<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/393" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/393</id>
  <updated>2026-04-25T10:04:48Z</updated>
  <dc:date>2026-04-25T10:04:48Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kubis (Brassica Oleracea). (Studi Kasus Di Batu Kecamatan Bumiaji Kabupaten Malang)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1116" />
    <author>
      <name>Costa, Veronica Da</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1116</id>
    <updated>2022-10-11T02:51:26Z</updated>
    <published>2016-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kubis (Brassica Oleracea). (Studi Kasus Di Batu Kecamatan Bumiaji Kabupaten Malang)
Authors: Costa, Veronica Da
Abstract: Kelebihan dari sayuran seperti kentang atau kubis bahwa tanaman lain&#xD;
adalah memiliki produktivitas yang tinggi, pemasaran mudah, dan memiliki&#xD;
harga yang stabil, sehingga benar-benar menguntungkan dari sudut pandang&#xD;
ekonomi. manajemen sayuran yang menggunakan input kimia yang tinggi,&#xD;
aviability benih berkualitas tinggi, dan hama atau penyakit tanaman yang&#xD;
menyebabkan sayuran kualitas rendah, biaya produksi tinggi, dan risiko tinggi&#xD;
gagal panen adalah karena kemampuan petani dalam pengelolaan sayuran&#xD;
efisien.&#xD;
Populasi penelitian adalah petani kubis aktif di Tulungrejo, Bumiaji,&#xD;
Batu. Lokasi penelitian ini dirancang karena daerah ini merupakan pusat&#xD;
produksi kubis dan kubis adalah produk utama di Bumiaji. Variabel independen&#xD;
adalah: produksi Area, jumlah benih, pupuk, pekerja, dan pestisida. variabel&#xD;
terikat adalah Total produksi. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif&#xD;
untuk hipotesis uji 1 dan regresi analisis untuk uji hipotesis 2.&#xD;
Hasil dari penelitian ini adalah faktor produksi berpengaruh signifikan&#xD;
terhadap total produksi kubis, di mana nilai F 18438&gt; F tabel = 2,66.&#xD;
Sebagian diketahui bahwa pekerja memiliki pengaruh yang signifikan (T&#xD;
value&gt; 2349&gt; t tabel), dan total luas, benih total, dan pupuk tidak berpengaruh&#xD;
signifikan terhadap produksi kubis (nilai t &lt;0.340, t tabel = 2.074).</summary>
    <dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Efisiensi Ekonomi Faktor Produksi Pada Usahatani Brokoli (Brassica Oleracea Variesta Italica Plenck) (Studi Kasus Di Desa Sumber Brantas Kecematan Bumiaji Kota Batu)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1115" />
    <author>
      <name>Fernandez, Yohanes Kosmas</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1115</id>
    <updated>2022-10-11T02:39:08Z</updated>
    <published>2016-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Efisiensi Ekonomi Faktor Produksi Pada Usahatani Brokoli (Brassica Oleracea Variesta Italica Plenck) (Studi Kasus Di Desa Sumber Brantas Kecematan Bumiaji Kota Batu)
Authors: Fernandez, Yohanes Kosmas
Abstract: Salah satu tanaman hortikultura yang mempunyai serat gizi yang tinggi adalah&#xD;
tanaman Brokoli. Brokoli (Brassica oleracea) adalah tanaman sayuran yang termasuk&#xD;
dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum&#xD;
lama (sekitar tahun 1970-an) dan kini cukup sebagai bahan pangan.Brokoli&#xD;
mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak, sehingga brokoli&#xD;
penting bagi kebutuhan tubuh manusia.&#xD;
Tersedianya sarana atau faktor produksi (input) belum berarti produktivitas&#xD;
yang diperoleh petani akan tinggi. Kurang tepatnya penerapan teknologi&#xD;
mengakibatkan rendahnya produksi dan tingginya biaya usaha tani. Menurut Zulkifly&#xD;
(2009) dalam usaha tani, produksi yang dihasilkan akan baik apabila faktor-faktor&#xD;
produksi dimanfaatkan secara efisien. Untuk memperoleh keuntungan maksimal&#xD;
maka petani harus menggunakan faktor produksi secara tepat,dan mengkombinasikan&#xD;
secara optimal dan efisien. Oleh karena itu, perlu dilakukan pnelitian mengenai&#xD;
efisiensi ekonomi faktor produksi pada usatani pada umumnya, khusunya pada&#xD;
usahatani brokoli.&#xD;
Berdasarkan latar belakang maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:&#xD;
1. Bagaimanakah pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produktivitas&#xD;
usaha tani brokoli di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu? 2.&#xD;
Bagaimanakah efisiensi faktor produksi pada usahatani brokoli di Desa Sumber&#xD;
Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu?&#xD;
Berdasarkan latar belakang, tujuan dan tinjauan pustaka maka hipotesis&#xD;
penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Faktor-faktor produksi alam (luas lahan atau&#xD;
tanah) , modal, tenaga kerja, manajemen berpengaruh terhadap produktivitas usaha&#xD;
tani brokoli di Kecamatan Bumiaji Desa Sumber Brantas 2. Penggunaan faktor&#xD;
produksi usahatani brokoli di Kecamatan Bumiaji Desa Sumber Brantas sudah&#xD;
efisien.&#xD;
Adapun faktor produksi yang dimaksud adalah : - Alam ( dalam hal ini luas&#xD;
lahan atau tanah) –Modal –Tenaga Kerja – manajemen/Pengolahan, Variabel yang&#xD;
dikaji dalam penelitian ini adalah Variabel faktor produksi yaitu, - Produktivitas&#xD;
Lahan(Y) -Luas Lahan (X1) -Jumlah Tenaga Kerja (X2) -Jumlah Benih (X3) -Jumlah&#xD;
Pupuk kandang (X4) -Jumlah Pupuk Urea (X5) -Jumlah Pupuk NPK (X6).</summary>
    <dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Usahatani Kentang (Solanum Tuberosum L.) Di Berbagai Pola Tanam (Studi Kasus Di Desa Sumber Berantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1114" />
    <author>
      <name>Jedhe, Arifitus Balto</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1114</id>
    <updated>2022-10-11T04:38:36Z</updated>
    <published>2016-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Usahatani Kentang (Solanum Tuberosum L.) Di Berbagai Pola Tanam (Studi Kasus Di Desa Sumber Berantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu)
Authors: Jedhe, Arifitus Balto
Abstract: Dalam pengelolaan suatu usahatani, petani mengupayakan agar hal yang&#xD;
diperoleh secara ekonomis menguntungkan, dimana biaya yang dikeluarkan dapat&#xD;
menghasilkan produksi yang maksimal. Sehingga pada akhirnya pendapatan&#xD;
petani meningkat, dengan meningkatnya pendapatan maka secara otomatis tingkat&#xD;
kesejahteraan petani tersebut akan meningkat.&#xD;
Menurut Purba (2008), pola tanam merupakan suatu urutan tanam pada&#xD;
sebidang lahan dalam satu tahun, termasuk di dalamnya masa pengolahan tanah.&#xD;
Pelaksanaan pola tanam dari suatu daerah irigasi teknis dalam satu tahun,&#xD;
biasanya dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Daerah setempat.&#xD;
Disamping pertimbangan untuk mendukung kebijakan pangan nasional,&#xD;
penentuan pola tanam tersebut juga dibuat berdasarkan faktor ketersediaan air dan&#xD;
aspirasi petani.&#xD;
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data&#xD;
sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari&#xD;
responden (petani) pada saat wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan&#xD;
sebagai pedoman wawancara seperti saat jumlah produksi, tingkat pendidikan,&#xD;
umur dan biaya produksi. Data sekunder yaitu data yang didapat dari&#xD;
kelompoktani atau lembaga instansi terkait yang berhubungan dengan usahatani&#xD;
kentang dan literature serta data-data lain yang dapat menunjang terselesaikannya&#xD;
penelitian seperti data letak geografis, batas wilayah dan penggunaan lahan.&#xD;
Produktivitas usahatani kentang dengan pola tanam monokultur Rp.&#xD;
166,300 dan produktivitas kentang pada pola tanam polikultur Rp. 202,70. Maka&#xD;
dapat dikatakan bahwa produktivitas kentang pada pola tanam monokultur lebih&#xD;
kecil (&lt;) dari pada produktivitas pola tanam polikultur.</summary>
    <dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Ibu Rumah Tangga Terhadap Sawi Organik Di Kota Malang (Study Kasus Di Kelurahan Cemorokandang Kec. Kedung Kandang Kota Malang)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1113" />
    <author>
      <name>Nggalihama, Andry</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1113</id>
    <updated>2022-10-11T04:37:37Z</updated>
    <published>2016-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Ibu Rumah Tangga Terhadap Sawi Organik Di Kota Malang (Study Kasus Di Kelurahan Cemorokandang Kec. Kedung Kandang Kota Malang)
Authors: Nggalihama, Andry
Abstract: Sayuran organik adalah bahan pangan yang ramah lingkungan dan&#xD;
menyehatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor sosial&#xD;
ekonomi terhadap permintaan ibu rumah tangga terhadap sawi organik di kota&#xD;
Malang&#xD;
Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Cemorokandang , Kecamatan&#xD;
Kedung Kandang Kota Malang yang dipilih dengan sengaja karena lokasi ini&#xD;
merupakan salah satu pasar sayuran organik dan sentra produksi sayuran organik&#xD;
(bayam, kangkung) yang ada di Kota Malang. Variabel bebas dalam penelitian ini&#xD;
adalah : umur ibu rumah tangga, pendidikan ibu rumah tangga, jumlah anggota&#xD;
rumah tangga, harga sayuran sawi organik, harga sayuran sawi non orgnik,&#xD;
pengeluaran ibu rumah tangga untuk membeli sayuran. Variabel terikat : jumlah&#xD;
sawi organik yang dibeli.&#xD;
Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan&#xD;
antara umur, pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, harga sayuran sawi&#xD;
organik, harga sayuran sawi non organik dan pengeluaran ibu rumah tangga&#xD;
terhadap permintaan sayuran organik. Melalui hasil analisis regresi diketahui&#xD;
bahwa faktor yang mempengaruhi permintaan ibu rumah tangga terhadap sawi&#xD;
organik adalah harga sawi organik, sedangkan variabel bebas lain (umur,&#xD;
pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, harga sayuran sawi non organik dan&#xD;
pengeluaran ibu rumah tangga) tidak mempengaruhi secara signifikan jumlah&#xD;
permmintaan sawi organik.</summary>
    <dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

