<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/258" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/258</id>
  <updated>2026-04-25T10:03:26Z</updated>
  <dc:date>2026-04-25T10:03:26Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Analisis efisiensi produksi usahatani kedelai di Desa Pagak Kecamatan Pagak Kabupaten Malang</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/920" />
    <author>
      <name>Pasthika, Frederika Tiominar</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/920</id>
    <updated>2021-11-17T03:09:52Z</updated>
    <published>2019-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis efisiensi produksi usahatani kedelai di Desa Pagak Kecamatan Pagak Kabupaten Malang
Authors: Pasthika, Frederika Tiominar
Abstract: Kedelai merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang mengandung&#xD;
protein nabati yang tinggi, sumber lemak, vitamin, dan mineral. Sejalan dengan&#xD;
pertumbuhan penduduk maka permintaan kedelai semakin meningkat. Oleh karena&#xD;
itu diperlukan suplai kedelai tambahan yang harus diimpor karena produksi dalam&#xD;
negeri belum mencukupi, maka dari itu pemerintah kota malang mengadakan&#xD;
pengembangan dan perluasan budidaya kacang kedelai. Tujuan penelitian ini adalah&#xD;
untuk mengetahui efisiensi penggunaan sarana produksi dan faktor yang paling&#xD;
berpengaruh dalam usahatani kedelai di Desa Pagak Kecamatan Pagak Kabupaten&#xD;
Malang. Permasalahan yang dihadapi petani dalam kegiatan produksi kedelai yaitu&#xD;
terkait dengan penggunaan sarana produksi: benih, pestisida, pupuk, tenaga kerja, dan&#xD;
pengalaman bertani kacang kedelai. Jumlah sampel yang diambil 30 petani. Metode&#xD;
analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda untuk menentukan&#xD;
faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kedelai, faktor produksi yang paling&#xD;
berpengaruh menggunakan rumus fungsi Cobb Douglas dan analisis efisiensi&#xD;
penggunaan faktor produksi menggunakan rumus efisiensi teknis, harga, ekonomis.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan  bahwa yang paling berpengaruh yaitu total biaya.&#xD;
Hasil analisis efisiensi teknis yaitu jumlah benih dan pestisida berada tahap III (€&lt;0)&#xD;
perlu adanya pengurangan faktor produksi agar petani tidak merugi, serta pupuk&#xD;
kandang, pupuk urea, hari kerja dan total biaya berarti €&gt;0 maka perlu adanya&#xD;
penambahan pada faktor produksi agar hasil produksi meningkat. Hasil analisis&#xD;
efisiensi harga yaitu jumlah benih dan pupuk urea &lt;1 maka ada penambahan faktor&#xD;
produksi, pupuk kandang, pestisida dan hari kerja &gt;1 ada penambahan faktor&#xD;
produksi dan hasil analisis efisiensi harga semua faktor produksi belum efisien.</summary>
    <dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen sayuran di mini market (studi kasus di Toko Dapoer Qoe Buah dan Sayur, Perumahan Sawojajar, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/302" />
    <author>
      <name>Nimanuho, Stephania Glorie Sunarti</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/302</id>
    <updated>2021-03-29T05:25:24Z</updated>
    <published>2019-04-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen sayuran di mini market (studi kasus di Toko Dapoer Qoe Buah dan Sayur, Perumahan Sawojajar, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang
Authors: Nimanuho, Stephania Glorie Sunarti
Abstract: Sayur merupakan bahan makanan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat&#xD;
Indonesia, hal ini menjadi tantangan bagi pemasar untuk mendistribusikan&#xD;
sayuran secara merata namun perlu diingat sifat sayur yang mudah rusak&#xD;
membutuhkan penanganan khusus. Penanganan khusus umumnya dijumpai di&#xD;
pasar modern, salah satunya adalah mini market. Pemasaran sayuran dapat&#xD;
ditinjau melalui bauran pemasaran (produk, harga, promosi, dan tempat), yang &#xD;
kemudian menjadi pertimbangan bagi konsumen untuk memutuskan membeli. &#xD;
Mini market yang menjadi tempat penelitian adalah Toko Dapoer Qoe Buah dan&#xD;
Sayur yang berlokasi di Perumahan Sawojajar. Jumlah sampel yang dibutuhkan&#xD;
adalah 60 responden, yang merupakan konsumen sayuran yang membeli di mini&#xD;
market tersebut. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability&#xD;
sampling yaitu accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan&#xD;
wawancara dan kuesioner. Kuesioner menggunakan pengukuran persepsi dengan&#xD;
skala Likert. Data yang diperoleh kemudian diolah secara deskriptif dan statistik.&#xD;
Uji statistik yang dilakukan adalah uji F dan uji t, dimana uji F untuk mengetahui&#xD;
pengaruh variabel bauran pemasaran secara serentak terhadap keputusan&#xD;
pembelian sayuran, dan uji t untuk mengetahui pengaruh variabel bauran&#xD;
pemasaran secara individu terhadap keputusan pembelian sayuran. Hasil uji&#xD;
statistik menunjukkan jika uji F terdapat pengaruh signifikan variabel bauran&#xD;
pemasaran secara serentak terhadap keputusan pembelian dengan nilai sig. 0,000&#xD;
&lt; 0,05. Hasil uji t terdapat pengaruh signifikan variabel tempat (sig. 0,000 &lt; 0,05)&#xD;
dan variabel harga (sig. 0,010 &gt; 0,05), sedangkan tidak terdapat pengaruh&#xD;
signifikan variabel produk (sig. 0,606 &gt; 0,05) dan variabel promosi (sig. 0,156 &gt;&#xD;
0,05). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,460.</summary>
    <dc:date>2019-04-23T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Optimalisasi persediaan bahan baku keripik kentang dengan metode economic order quantity (studi kasus di Agronas Gizi Food)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/301" />
    <author>
      <name>Advenia, Stefani Natalia Dinda</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/301</id>
    <updated>2021-03-29T05:25:46Z</updated>
    <published>2019-06-17T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Optimalisasi persediaan bahan baku keripik kentang dengan metode economic order quantity (studi kasus di Agronas Gizi Food)
Authors: Advenia, Stefani Natalia Dinda
Abstract: Optimalisasi persediaan bahan baku dimaksudkan guna memenuhi kebutuhan&#xD;
bahan baku untuk proses produksi pada waktu yang akan datang, kegiatan&#xD;
pengendalian persediaan bahan baku mengatur tentang pelaksanaan pengadaan&#xD;
yang diperlukan sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan serta dengan biaya yang&#xD;
minimal, yang meliputi masalah pembelian bahan baku, menyimpan dan&#xD;
memelihara bahan, mengatur pengeluaran bahan saat bahan dibutuhkan dan juga&#xD;
mempertahankan persediaan dalam jumlah yang optimal. Pengendalian persediaan&#xD;
bahan baku ini dapat dilakukan analisis dengan metode EOQ sebagai salah satu&#xD;
pilihan perbandingan antara kebijakan perusahaan yang telah dilaksanakan.&#xD;
Penelitian ini dilakukan di Agronas Gizi Food. Teknik analisis yang digunakan&#xD;
adalah dengan membandingkan antara hasil perhitungan kebijakan perusahaan&#xD;
dengan metode EOQ. Perhitungan kebijakan perusahaan meliputi biaya per pesanan&#xD;
(S) dengan hasil Rp. 183.800/pesanan, biaya penyimpanan (H) dengan hasil&#xD;
Rp.859/Kg, biaya total persediaan (TIC) yang harus dikeluarkan Rp.5.689.560,&#xD;
frekuensi pembelian sebanyak 30 kali, dengan pembeliaan rata-rata 1500 kg/tahun&#xD;
sedangkan perhitungan metode EOQ meliputi pembelian yang ekonomis (Q*)&#xD;
dengan hasil 4198 kg, frekuensi pembelian (F) dengan hasil 10 kali dalam satu&#xD;
tahun, total biaya persediaan (TIC) dengan hasil Rp.3.605.795, safety stock&#xD;
Rp.3.605.795, dan ROP 234 Kg. Berdasarkan teknik analisis yang digunakan&#xD;
persediaan bahan baku keripik kentang di Agronas Gizi Food dapat dikatakan&#xD;
belum optimal karena dari perhitungan diperoleh hasil kebijakan perusahaan lebih&#xD;
besar dari metode EOQ.</summary>
    <dc:date>2019-06-17T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh strategi bauran pemasaran (marketing mix) terhadap pendapatan petani kopi di Kota Batu Malang</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/300" />
    <author>
      <name>Faradhita, Nadia Ryan</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/300</id>
    <updated>2021-03-29T05:26:29Z</updated>
    <published>2019-06-29T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh strategi bauran pemasaran (marketing mix) terhadap pendapatan petani kopi di Kota Batu Malang
Authors: Faradhita, Nadia Ryan
Abstract: Kopi adalah komoditas perkebunan yang peranannya dalam perekenomian&#xD;
nasional sangat penting. Iklim di Indonesia cocok untuk pengusahaan  jenis&#xD;
tanaman kopi namun kemampuan petani kopi dalam pemasaran produk kopinya di&#xD;
Indonesia masih rendah sehingga, pendapatan yang diperoleh petani kopi kurang&#xD;
maksimal. Salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia adalah Kota Batu. Kota&#xD;
Batu lebih banyak memproduksi jenis kopi arabika. Kopi arabika memiliki nilai&#xD;
jual yang lebih tinggi dibandingkan kopi robusta dan liberika. Petani kopi di Kota&#xD;
Batu tersebar di lima kecamatan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian&#xD;
ini adalah dua belas petani kopi yang dipilih karena di kota Batu terdapat dua&#xD;
belas produsen kopi yang membudidayakan, mengolah menjadi bubuk kopi, dan&#xD;
memasarkan sendiri produk kopinya hingga ke konsumen akhir dengan&#xD;
pendapatan yang beragam serta memiliki keberagaman desain strategi dalam&#xD;
proses pemasarannya. Sampel ditentukan dengan teknik non probabilily sampling.&#xD;
dengan purposive sampling. Strategi bauran pemasaran diukur menggunakan&#xD;
skala likert, sedangkan untuk mengukur pendapatan petani kopi menggunakan&#xD;
kuesioner terbuka yang akan dibagikan kepada petani. Metode yang digunakan&#xD;
adalah analisis deskriptif untuk mengetahui strategi bauran pemasaran yang&#xD;
digunakan petani, analisis biaya dan pendapatan untuk mengetahui pendapatan&#xD;
petani dan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh strategi&#xD;
bauran pemasaran terhadap pendapatan petani kopi di Kota Batu. Hasil penelitian&#xD;
didapatkan bahwa strategi pemasaran yang digunakan petani kopi di Kota Batu&#xD;
adalah strategi bauran pemasaran 7p meliputi produk, harga, tempat, promosi,&#xD;
orang, bukti fisik dan proses. Rata-rata penerimaan petani per satu pohon kopi&#xD;
sebesar Rp. 412.500 dengan rata-rata total biaya sebesar Rp. 127.824 maka ratarata&#xD;
&#xD;
pendapatan yang diterima petani kopi di Kota Batu per satu pohon kopi&#xD;
sebesar Rp. 284.676. Nilai R/C ratio sebesar 3,8 maka usahatani dapat dikatakan&#xD;
menguntungkan. Variabel bauran pemasaran harga, tempat, promosi dan bukti&#xD;
fisik berpengaruh sangat signifikan, variabel produk berpengaruh signifikan dan&#xD;
variabel orang dan proses tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan.</summary>
    <dc:date>2019-06-29T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

