<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/254" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/254</id>
  <updated>2026-04-25T10:04:48Z</updated>
  <dc:date>2026-04-25T10:04:48Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Analisis Permintaan Ibu Rumah Tangga Terhadap Tempe Di Kota Malang</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1223" />
    <author>
      <name>Cania, Aktri</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1223</id>
    <updated>2022-10-12T06:34:26Z</updated>
    <published>2018-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Permintaan Ibu Rumah Tangga Terhadap Tempe Di Kota Malang
Authors: Cania, Aktri
Abstract: Kedelai merupakan komunitas pangan paling penting di Indonesia setelah&#xD;
padi dan jagung. Kedelai juga merupakan sumber bahan pangan nabati, dengan&#xD;
kandungan protein yang lebih tinggi. Sekitar 10% bersumber dari produk olahan&#xD;
kedelai salah satunya adalah tempe. Tempe merupakan produk fermentasi asli dari&#xD;
Indonesia yang dibuat secara tradisional dan sudah menjadi industri rakyat&#xD;
terutama di daerah Jawa Timur yaitu di kota Malang. Kota Malang merupakan&#xD;
daerah yang berkapital rata-rata mengkonsumsi tempe sebagai bahan penganti&#xD;
lauk makanan cemilan sehingga dapat menyebabkan permintaan tempe akan terus&#xD;
meningkat. Hal ini dikarenakan adanya kesadaran masyarakat akan tingginya&#xD;
manfaat tempe bagi kesehatan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk : 1.&#xD;
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ibu rumah tangga&#xD;
terhadap tempe di Kota Malang, dan 2. Mengetahui pengaruh dari faktor-faktor&#xD;
yang mempengaruhi permintaan ibu rumah tangga terhadap tempe di kota&#xD;
Malang. 3. Mengetahui bagaimana sifat permintaan tempe di Kota Malang.&#xD;
Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive random sampling&#xD;
dengan jumlah responden 100 orang dilakukan wawancara langsung dari 5 (lima)&#xD;
lokasi penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini&#xD;
adalah wawancara dengan ibu rumah tangga secara langsung, observasi, dan&#xD;
dokumentasi. Sebelum dilakuan uji hipotesis maka dapat dilakukan dengan uji&#xD;
statistik yaitu menggunakan uji asumsi klasik yang digunakan untuk menguji&#xD;
faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ibu rumah tangga terhadap tempe&#xD;
secara keseluruhan atau serempak menggunakan tahap uji normalitas,&#xD;
multikolinieritas, dan autokorelasi.&#xD;
Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden sebagian besar&#xD;
berumur 31-40 tahun dengan tingkat pendidikan SMA dan jumlah angota keluarga&#xD;
2-3 orang. Rata-rata dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang sedang&#xD;
berbelanja di pasar dengan pengeluaran tiap harinya membeli bahan pokok&#xD;
sebanyak Rp.53.480,- (lima puluh tiga ribu empat ratus delapan puluh rupiah).&#xD;
Karakteristik responden beralasan mengkonsumsi tempe karena tempe mudah&#xD;
diolah, tempe bergizi tinggi, digemari keluarga, makanan pelengkap 4 (empat)&#xD;
sehat 5 (lima) sempurna dan berserta harga tempe juga murah. Berdasarkan hasil&#xD;
dari dihitung nilai elastisitas permintaan tempe di kota Malang yaitu elastisitas&#xD;
harga tempe terhadap permintaan tempe sebesar 0,605 bersifat Inelastis (0,605&lt;1).&#xD;
Elastisitas silang dari harga telur sebesar -0,114 bersifat Komplemeter (-0,114&lt;0)&#xD;
dan elastisitas silang dari harga daging sapi sebesar 0,445 bersifat Substitusi&#xD;
(0,445&gt;0).</summary>
    <dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Persediaan Kedelai (Glysine max L) Sebagai Bahan Baku Produksi Tahu Pada Pabrik Tahu Sukun 73 Kota Malang</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1064" />
    <author>
      <name>Woa, Kristofora</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1064</id>
    <updated>2022-10-05T03:55:57Z</updated>
    <published>2018-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Persediaan Kedelai (Glysine max L) Sebagai Bahan Baku Produksi Tahu Pada Pabrik Tahu Sukun 73 Kota Malang
Authors: Woa, Kristofora
Abstract: Kedelai (Glisine max L) merupakan salah satu komoditas pertanian yang&#xD;
banyak digunakan oleh sektor industri, baik industri berskala besar maupun&#xD;
industri berskala kecil (industri rumah tangga) sebagai bahan baku produksi.Maka&#xD;
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah persediaan&#xD;
bahan baku kedelai pada industri tahu Sukun 73? (2) Bagaimanakah optimalisasi&#xD;
persediaan bahan baku kedelai sebagai bahan baku produksi tahu di Industri Tahu&#xD;
Sukun 73 dengan metode EOQ ? dengan Tujuan Penelitian (1) Untuk mengetahui&#xD;
persediaan bahan baku kedelai pada Industri Tahu Sukun 73. (2) Untuk&#xD;
mengetahui optimalisasi persediaan bahan baku kedelai sebagai bahan baku&#xD;
produksi tahu di Industri Tahu Sukun 73 dengan metode EOQ.&#xD;
Bahan baku merupakan salah satu faktor yang sangat vital bagi&#xD;
berlangsungnya suatu proses produksi. EOQ adalah jumlah barang yang dapat&#xD;
dibeli dengan biaya persediaan yang minimum atau sering disebut jumlah pesanan&#xD;
bahan baku yang optimal jumlah persediaan bahan baku (kg/bulan ) jumlah&#xD;
pemakaiaan bahan baku, harga bahan baku, harga kedelai, biaya biaya persediaan&#xD;
bahan baku meliputi biaya pemesanan, biaya pengiriman, biaya penyimpanan,&#xD;
serta waktu tunggu , (lead time ).</summary>
    <dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis nilai tambah dan kelayakan usaha keripik ubi kayu (Manihot utilissima) Cap Sinar Jago di Desa Talok Kecamatan Turen kabupaten Malang</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/277" />
    <author>
      <name>Primentari, Oktavia Niken Marta</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/277</id>
    <updated>2021-03-29T05:31:39Z</updated>
    <published>2018-07-07T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis nilai tambah dan kelayakan usaha keripik ubi kayu (Manihot utilissima) Cap Sinar Jago di Desa Talok Kecamatan Turen kabupaten Malang
Authors: Primentari, Oktavia Niken Marta
Abstract: Ubi kayu merupakan salah satu bahan pangan lokal yang banyak&#xD;
dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pangan pengganti beras, gandum&#xD;
dan jagung. Salah satu olahan pangan berbahan baku ubi kayu adalah Keripik ubi&#xD;
kayu. Tujuan dari aktifitas pengolahan ubi kayu  menjadi keripik adalah untuk&#xD;
menambah nilai jual, menambah minat masyarakat untuk  mengkonsumsi produk&#xD;
olahan ubi kayu dan memperoleh pendapatan yang tinggi. &#xD;
Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai tambah usaha&#xD;
pengolahan ubi kayu menjadi keripik ubi kayu dan untuk mengetahui kelayakan&#xD;
usaha keripik ubi kayu. Penelitian ini dilakukan pada usaha keripik ubi kayu “Cap&#xD;
Sinar Jago” di Desa  Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Responden&#xD;
dalam penelitian ini adalah pemilik usaha dan karyawan bagian produksi dan&#xD;
pemasaran. Analisis yang digunakan untuk menganalisis nilai tambah dengan&#xD;
menggunakan metode Hayami dan kelayakan usaha menggunakan analisis B/C&#xD;
Ratio, NPV dan IRR. &#xD;
      Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha pengolahan ubi kayu menjadi&#xD;
keripik memberikan nilai tambah sebesar Rp 8.240,00 per kilogram. Hasil analisis&#xD;
kelayakan usaha pengolahan ubi kayu menjadi keripik ubi kayu memperoleh nilai&#xD;
B/C Ratio &gt; 1 atau B/C = 1,41 &gt; 1. NPV &gt; 0 atau NPV =  1.572.977.373,00&gt; 0&#xD;
dan IRR &gt; i atau IRR = 65,92% &gt; 5,6% , berarti usaha keripik ubi kayu di Desa&#xD;
Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang layak diusahakan.</summary>
    <dc:date>2018-07-07T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis permintaan penjual jagung bakar terhadap bahan baku jagung  (Zea mays) di Kota Malang</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/276" />
    <author>
      <name>Perdana, Aria Evrianti Putri</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/276</id>
    <updated>2021-03-29T05:32:08Z</updated>
    <published>2018-07-07T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis permintaan penjual jagung bakar terhadap bahan baku jagung  (Zea mays) di Kota Malang
Authors: Perdana, Aria Evrianti Putri
Abstract: Jagung merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting selain&#xD;
gandum dan padi. Jagung dapat diolah menjadi berbagai macam makanan dan&#xD;
salah satu olahan jagung yang digemari oleh masyarakat adalah jagung bakar.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi&#xD;
permintaan penjual jagung bakar terhadap bahan baku jagung dan kepekaan atau&#xD;
sifat permintaan jagung pada penjual jagung bakar di Kota Malang ditinjau dari&#xD;
nilai elastisitasnya.&#xD;
Responden penelitian adalah 15 penjual jagung bakar di Kota Malang, yang&#xD;
dipilih secara sengaja berdasarkan hasil survey pendahuluan. Penelitian&#xD;
dilaksanakan tanggal 21 Mei 2018 – 26 Mei 2018. Variabel dalam penelitian ini&#xD;
adalah jumlah permintaan bahan baku jagung, pendidikan, umur, harga beli bahan&#xD;
baku jagung, pendapatan dan jarak pasar. Analisis yang digunakan adalah analisis&#xD;
regresi berganda, elastisitas harga dan elastisitas pendapatan menggunakan fungsi&#xD;
Engel.&#xD;
Hasil dari analisis berdasarkan uji F dan uji t menunjukan bahwa&#xD;
pendidikan, umur, harga bahan baku jagung, pendapatan dan jarak pasar&#xD;
mempengaruhi permintaan bahan baku jagung secara simultan atau bersama-sama&#xD;
dan secara parsial harga bahan baku, pendapatan, dan jarak pasar berpengaruh&#xD;
secara signifikan. Dilihat dari elastisitas harganya menunjukan bahwa permintaan&#xD;
jagung di Kota Malang bersifat elastis, artinya bahwa berapapun kenaikan atau&#xD;
penurunan harga bahan baku jagung maka pemintaan penjual jagung bakar akan&#xD;
tetap. Dilihat dari elastisitas pendapatannya pengaruh antara pendapatan dan&#xD;
permintaan bahan baku jagung adalah positif dan merupakan garis linear yang&#xD;
terus meningkat yang artinya jumlah permintaan bahan baku jagung masih&#xD;
meningkat jika pendapatan penjual jagung bakar meningkat.</summary>
    <dc:date>2018-07-07T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

