<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/191">
    <title>DSpace Community: Skripsi mahasiswa jurusan teknologi pangan</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/191</link>
    <description>Skripsi mahasiswa jurusan teknologi pangan</description>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2249" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2247" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2245" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2229" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-25T08:06:38Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2249">
    <title>Pengaruh Konsentrasi Gum Arab dan Asam Sitrat terhadap Sifat Fisikokimia dan Sensoris Fruit Leather Salak (Salacca Zalacca)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2249</link>
    <description>Title: Pengaruh Konsentrasi Gum Arab dan Asam Sitrat terhadap Sifat Fisikokimia dan Sensoris Fruit Leather Salak (Salacca Zalacca)
Authors: Maharani, Agata Regina
Abstract: Fruit Leather merupakan produk pangan yang memiliki bentuk seperti&#xD;
lembaran tipis dan rasa yang khas. Fruit Leather terbuat dari buah-buahan&#xD;
sehingga mengandung banyak vitamin dan memiliki efek yang baik bagi&#xD;
kesehatan. Fruit Leather dibuat dengan cara menghaluskan buah-buahan dan&#xD;
kemudian dikeringkan dalam oven hingga berbentuk lembaran kering. Produk&#xD;
fruit leather memiliki umur simpan yang lama karena kadar air yang rendah dan&#xD;
kandungan nutrisi tidak banyak berubah.&#xD;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh&#xD;
konsentrasi gum arab dan konsentrasi asam sitrat, dan juga interaksi antara&#xD;
konsentrasi gum arab dan asam sitrat terhadap sifat fisikokimia fruit leather&#xD;
salak yang meliputi Tekstur (Kuat Tarik dan Elastisitas), Kadar Air, Total Asam&#xD;
Tertitrasi, Gula Reduksi, Warna. Dan Sensoris yang meliputi Tekstur, Warna&#xD;
dan Rasa. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap&#xD;
(RAL), dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor 1 konsentrasi gum arab yang&#xD;
terdiri dari 3 level (0,3%, 0,6%, dan 0,9%) dan faktor 2 konsentrasi asam sitrat,&#xD;
yang terdiri dari 3 level (0,1%, 0,2%, dan 0,3%), dengan pola factorial 3X3&#xD;
sehingga didapatkan kombinasi 9 perlakuan. Setiap perlakuan diulang 3 kali&#xD;
pengulangan.&#xD;
Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh nyata interaksi antara&#xD;
konsentrasi gum arab dan konsentrasi asam sitrat terhadap sifat fisikokimia fruit&#xD;
leather salak dengan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan dengan&#xD;
konsentrasi gum arab 0,9% dan konsentrasi asam sitrat 0,1% dengan nilai Kuat&#xD;
Tarik 3,4 N, Elastisitas 27,9%, Kadar Air 5,03%, Total Asam Tertitrasi 0,039%,&#xD;
Gula Reduksi 1%, Lightness 16%, Redness 8,5%, yellowness 5,3%. Dan hasil&#xD;
Sensoris fruit leather salak untuk kesukaan panelis parameter Tekstur&#xD;
konsentrasi gum arab 0,6% dan konsentrasi asam sitrat 0,1% sebesar 2,43,&#xD;
Parameter Warna konsentrasi gum arab 0,9% dan konsentrasi asam sitrat 0,3%&#xD;
sebesar 2,53, dan Parameter Rasa konsentrasi gum arab 0,6% dan konsentrasi&#xD;
asam sitrat 0,1% sebesar 2,6.</description>
    <dc:date>2024-07-19T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2247">
    <title>Pengaruh Merk Ragi Dan Konsentrasi Penambahan Gula Terhadap Kadar Etanol, Total Asam Tertitrasi, Ph, Total Padatan Terlarut, Antioksidan Dan Organoleptik Wine Salak</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2247</link>
    <description>Title: Pengaruh Merk Ragi Dan Konsentrasi Penambahan Gula Terhadap Kadar Etanol, Total Asam Tertitrasi, Ph, Total Padatan Terlarut, Antioksidan Dan Organoleptik Wine Salak
Authors: Nethania, Apsari Widya
Abstract: Buah salak pondoh (Sallaca edulis Reinw) dikenal sebagai buah asli Indonesia.&#xD;
Pengolahan salak menjadi wine ialah satu diantara alternatif guna mendiversifikasi dan&#xD;
melestarikan produk olahan salak, serta bisa memperbanyak varian produk salak. Bahan&#xD;
pokok yang dibutuhkan guna membuat wine ialah gula, yang difermentasi oleh ragi&#xD;
menjadi CO2 dan etanol. Gula alami pada makanan umumnya tidak cukup tinggi dalam&#xD;
menghasilkan kandungan etanol yang mencukupi persyaratan kualitas wine, hingga harus&#xD;
ditambahkan secara eksternal. Perlu diketahui berapa jumlah gula yang dipakai, lantaran&#xD;
bila kadar gula terlampau tinggi maka ragi akan mati dan tahapan fermentasi tidak&#xD;
berlangsung.&#xD;
Tujuan riset berikut ialah guna memahami adanya pengaruh dari jenis ragi dan&#xD;
konsentrasi penambahan gula terhadap kadar alkohol, total asam tertitrasi, total padatan&#xD;
terlarut, nilai pH, organoleptik (aroma dan rasa) dan aktivitas antioksidan. Metode riset&#xD;
berikut memakai desain 2 faktorial yang dirancang RAL(Rancangan Acak Lengkap) yang&#xD;
terdiri dari faktor 1 ragi (T1) fermipan, (T2) alcotec, dan faktor 2 konsentrasi gula, (V1)&#xD;
20%, (V2) 25%, (V3) 30%. Dan setiap perlakuannya diulangi hingga 3 kali.&#xD;
Hasil analisa memaparkan, merk ragi berpengaruh nyata pada nilai Total Asam&#xD;
Tertitrasi, kadar etanol, aktivitas antioksidan, pH dan tidak berpengaruh nyata pada Total&#xD;
Padatan Terlarut. Merk ragi berpengaruh pada organoleptik meliputi rasa dan aroma.&#xD;
Konsentrasi gula berpengaruh nyata pada nilai Total Asam Tertitrasi, kadar alkohol,&#xD;
aktivitas antioksidan, pH dan Total Padatan Terlarut. Merk ragi berpengaruh pada&#xD;
organoleptik meliputi rasa dan aroma. Interaksi antara merk ragi dan konsentrasi gula&#xD;
berpengaruh nyata pada nilai Total Asam Tertitrasi, aktivitas antioksidan, dan tidak&#xD;
berpengaruh nyata pada Total Padatan Terlarut. Merk ragi berperngaruh pada organoleptik&#xD;
meliputi rasa dan aroma.</description>
    <dc:date>2024-07-08T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2245">
    <title>Pengaruh Konsentrasi Bubuk Acetobacter Acetti Dan Lama Fermentasi Asam Asetat Terhadap Kualitas Cuka Salak</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2245</link>
    <description>Title: Pengaruh Konsentrasi Bubuk Acetobacter Acetti Dan Lama Fermentasi Asam Asetat Terhadap Kualitas Cuka Salak
Authors: Iwa, Bernadeta Andrianti
Abstract: Cuka merupakan suatu produk yang mengandung asam asetat tinggi. Cuka&#xD;
dihasilkan melalui fermentasi alkohol anaerobik dari bahan-bahan termasuk gula&#xD;
dan pati oleh Saccharomyces cerevisiae, dilanjutkan dengan fermentasi asam&#xD;
asetat dimana bakteri asam asetat (Acetobacter acetti) mengoksidasi alkohol&#xD;
menjadi asam asetat secara aerobic. Cuka buah umumnya dibuat dari buah apel,&#xD;
namun cuka juga dibuat dari buah salak untuk meningkatkan keragaman pangan.&#xD;
Cuka buah dibuat dengan memfermentasi alkohol dan asam asetat. Proses pertama&#xD;
melibatkan aktivitas Saccharomyces cerevisiae, yang mengubah monosakarida&#xD;
menjadi alkohol dalam kondisi anaerobik, dan proses kedua melibatkan aktivitas&#xD;
bakteri Acetobacter acetti, yang mengubah alkohol, menjadi asam asetat.&#xD;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi&#xD;
asam asetat dan proporsi penambahan Acetobacter Acetti, dan juga interaksi&#xD;
antara lama fermentasi dan proporsi penambahan acetobacter acetti terhadap&#xD;
kualitas cuka salak yang meliputi total asam, pH. kadar alkohol, total padatan&#xD;
terlarut, dan kadar abu. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Lengkap&#xD;
(RAL), dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor 1 konsentrasi inokulum&#xD;
acetobacter aceti, yang terdiri dari 3 level (10%, 15%, dan 20%) dan faktor 2&#xD;
fermentasi asam asetat yang terdiri dari 2 level (7 hari dan 14 hari), dengan pola&#xD;
faktorial 2x3 sehingga didapatkan kombinasi 6 perlakuan. Setiap perlakuan&#xD;
diulang 3 kali pengulangan.&#xD;
Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh nyata interaksi antara&#xD;
konsentrasi inokulum dan lama fermentasi terhadap kualitas cuka salak yang&#xD;
meliputi, Total Asam, pH, Kadar Alkohol, Kadar Abu, dan Total Padatan Terlarut,&#xD;
dengan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan dengan konsentrasi bubuk&#xD;
Acetobacter Acetti 20% dan lama fermentasi 14 hari dengan nilai Total Asam&#xD;
4,535%, pH 2,610%, Kadar Abu 0,0040%, Kadar Alkohol 0%, dan Total Padatan&#xD;
Terlarut 0,73º Brix.</description>
    <dc:date>2024-05-17T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2229">
    <title>Pengaruh Suhu Dan Lama Pengeringan Intermiten Terhadap Karakteristik Kimia Dan Fisik Serbuk Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2229</link>
    <description>Title: Pengaruh Suhu Dan Lama Pengeringan Intermiten Terhadap Karakteristik Kimia Dan Fisik Serbuk Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.)
Authors: Serang, Teofani Elsaron Maria
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu dan lama&#xD;
pengeringan intermiten terhadap karakteristik kimia dan fisik serbuk bunga telang&#xD;
(Clitoria ternatea L.). Pengeringan intermiten dilakukan dengan suhu awal 70°C&#xD;
selama 3 jam, dilanjutkan fase tempering selama 1 jam, kemudian dilanjutkan&#xD;
dengan suhu pengeringan lanjutan sebesar 70°C (P1), 60°C (P2), dan 50°C (P3).&#xD;
Sebagai pembanding digunakan pengeringan kontinu pada suhu 70°C selama 7 jam&#xD;
(P0). Parameter yang dianalisis meliputi aktivitas antioksidan, kadar antosianin,&#xD;
konstanta degradasi dan waktu paruh, kadar air, kelarutan, serta warna (L*, a*, b*,&#xD;
C*, h°, dan ΔE).&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengeringan berpengaruh&#xD;
sangat nyata terhadap kadar antosianin, laju degradasi, kadar air, dan beberapa&#xD;
parameter warna, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antioksidan&#xD;
dan kelarutan. Perlakuan P3 menghasilkan kadar antosianin tertinggi sebesar 31,50&#xD;
mg/100 g, kadar air terendah (5,04%), serta warna yang paling mendekati bunga&#xD;
telang segar. Perlakuan P2 menunjukkan kestabilan antosianin terbaik dengan nilai&#xD;
konstanta degradasi terkecil dan waktu paruh terpanjang, serta kelarutan tertinggi&#xD;
(79,73%). Berdasarkan hasil penelitian, metode pengeringan intermiten dengan&#xD;
penurunan suhu bertahap direkomendasikan untuk mempertahankan kualitas kimia&#xD;
dan fisik serbuk bunga telang.</description>
    <dc:date>2025-07-08T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

