:09Z</updated>
    <published>2025-01-30T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Perencanaan Simpang Bersinyal Dengan 3 Dan 4 Fase Untuk Perempatan Di Malang (Studi Kasus: Persimpangan Jalan Retawu – Bondowoso – Gede – Simpang Wilis)
Authors: Suri, Yulius Stanislaus
Abstract: Pengguna jalan semakin meningkat pasti akan menimbulkan kemacetan yang&#xD;
menyebabkan permasalahan pada transportasi di kota Malang. Hal ini sering kali&#xD;
ditemui di persimpangan jalan di kota-kota besar pada umumnya, seperti salah&#xD;
satunya kota Malang. Salah satu persimpangan jalan di kota Malang yang sering&#xD;
terjadi masalah kemacetan transportasi yaitu persimpangan jalan RetawuBondowoso-Gede-Simpang Wilis.&#xD;
Ketidakteratuan lalu lintas menyebabkan kemacetan lalu lintas. Pada persimpangan&#xD;
Wilis belum terdapat lampu lalu lintas. Oleh karena itu diperlukan solusi untuk&#xD;
menyelesaikan masalah kemacetan. Berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia&#xD;
(MKJI) 1997, perencanaan simpang bersinyal dapat ditawarkan sebagai salah satu&#xD;
solusi untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas.&#xD;
Hasil perencanaan kinerja simpang bersinyal dua fase yang telah dilakukan oleh&#xD;
Anastasia Narisca Leoni pada 2023 dengan nilai derajat kejenuhan tetapi belum&#xD;
memenuhi ketentuan waktu siklus yang dianjurkan. Maka dari perencanaan dua&#xD;
fase, perencanaan berikut yaitu tiga dan empat fase.&#xD;
Hasil perencanaan simpang bersinyal dengan tiga dan empat fase persimpangan&#xD;
pada Jalan Retawu – Jalan Bondowoso - Jalan Gede – Simpang Wilis Malang&#xD;
sebagai berikut: skema 3 fase (skenario 1): waktu siklus = 225 dtk, dengan fase 1 =&#xD;
68 dtk waktu hijau, fase 2 = 93 dtk waktu hijau dan fase 3 = 52 dtk waktu hijau,&#xD;
skema 3 fase (skenario 2): waktu siklus = 109 dtk, fase 1 = 39 dtk waktu hijau, fase&#xD;
2 = 37 dtk waktu hijau dan fase 3 = 21 dtk waktu hijau dan skema 4 fase: waktu&#xD;
siklus = 103 dtk, fase 1 = 41 dtk waktu hijau, fase 2 = 55 dtk waktu hijau, fase 3 =&#xD;
36 dtk waktu hijau dan fase 4 = 46 waktu hijau. Derajat Kejenuhan (DS) eksisting&#xD;
= 1,1 dengan perencanaan simpang bersinyal 3 dan 4 fase, maka didapatkan skema&#xD;
3 fase (skenario 1) = 0,95 (Tingkat Pelayanan = E), skema 3 fase (skenario 2) =&#xD;
0,91(Tingkat Pelayanan = E) dan 4 fase = 0,49 (Tingkat Pelayanan = C)</summary>
    <dc:date>2025-01-30T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Perencanaan Struktur Penahan Tanah Dengan Tipe Gravity Wall (Studi Kasus: Kawasan Hunian Di Lereng)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2251" />
    <author>
      <name>Suryani, Yohana Winny Adelia</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2251</id>
    <updated>2025-08-14T04:01:44Z</updated>
    <published>2025-07-09T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Perencanaan Struktur Penahan Tanah Dengan Tipe Gravity Wall (Studi Kasus: Kawasan Hunian Di Lereng)
Authors: Suryani, Yohana Winny Adelia
Abstract: Pembangunan kawasan hunian pada lahan miring sering menghadapi risiko&#xD;
ketidakstabilan lereng yang dapat memicu longsor. Salah satu solusi untuk mengatasi&#xD;
hal tersebut adalah penerapan struktur penahan tanah tipe gravity wall. Penelitian ini&#xD;
bertujuan merencanakan dan menganalisis struktur gravity wall untuk mendukung&#xD;
kestabilan lereng pada kawasan hunian, dengan mempertimbangkan stabilitas terhadap&#xD;
guling, geser, dan daya dukung tanah. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan&#xD;
data tanah dan kondisi eksisting, perhitungan tekanan tanah lateral dengan pendekatan&#xD;
teori Rankine, serta analisis stabilitas dengan kriteria faktor keamanan sesuai SNI&#xD;
8460:2017. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pada tinggi dinding 11 m dengan&#xD;
lebar dasar 8 m diperoleh faktor keamanan terhadap guling sebesar 2,99, faktor&#xD;
keamanan geser 2,27, dan daya dukung tanah 3,35, yang semuanya melebihi standar&#xD;
minimum. Pada perbandingan lebar dasar 5,5 m, diperoleh faktor keamanan terhadap&#xD;
guling sebesar 1,84, faktor keamanan geser 1,42, dan daya dukung tanah 2,27,&#xD;
menunjukkan nilai minimum standar masih tercapai meskipun lebih kecil dibanding&#xD;
lebar 8 m. Dengan demikian, gravity wall dengan lebar dasar 5,5 dapat menjadi solusi&#xD;
efektif dan efisien untuk menjaga kestabilan lereng pada kawasan hunian,&#xD;
memaksimalkan pemanfaatan lahan miring, serta memberikan keamanan pada struktur&#xD;
di atasnya.</summary>
    <dc:date>2025-07-09T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

