<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/397" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/397</id>
  <updated>2026-04-24T07:38:01Z</updated>
  <dc:date>2026-04-24T07:38:01Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Analisis Pengaruh Variasi Ketebalan Plafon Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Matrix Epoxy Ditinjau Terhadap Kekuatan Sagging</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/822" />
    <author>
      <name>Ryady, Ryan</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/822</id>
    <updated>2021-05-06T06:44:05Z</updated>
    <published>2017-06-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Pengaruh Variasi Ketebalan Plafon Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Matrix Epoxy Ditinjau Terhadap Kekuatan Sagging
Authors: Ryady, Ryan
Abstract: Seiring berkembangnya pembangunan yang makin meningkat dalam dunia konstruksi, hal ini&#xD;
mendorong masyarakat untuk mengembangkan pembangunan yang lebih efisien dan berkualitas.&#xD;
Pada penelitian ini akan diteliti pengaruh variasi ketebalan plafon komposit serat rumput payung&#xD;
(Cyperus Alternifolius) dengan matrix epoxy pada pembuatan plafon komposit dari bahan dasar serat&#xD;
tanaman rumput payung (Cyperus Alterniofolius). Tanaman rumput payung banyak didapati ditepitepi sungai dan juga pada lahan-lahan basah buatan tempat pengolahan limbah air domestik.&#xD;
Keberhasilan produksi bahan komposit ditentukan oleh pemilihan bahan matrix yang sesuai dengan&#xD;
bahan dasar serat (filler) yang digunakan. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui&#xD;
kekuatan sagging bahan komposit serat rumput payung dengan matrik Epoxy.&#xD;
Plafon komposit rumput payung yang sudah dipotong sesuai ukuran, akan diuji kekuatan sagging&#xD;
dengan alat dial gauge. Pengujian sesuai dengan standar (American Society for Testing and&#xD;
Materials, n.d. C367/C367M-09). Tebal plafon komposit serat rumput payung divariasikan dari 5&#xD;
mm – 9 mm, dengan interval ketebalan 2 mm. Sedangkan komposisi plafon komposit adalah 80 %&#xD;
serat rumput payung dan 20 % matrix epoxy. Spesimen untuk plafon komposit sesuai dengan&#xD;
(American Society for Testing and Materials, n.d. C367/C367M-09). Spesimen dibuat dengan&#xD;
ukuran 350 mm x 350 mm,pembuatan spesimen dengan ukuran 350 mm x 350 mm mengacu pada&#xD;
(American Society for Testing and Materials, n.d. C367/C367M-09), pemilihan ukuran tersebut&#xD;
menyesuaikan dengan ukuran saat pemasangan dilapangan&#xD;
Berdasarkan hasil pengujian terhadap kekuatan sagging pada penelitian dalam pembuatan plafon&#xD;
komposit, saggingan maksimal dengan waktu pengujian selama 17 jam sebesar 0,063 mm&#xD;
didapatkan pada spesimen dengan ketebalan 5 mm sedangkan lendutan terkecil didapatkan pada&#xD;
spesimen dengan ketebalan 9 mm sebesar 0,04 mm. Sedangkan saggingan maksimal dengan&#xD;
pengujian selama 6 jam sebesar 0,0015 mm didapatkan pada spesimen dengan ketebalan 5 mm&#xD;
sedangkan lendutan terkecil didapatkan pada spesimen dengan ketebalan 9 mm sebesar 0,0083333&#xD;
mm. Perbedaan lendutan disebabkan semakin tebalnya plafon tersebut, maka semakin kecil nilai&#xD;
lendutannya, hal tersebut dikarenakan semakin banyak serat yang menahan beban secara vertikal&#xD;
dan horizontal dari plafon tersebut.</summary>
    <dc:date>2017-06-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Variasi Ketebalan Plafon Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Matrix Epoxy Ditinjau Terhadap Kekuatan Lentur</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/821" />
    <author>
      <name>Martino, Bernardus</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/821</id>
    <updated>2021-05-06T06:38:48Z</updated>
    <published>2017-06-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Variasi Ketebalan Plafon Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Matrix Epoxy Ditinjau Terhadap Kekuatan Lentur
Authors: Martino, Bernardus
Abstract: Perkembangan konstruksi bahan bangunan tidak lepas dari berbagai macam teknologi yang ada.&#xD;
yaitu bahan-bahan dari alam salah satunya adalah serat alam, bahan-bahan dari serat alam diolah&#xD;
menjadi komposit. Komposit bisa diaplikasikan dalam bagian-bagian non-struktural salah satunya&#xD;
adalah sebagai plafon. Rumput payung merupakan salah satu serat alam yang memiliki sifat yang&#xD;
liat sehingga memiliki sifat yang baik jika digunakan sebagai komposit. Komposit terdiri atas terdiri&#xD;
dari bahan penguat (filler) dan bahan pengikat (matrix), dengan filler serat rumput payung dan&#xD;
matrix menggunakan epoxy yang komposisinya 80% serat dan 20% epoxy. Variasi yang diambil&#xD;
dalam penelitian ini dari ketebalannya yaitu 5 mm, 7 mm, dam 9 mm. Tujuan dari penelitian ini&#xD;
adalah mengetahui pengaruh variasi ketebalan plafon komposit serat rumput payung (Cyperus&#xD;
Alternifolius) dengan matrix epoxy ditinjau dari kekuatan lentur. Tahapan yang dilaksanakan adalah&#xD;
menghitung kadar epoxy dalam satu lapis (lamina) lalu ditotal dengan kebutuhan epoxy dari&#xD;
komposit itu sendiri. Pembuatan komposit terdiri atas pemilihan serat, pembuatan serat, pembuatan&#xD;
lamina, dan pembuatan komposit keseluruhan untuk benda uji. Benda uji yang sudah dibuat diuji&#xD;
kekuatan lenturnya dengan mengacu pada ASTM (C367/367M – 09). Lalu akan dianalisa untuk&#xD;
mengetahui modulus keruntuhan dari tiap variasi yang mengacu pada hasil yang menunjukkan ada&#xD;
pengaruh variasi ketebalan dari plafon komposit serat rumput payung dengan matrix epoxy ditinjau&#xD;
dari kekuatan lentur. Dari setiap ketebalan, variasi yang paling optimal adalah variasi ketebalan 5&#xD;
mm dengan Modulus of Rupture 3,2 N/ mm2 untuk susunan searah serat dan Modulus of Rupture&#xD;
berlawanan serat 4,1 N/ mm2&#xD;
.</summary>
    <dc:date>2017-06-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Panjang Serat 1,5 Cm Dan 3 Cm</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/819" />
    <author>
      <name>Imam, Ricardo Arni</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/819</id>
    <updated>2021-05-06T06:18:22Z</updated>
    <published>2017-07-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Panjang Serat 1,5 Cm Dan 3 Cm
Authors: Imam, Ricardo Arni
Abstract: Penggunaan material komposit sebagai elemen dalam struktur bangunan&#xD;
sudah semakin banyak digunakan karena mampu membuat material menjadi&#xD;
lebih baik dan efisien. Untuk penelitian ini digunakan serat alami yaitu Rumput&#xD;
payung (Cyperus alternifolius), kerap juga disebut sebagai tanaman payung&#xD;
lembang atau payung raja dan dikenal dari ciri fisiknya yang khas sama seperti&#xD;
keluarga cyperus lainnya. Cyperus memiliki beberapa kelebihan dan dapat&#xD;
dimanfaatkan sebagai tanaman pengelolah air limbah. Cyperus memiliki batang&#xD;
yang liat sehingga diperkirakan memiliki perilaku mekanik bagus. Beton normal&#xD;
adalah suatu material yang terdiri dari campuran semen, air, agregat (kasar dan&#xD;
halus)&#xD;
Tujuan penelitian adalah mengetahui perbandingan kuat tekan beton&#xD;
komposit serat rumput payung. Pengujian kekuatan tekan pada beton komposit&#xD;
yang diberi bahan tambahan serat rumput payung dengan variasi komposisi&#xD;
serat 0,1% ; 0,3% ; 0,5% dengan panjang 1,5 cm dan 3 cm untuk tekan beton.&#xD;
Konsentrasi serat rumput payung adalah 0,1% ; 0,3% ; 0,5% terhadap berat&#xD;
beton normal.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton komposit dengan komposisi&#xD;
serat 0,3% pada panjang serat 1,5 cm mampu memberikan kenaikan kekuatan&#xD;
tekan beton, namun pada komposisi 0,5% kekuatan tekan beton komposit&#xD;
mengalami penurunan. Hal ini terjadi juda pada beton komposit dengan&#xD;
komposisi serat 0,1% ; 0,3% ; 0,5% dengan panjang serat 3 cm dimana nilai kuat&#xD;
tekan beton komposit mengalami penurunan. Sehingga dapat di katakan bahwa&#xD;
penggunaan bahan tambahan serat rumput payung belum dapat menjadi salah&#xD;
satu alternatif yang baik untuk meningkatkan kekuatan tekan beton komposit.</summary>
    <dc:date>2017-07-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

