<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/404" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/404</id>
  <updated>2026-04-26T22:16:27Z</updated>
  <dc:date>2026-04-26T22:16:27Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Optimasi Peningkatan Daya Output Panel Surya Tipe Polycrystalline 100 Wp Dengan Memvariasikan Jarak Pemasangan Reflektor Cermin Datar</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1224" />
    <author>
      <name>Wijaya, Made</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1224</id>
    <updated>2022-10-12T07:00:34Z</updated>
    <published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Optimasi Peningkatan Daya Output Panel Surya Tipe Polycrystalline 100 Wp Dengan Memvariasikan Jarak Pemasangan Reflektor Cermin Datar
Authors: Wijaya, Made
Abstract: Energi listrik merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi&#xD;
kehidupan masyarakat baik di Indonesia maupun di luar negeri. Kebutuhan energi&#xD;
listrik semakin lama semakin meningkat dan tidak diimbangi dengan penyediaan&#xD;
yang memadai. Energi listrik yang digunakan masyarakat hanya bergantung dengan&#xD;
pemerintah dimana untuk menghasilkan energi listrik (PLN), pemerintah hanya&#xD;
memanfaatkan energi dari alam yang unrenewable (tidak terbarukan) seperti&#xD;
batubara dan minyak bumi. Diperlukan energi alternatif yang ramah lingkungan&#xD;
dan renewable (terbarukan) seperti energi listrik dari matahari (Solar Cell Energy)&#xD;
dengan menggunakan alat konversi energi atau panel surya. Teknologi solar cell&#xD;
masih memerlukan pengembangan lebih jauh untuk meningkatkan daya serap&#xD;
radiasi matahari yang lebih cepat dan efisien. Diperlukan inovasi pada pembangkit&#xD;
listrik tenaga surya seperti penambahan reflektor cermin datar guna meningkatkan&#xD;
daya output dari panel surya pada cuaca yang tidak menentu. Pemasangan reflektor&#xD;
perlu diperhitungkan, karena reflektor juga dapat menurunkan kinerja panel surya.&#xD;
Salah satu hal yang perlu diperhitungkan yaitu jarak pemasangan reflektor dengan&#xD;
sudut kemiringan tertentu. Dengan variasi jarak pemasangan reflektor didapat&#xD;
peningkatan daya output yang berbeda-beda. Peningkatan daya output pada panel&#xD;
surya dikarenakan adanya radiasi dan intensitas cahaya tambahan yang masuk&#xD;
mengenai panel surya. Pemasangan reflektor cermin datar dengan variasi jarak 10&#xD;
cm, 15 cm dan 20 cm dengan sudut kemiringan 1100&#xD;
dapat meningkatkan kinerja&#xD;
panel surya. Jarak pemasangan reflektor cermin datar dengan sudut kemiringan&#xD;
1100&#xD;
yang paling efektif adalah jarak 10 cm dikarenakan jumlah intensitas yang&#xD;
mengenai permukaan panel surya jauh lebih besar dibandingkan dengan variasi&#xD;
jarak yang lainnya. Adanya penambahan reflektor dengan sudut kemiringan dan&#xD;
jarak yang ideal mampu meningkatnya kinerja panel surya, sehingga akan&#xD;
meningkatkan efisiensi panel surya.</summary>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Putaran Pada Proses Pemotongan Rumput Payung Dengan Menggunakan Metode Pisau Rotary</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1222" />
    <author>
      <name>Pranata, Sebastianus Hendi</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1222</id>
    <updated>2022-10-12T07:01:29Z</updated>
    <published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Putaran Pada Proses Pemotongan Rumput Payung Dengan Menggunakan Metode Pisau Rotary
Authors: Pranata, Sebastianus Hendi
Abstract: Proses pemotongan atau yang lebih dikenal dengan proses permesinan merupakan&#xD;
salah satu proses yang sangat erat kaitannya dengan proses permesinan.&#xD;
Perencanaan alat pemotong rumput payung sangat diperlukan untuk menentukan&#xD;
sabuk, mesin, dan desain dari alat pemotong rumput payung.&#xD;
Pada alat pemotong rumput payung dilakukan variasi putaran agar dapat&#xD;
menentukan putaran yang baik untuk alat pemotong rumput payung. Variasi&#xD;
putaran yang digunakan yaitu : 670 rpm, 3345 rpm dan 400 rpm. Panjang rumput&#xD;
payung yang dipotong 72 cm dan berjumlah 8 buah.&#xD;
Dari analisa hasil perhitungan, grafik dan pembahasan tentang perencanaan alat&#xD;
pemotong rumput payung diperoleh hasil motor 1 pk, diameter pulley penggerak&#xD;
12,7 cm dan 7,5 cm, diameter pulley yang digerakkan 30 cm dan 6 cm, jenis sabuk&#xD;
tipe A, keliling sabuk 17068,8 mm2&#xD;
, 16154,4 mm2&#xD;
, dan 12496,8 mm2&#xD;
, luas&#xD;
penampang sabuk 83 mm2&#xD;
, berat sabuk 1,16 kg, 1,18 kg dan 1,52 kg. Putaran&#xD;
yang paling ideal yaitu 3345 rpm dapat menghasilkan kapasitas rumput payung&#xD;
dengan ukuran yang sama dan berat sebesar 86,9 gram</summary>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Komposisi Material Komposit Pada Tingkat Kekerasan Dengan Filler Rumput Payung Dan Matriks Plastik Polypropylene</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1221" />
    <author>
      <name>Septianto, Anugerah</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1221</id>
    <updated>2022-10-12T07:01:16Z</updated>
    <published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Komposisi Material Komposit Pada Tingkat Kekerasan Dengan Filler Rumput Payung Dan Matriks Plastik Polypropylene
Authors: Septianto, Anugerah</summary>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Variasi Gaya Pengepressan Material Komposit Rumput Payung Matriks Resin Terhadap Kekuatan Tekan</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1220" />
    <author>
      <name>Wihoro, Dionysius Puspito</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1220</id>
    <updated>2024-01-26T01:51:48Z</updated>
    <published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Variasi Gaya Pengepressan Material Komposit Rumput Payung Matriks Resin Terhadap Kekuatan Tekan
Authors: Wihoro, Dionysius Puspito
Abstract: Pada pembuatan material komposit sering terjadi kegagalan akibat kurang&#xD;
menyatunya bahan pengisi dan bahan pengikat karena perbedaan sifat. Hal ini&#xD;
membuat material komposit yang dibuat menjadi tidak terikat sempurna. Material&#xD;
yang kurang terikat kuat mudah untuk pecah, terutama jika material komposit&#xD;
tersebut akan digunakan untuk ubin. Berbagai cara dikembangkan untuk&#xD;
merekatkan filler dengan matriks komposit dan salah satunya yaitu prosess&#xD;
pengepressan menggunakan mesin pressing bertujuan untuk membuat material&#xD;
komposit dapat menjadi komposit yang kuat.&#xD;
Matriks yang digunakan yaitu resin merupakan bahan yang mudah dibentuk&#xD;
namun memiliki nilai kekuatan yang tinggi. Tanaman rumput payung sebagai&#xD;
filler juga merupakan jenis tanaman yang memiliki karakteristik serat yang ulet.&#xD;
Pembuatannya menggunakan sistem fiber composite jenis acak sehingga memiliki&#xD;
susunan yang tidak merata dalam material komposit tersebut, dan dilakukan&#xD;
proses pengepressan dengan variasi pembebanan yang berbeda setiap material.&#xD;
Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya pengepressan pada kekuatan&#xD;
tekan material komposit yang dibuat. Pada material komposit setelah diberi&#xD;
pembebanan timbul gelembung-gelembung udara yang memengaruhi kekuatan&#xD;
tiap material yang dibuat. Gaya pembebanan pada material komposit&#xD;
menimbulkan adanya gelembung-gelembung udara yang timbul dari ronggarongga tanaman rumput payung. Semakin sedikit gelembung yang timbul maka&#xD;
nilai kekuatan material menjadi semakin kuat. Dari sebab itu perlu diperhatiakan&#xD;
kerapatan bahan material yang dipergunakan agar tidak timbul terlalu banyak&#xD;
gelembung yang menyebabkan material menjadi rapuh.&#xD;
Hasil dari penelitian, material pertama dengan pembebanan 1,5 kg mampu&#xD;
memperoleh kekuatan tekan rata-rata sebesar 12,5 kgf&#xD;
, material kedua dengan&#xD;
pembebanan 1,75 kg mampu memperoleh kekuatan tekan rata-rata sebesar 11,25&#xD;
kgf&#xD;
, material ketiga dengan pembebanan 2 kg mampu memperoleh kekuatan&#xD;
tekan rata-rata sebesar 10 kgf&#xD;
. Dari hasil ampu dilihat bahwa terjadi penurunan&#xD;
setiap pemberian pembebanan dikarenakan pada setiap penambahan pembebanan&#xD;
mengalami peningkatan gelembung yaitu pembebanan 1,5 kg sebanyak 28,&#xD;
pembebanan 1,75 kg sebanyak 37, pembebanan 2 kg sebanyak 52. Hal inilah yang&#xD;
menyebabkan kekuatan tekan material setiap penambahan pembebanan menurun.&#xD;
Peningkatan jumlah gelembung membuat rongga dalam di material, dan material&#xD;
mengalami kerapuhan.</summary>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

