<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1435">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1435</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1544" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1541" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1536" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1534" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-23T11:25:41Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1544">
    <title>Upaya Penyelesaian Secara Damai Kekerasan Suami Terhadap Istri Oleh Penyidik/Penyidik Pembantu (Studi Di Polres Malang Kota )</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1544</link>
    <description>Title: Upaya Penyelesaian Secara Damai Kekerasan Suami Terhadap Istri Oleh Penyidik/Penyidik Pembantu (Studi Di Polres Malang Kota )
Authors: Galhos, Pantaleao Pinto
Abstract: Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan jenis kekerasan&#xD;
yang memiliki sifat-sifat khas yakni dilakukan di dalam rumah, pelaku dan korban&#xD;
adalah anggota kelurga serta seringkali dianggap bukan sebagai bentuk kekerasan.&#xD;
Undang-Undang Penghapusan KDRT memberikan landasan hukum yang kuat&#xD;
yang menjadikan KDRT yang awalnya urusan rumah tangga menjadi urusan&#xD;
negara. Namun, proses peradilan yang panjang, rasa malu, ketidak terwakilan&#xD;
korban, dan sistem sanksi yang tidak efesien menjadikan kasus KDRT banyak&#xD;
yang tidak dilaporkan, kalaupun diadukan banyak yang dicabut. Selain itu banyak&#xD;
sekali kasus KDRT yang tidak diselesaikan melalui pengadilan negeri tetapi&#xD;
pengadilan agama yang tidak menggunakan UU PKDRT. Untuk itu muncul&#xD;
pemikiran menggunakan mediasi penal yang mengupayakan penyelesaian yang&#xD;
win-win solution serta berupaya menjadi solusi atas permasalahan dalam sistem&#xD;
peradilan pidana.&#xD;
Berdasarkan latar belakang diatas maka muncul permasalahan yakni&#xD;
bagaimana penanganan KDRT dengan mediasi penal saat ini serta bagaimana&#xD;
kebijakan formulasi penanganan KDRT dengan mediasi penal di masa&#xD;
mendatang.&#xD;
Dari hasil penelitian di dapat bahwa saat ini mediasi penal tidak&#xD;
dipergunakan dalam penanganan KDRT karena penanganannya menggunakan&#xD;
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Namun dalam praktek&#xD;
aparat sering menawarkan upaya damai untuk kasus-kasus yang tidak&#xD;
menimbulkan luka fisik yang parah. Untuk kebijakan formulasi yang akan datang&#xD;
yang harus diperhatikan adalah Prinsip-prinsip umum dari mediasi penal, Tahapan&#xD;
mediasi penal, model yang dapat dipergunakan, mediator, jenis kekerasan yang&#xD;
dapat dimediasi serta jangka waktu pelaksanaan mediasi.</description>
    <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1541">
    <title>Efektifitas Program Layanan Rakyat Untuk Sertifikat Tanah Melalui (Larasita) Studi Di Kantor Bpn Kabupaten Malang</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1541</link>
    <description>Title: Efektifitas Program Layanan Rakyat Untuk Sertifikat Tanah Melalui (Larasita) Studi Di Kantor Bpn Kabupaten Malang
Authors: Gama, Nilton De Sousa
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya masalah hak-hak atas&#xD;
batasan tanah yang belum bersertifikat di Kabupaten Malang. sehingga anggapan dari&#xD;
masyarakat bahwa mengurus sertifikat tanah itu sangat sulit, terkesan lama dan biayanya&#xD;
sangat mahal. Dan diperparah dengan munculnya calo-calo yang berusaha mencari&#xD;
keuntungan dengan kondisi seperti ini. Oleh karena itulah, pemerintah meluncurkan&#xD;
program inovatif dalam bidang pelayanan di Kantor Pertanahan Nasional yang dikenal&#xD;
dengan LARASITA (Layanan Rakyat untuk Sertifikat Tanah). Hal ini didasarkan pada&#xD;
Perkaban No. 18 Tahun 2010 tentang Larasita Badan Pertanahan Nasional Republik&#xD;
Indonesia. Larasita merupakan program yang memadukan teknologi informasi dengan&#xD;
pelayanan petugas BPN dalam bentuk pelayanan bergerak dengan mekanisme sistem&#xD;
jemput bola. Melalui program ini diharapkan dapat memberikan kemudahan pelayanan&#xD;
serta akses yang mudah, cepat dan murah dalam pengurusan sertifikasi tanah serta dapat&#xD;
memberikan kepastian hukum terhadap hak-hak atas batasan tanah bagi masyarakat&#xD;
Kabupaten Malang.&#xD;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara deskriptif mengenai&#xD;
Efektivitas Program Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah (Larasita) di Kabupaten&#xD;
Malang dilihat dari pendekatan proses, yang meliputi : efisiensi pelayanan (waktu &amp;&#xD;
biaya), prosedur pelayanan, koordinasi pimpinan dan bawahan, responsivitas pegawai&#xD;
serta sarana dan prasarana. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif&#xD;
yaitu memberikan gambaran atau penjelasan yang tepat secara objektif terkait keadaan&#xD;
yang sebenamya dari variabel/objek yang diteliti. Jenis data yang digunakan terdiri dari&#xD;
data primer yaitu wawancara dan observasi langsung dilapangan dan data sekunder yang&#xD;
bersumber dari buku-buku, dokumen/catatan/laporan dan peraturan perundang-undangan&#xD;
yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.&#xD;
Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan pelaksanaan Program&#xD;
Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah (Larasita) di Kabupaten Malang, kurang efektif.&#xD;
Hal ini diakibatkan karena indikator efisiensi pelayanan dari segi waktu, dimana&#xD;
penyelesaian sertifikasi dan pelaksanaan Larasita tidak sesuai dengan ketentuan yang&#xD;
telah dibuat sebelumnya. Hal ini disebabkan karena Kab.Malang terderi dari pegunungan&#xD;
yang mengakibatkan jarak tempuh lokasi pengukuran tanah terlalu jauh selain itu akses&#xD;
informasi tentang Program LARASITA belum diketahui secara merata oleh penduduk&#xD;
Kab.Malang. Disini Penulis menyarankan perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana&#xD;
untuk memdukung pelaksanaan Program LARASITA, selain itu peningkatan akses&#xD;
informasi tentang Program LARASITA melalui SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah)&#xD;
dan Kelurahan seluruh Kab.Malang, kemudian diharapkan juga kesadaran dari pihak&#xD;
Masyarakat selaku Pemohon untuk mengikuti Program LASITA di Kabupaten Malang.</description>
    <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1536">
    <title>Perlindungan Hak Pasien Atas Rekam Medik ( Medical Record) Dalam Pembuktian Kasus Malpraktik Dokter ( Studi Kasus Atas Putusan Mahkamah Agung No.2966 K/Pdt/2009 )</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1536</link>
    <description>Title: Perlindungan Hak Pasien Atas Rekam Medik ( Medical Record) Dalam Pembuktian Kasus Malpraktik Dokter ( Studi Kasus Atas Putusan Mahkamah Agung No.2966 K/Pdt/2009 )
Authors: Hurman, Maria Agustini Florence
Abstract: Peraturan di bidang kesehatan merupakan manivestasi dari harapan&#xD;
akan adanya peningkatan mutu pelayana kesehatan yang optimal. Tenaga&#xD;
kesehatan termasuk dokter didalamnya merupakan salah satu unsur yang&#xD;
mendukung upaya peningkatan mutu kesehatan ini. Akan tetapi dalam&#xD;
prakteknya, harapan ini belum dapat diwujudkan dengan optimal. Salah satu&#xD;
contoh kasus adalah yang di alami dr.Salman yang di duga sebagai korban&#xD;
malpraktik dokter di Rumah sakit Omni Medical Center yang melakukan&#xD;
tuntutan secara perdata atas rumah sakit tersebut.Salah satu tuntutannya&#xD;
adalah meminta rekam medik yang dimana dalam Undang-undang Praktik&#xD;
Kedokteran Nomor 29 Tahun 2004 pasal 52 (e) menyebutkan bahwa pasien&#xD;
berhak mendapat isi rekam medik.&#xD;
Permasalahan yang dikaji dalam penulisan skripsi ini; apa bentuk&#xD;
perlindungan yang diberikan kepada pasien akan haknya atas rekam medik&#xD;
(medical record) dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 2966K/Pdt/2009.&#xD;
Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian&#xD;
dengan pendekatan yuridis normatif, dengan sumber bahan hukum adalah&#xD;
peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan dan putusan Mahkamah&#xD;
Agung Nomor 2966 K/Pdt/2009 . Bahan hukum yang dikumpulkan terdiri&#xD;
dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder.&#xD;
Hasil penelitian yang diperoleh; Jaminan akan hak pasien yang&#xD;
tertuang dalam pasal 52 Undang-undang Praktik Kedokteran yang&#xD;
diantaranya menyebutkan bahwa pasien berhak atas isi rekam Medik. Akan&#xD;
tetapi dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 2966 K/Pdt/2009 belum&#xD;
memberikan suatu jaminan yang sungguh akan terpenuhinya hak tersebut.&#xD;
Dalam pertimbangannya majelis hakim pengadilan negri menyebutkan&#xD;
bahwa pengadilan negri belum mendapat izin dari pengadilan tinggi dan&#xD;
penggugat tidak memberikan alasan yang mendesak sehingga rekam medis&#xD;
harus diberikan pemanfaatan rekam medik. Pertimbangan ini terasa sangat&#xD;
keliru mengingat pemanfaatan rekam medik itu sendiri sangat dibutuhkan&#xD;
demi proses pengobatan kedepannya dan untuk pembuktian di pengadilan&#xD;
sehingga memberi keadilan bagi semua pihak. Mahkamah Agung kemudian&#xD;
menegaskan kembali putusan tersebut dengan pertimbanganya yang&#xD;
menyatakan bahwa judex facti tidak salah dalam menerapkan hukum dan&#xD;
pemohon kasasi tidak serius dalam melakukan tuntutannya. Perlindungan&#xD;
yang diharapkan oleh setiap pribadi akan adanya suatu jaminan yang&#xD;
sungguh akan hak-haknya sebagai pasien/pengguna jasa kesehatan dirasa&#xD;
masih belum diperoleh dengan maksimal dan seadil-adilnya.</description>
    <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1534">
    <title>Upaya Polri Di Dalam Mencegah Terjadinya Pelanggaran Lalu Lintas (Studikasus Di Unit Lantaspolres Malang Kota )</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1534</link>
    <description>Title: Upaya Polri Di Dalam Mencegah Terjadinya Pelanggaran Lalu Lintas (Studikasus Di Unit Lantaspolres Malang Kota )
Authors: Costa, Marcos Da
Abstract: Masalah lalu lintas merupakan salah satu masalah yang berskala nasional yang&#xD;
berkembang seirama dengan perkembangan masyarakat dan dalam lalu lintas banyak&#xD;
 masalah atau gangguan yang dapat menghambat danmematikanproses&#xD;
produktivitasmasyarakat. Sepertikecelakaanlalulintas,kemacetanmaupuntindakpidana yang&#xD;
berkaitandengankendaraanbermotoratauMasalahlalulintasmerupakanhal yang&#xD;
sangatrumit.&#xD;
Kecelakaanlalulintasadalahsalahsatudarisekianbanyakmasalahlalulintas&#xD;
yang hadapiolehpemerintahandarihampirsemua Negara di dunia yang&#xD;
memilikijumlahpenduduk yang sangatbesar ,terutama di kota –kota&#xD;
metropolitan.&#xD;
Keadaanjalan yang semakinpadatdenganjumlahlalulintas yang&#xD;
semakinmeningkattersebutmerupakansalahsatupenyebabnya.Misalnyasajapela&#xD;
nggaranrambu-rambulalulintas, kemacetan, kecelakaan, polusiudara, dan lain&#xD;
sebagainya.Untukitupolisilalulintasjugamempunyaivisidanmisiyangsejalandeng&#xD;
anbahasanPOLRIdimasadepan.&#xD;
Masalah yang&#xD;
kitahadapidewasainiadalahmasihtingginyaangkakecelakaanlalulintasjalanraya.&#xD;
Kenyataanmenunjukan, walaupun telah dilakukanupayapenerangandanpenyuluhansertatindakanoperasis&#xD;
epertioperasisimpatik yang dilanjutkan dengan operasi zebra&#xD;
namun jumlah korban akibat kecelakaan lalulintas masih memprihatinkan bahkan sangat menakutkan</description>
    <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

