<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/392" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/392</id>
  <updated>2026-04-25T10:04:48Z</updated>
  <dc:date>2026-04-25T10:04:48Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Analisis Pendapatan Usahatani Sayur Sawi (Brassica Rapa Pekinensis) Organik Di Kelompok Tani Vigur Asri Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1236" />
    <author>
      <name>Son, Paskalis</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1236</id>
    <updated>2022-10-13T01:49:53Z</updated>
    <published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Pendapatan Usahatani Sayur Sawi (Brassica Rapa Pekinensis) Organik Di Kelompok Tani Vigur Asri Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang
Authors: Son, Paskalis
Abstract: Sektor pertanian di Indonesia memegang peranan penting dalam&#xD;
perekonomian nasional. Hal ini terjadi karena Indonesia adalah negara&#xD;
agraris, dimana sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian.&#xD;
Salah satu sub sektorpertanian yang tidak kalah pentingnya dalam&#xD;
memenuhi kebutuhan dan meningkatkan pendapatan masyarakat yaitu sub&#xD;
sector tanaman hortikultura, Produk Hortikultura meliputi tanaman sayursayuran, buah-buahan, dan tanaman hias. Sawi adalah salah satu komoditas&#xD;
hortikultura yang mengandung nilai gizi yang bermanfaat bagi pertumbuhan&#xD;
dan perkembangan manusia.&#xD;
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah&#xD;
usahatani sayur sawi organik di Kelompok Tani Vigur Asri menguntungkan&#xD;
atau tidak? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keuntungan usahatani&#xD;
sayur sawi organik di Kelompok Tani Vigur Asri. Usahatani sayur sawi&#xD;
organik di Kelompok Tani Vigur Asri, sudah menguntungkan.&#xD;
Untuk mengetahui pendapatan usahatani sayur Sawi Organik di&#xD;
Kelompok Tani Vigur Asri digunakan analisis R/C ratio, B/C Rasio dan&#xD;
BEP. Berdasarkan hasil analisis Penerimaan atas biaya dan pendapatan&#xD;
usahatani sayur sawi organik pada Tabel 5. Diketahui R/C Ratio &gt; 1 = 3,50&#xD;
dan B/C Ratio &gt; 0 = 2,50. Hasil analisis Breek Even Point diketahui BEP&#xD;
volume produksi adalah 64,20 dan BEP harga produksi adalah 3.424,44.&#xD;
Dari hasil analisis R/C Ratio, B/C Ratio dan Breek Even Point dapat&#xD;
disimpulkan bahwa ushatani sayur sawi organik sudah menguntukan dan&#xD;
layak dikembangkan. Faktor produksi yang paling besar pengeluaran biaya&#xD;
adalah faktor produksi pupuk kandang. Saran untuk kelompok tani vigur&#xD;
asri agar tetap mempertahankan produksi. Baik untuk memenuhi kebutuhan&#xD;
sayur dalam keluarga rumah tangga anggota kelompok tani sendiri maupun&#xD;
dalam memenuhi permintaan konsumen atau permintaan pasar.</summary>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Nilai Tambah Ubi Kayu(Manihot Utilissima L.) Sebagai Bahan Baku Keripik Singkong ( Studi Khasus Di Home Industri Gk Oro Orodowo Malang )</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1235" />
    <author>
      <name>Sengi, Nasarius</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1235</id>
    <updated>2022-10-13T01:45:35Z</updated>
    <published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Nilai Tambah Ubi Kayu(Manihot Utilissima L.) Sebagai Bahan Baku Keripik Singkong ( Studi Khasus Di Home Industri Gk Oro Orodowo Malang )
Authors: Sengi, Nasarius
Abstract: Nilai tambah merupakan penambahan nilai suatu produk sebelum&#xD;
dilakukan proses produksi dengan setelah dilakukan proses produksi. Pengolahan&#xD;
ubi kayu menjadi keripik singkong adalah untuk meningkatkan keawetan ubi kayu&#xD;
sehingga layak untuk dikonsumsi dan mengubah bentuk dari produk primer&#xD;
menjadi produk baru yang lebih tinggi nilai ekonomisnya setelah melalui proses&#xD;
produksi, maka akan dapat memberikan nilai tambah karena dikeluarkan biayabiaya sehingga terbentuk harga baru yang lebih tinggi dan keuntungan yang lebih&#xD;
besar bila dibandingkan tanpa melalui proses produksi.Adapun&#xD;
Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah ;(1). Untuk mengetahui besarnya&#xD;
nilai tambah dari produk ubi kayu menjadi keripik singkong. (2). Untuk&#xD;
mengetahui efisiensi proses produksi pengolahan singkong menjadi kripik&#xD;
singkong. (3). Untuk mengetahui usaha pengolahan ubi kayu menjadi kripik&#xD;
singkong sudah menguntungkan&#xD;
Besarnya nilai tambah pada suatu produk dipengaruhi oleh besarnya nilai&#xD;
produk, harga bahan baku, serta sumbangan input lain. Maka diperoleh besarnya&#xD;
rata-rata nilai tambah yaitu sebesar Rp 2.082,- per kilogram atau 0,25 % dari nilai&#xD;
produksi.Berdasarkan analisis efisiensi teknis, bahan baku sudah efisien karena&#xD;
nilai koefisien regresi bahan baku 0,475 elastisitas produksi bernilai positif yaitu&#xD;
(0&lt; ε &lt;1).Berdasarkan analisis efisiensi harga, rasio NPMx/Px dari faktor&#xD;
produksi bahan baku 2,469 belum efisien karena faktor produksi bahan baku&#xD;
lebih besar dari satu. Berdasarkan analisis efisiensi ekonomis Faktor produksi&#xD;
biaya total 0,00 tidak efisien karena faktor produksi biaya total lebih kecil dari&#xD;
satu (&lt;1). Pengolahan ubi kayu menjadi kripik singkong sudah menguntungkan&#xD;
karena R/C rasio &gt; 0 berarti agroindustri keripik singkong yang diusahakan&#xD;
menguntungkan yaitu 1,15</summary>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Tingkat Konsumsi Umbi-Umbian Rumah Tangga (Studi Kasus Di Rw 08 Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1234" />
    <author>
      <name>Ngilawayan, Elisabeth</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1234</id>
    <updated>2022-10-13T01:40:27Z</updated>
    <published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Tingkat Konsumsi Umbi-Umbian Rumah Tangga (Studi Kasus Di Rw 08 Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang)
Authors: Ngilawayan, Elisabeth
Abstract: Tanaman umbi-umbian adalah tanaman yang mengandung 20%&#xD;
karbohidrat yang merupakan hasil tanaman sumber karbohidarat di samping&#xD;
padi-padian dan jagung, Sebagai sumber karbohidrat yang baik sehingga&#xD;
dapat dikonsumsi oleh masyarakat atau rumah tangga Soedjono, (2002).&#xD;
Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi apakah&#xD;
yang mempengaruhi tingkat konsumsi umbi-umbian rumah tangga dan untuk&#xD;
mengetahui faktor sosial ekonomi apakah yang paling dominan&#xD;
mempengaruhi tingkat konsumsi umbi-umbian rumah tangga di RW 08&#xD;
Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Analisis&#xD;
yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier&#xD;
berganda karena untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel.&#xD;
Variabel penelitian adalah jumlah pembelian umbi-umbian, pengeluaran&#xD;
rumah tangga, harga umbi-umbian, harga beras, pendidikan ibu rumah tangga,&#xD;
dan jumlah anggota rumah tangga. Untuk mengetahui pengaruh dari masingmaising variabel dilakukan uji F dan uji t (0,05) dan untuk mengetahui&#xD;
variabel yang paling dominan berpengaruh dilakukan uji koifisien (β).&#xD;
Hasil analisis uji Fhitung 16,308≥Ftabel 2,90 atau signifikan Fhitung 0,00&lt;&#xD;
0,05. Menunjukan sacara bersama-sama berpengaruh yang signifikan nyata&#xD;
terhadap pengeluaran rumah tangga (X1), harga umbi-umbian (X2), harga&#xD;
beras (X3), pendidikan ibu rumah tangga (X4), dan jumlah anggota rumah&#xD;
tangga (X5) terhadap jumlah pembelian umbi-umbian. Hasil analisis uji t dari&#xD;
Variabel pengeluaran ibu rumah tangga (X1) thitung 8,439&gt;ttabel 1,753, Variabel&#xD;
harga umbi-umbian (X2) thitung–4,046&gt;ttabel1,753, Variabel harga beras (X3)&#xD;
thitung-3,05&gt;ttabel1,753,Variabel pendidikan ibu rumah tangga (X4) thitung5,41&gt;ttabel1,753,Variabel jumlah anggota rumah tangga (X5) thitung 6,91&gt;ttabel&#xD;
1,753. Menunjukan adanya pengaruh yang signifikan nyata terhadap variabel&#xD;
dependen. Hasil analisis uji (β) pengaruh variabel yang paling dominan yaitu&#xD;
pengeluaran rumah tangga 1,158.</summary>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Efisiensi Produksi Usahatani Ubi Jalar Madu (Ipomoea Batatas L. Var. Cilembu) Studi Kasus Di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1233" />
    <author>
      <name>Manao, Efranis</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1233</id>
    <updated>2022-10-13T01:34:07Z</updated>
    <published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Efisiensi Produksi Usahatani Ubi Jalar Madu (Ipomoea Batatas L. Var. Cilembu) Studi Kasus Di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang
Authors: Manao, Efranis
Abstract: Ubi jalar madu (Ipomoea batatas L. var Cilembu) merupakan salah satu&#xD;
tanaman yang mengandung karbohidrat non biji. Permasalahan yang dihadapi&#xD;
petani dalam kegiatan produksi usahatani ubi jalar madu yaitu terkait dengan&#xD;
penggunaan sarana produksi seperti: bibit, obat-obatan, pupuk, tenaga kerja dan&#xD;
lain sebagainnya merupakan kemampuan petani untuk membeli sarana produksi&#xD;
yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi&#xD;
penggunaan faktor produksi dalam usahatani ubi jalar madu dan keuntungan usahatani ubi jalar madu di Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.&#xD;
Jumlah sampel yang diambil 42 petani dari 70 petani.&#xD;
 Analisis usahatani dilakukan untuk mengetahui efisiensi penggunaan faktor&#xD;
produksi ubi jalar madu dan masalah manajemen. Hasil dari analisis bahwa semua&#xD;
faktor produksi yang digunakan dalam produksi ubi jalar madu yaitu belum&#xD;
efisiensi (secara teknis, harga dan ekonomis) kecuali jumlah pestisida tidak&#xD;
efisien. Hasil perhitungan biaya penerimaan dan pendapatan maka dapat dinyatakan bahwa produksi usahatani ubi jalar madu di Desa Sukoanyar Kecaman Pakis Kabupaten Malang sudah menguntungkan dimana penerimaan lebih besar dari&#xD;
pada pengeluaran.</summary>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

