<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/370">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/370</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/502" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/448" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/388" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/380" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-23T11:25:41Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/502">
    <title>Pengaruh Daerah Asal Sawi (Brassica Juncea) Dan Media Fermentasi Terhadap Kualitas Sayur Asin (Nilai Ph, Total Asam, Sifat Organoleptik, Tpc Dan Identifikasi Bal Dengan 16S Rrna)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/502</link>
    <description>Title: Pengaruh Daerah Asal Sawi (Brassica Juncea) Dan Media Fermentasi Terhadap Kualitas Sayur Asin (Nilai Ph, Total Asam, Sifat Organoleptik, Tpc Dan Identifikasi Bal Dengan 16S Rrna)
Authors: Sabeth, Elly
Abstract: Sayur asin merupakan produk makanan tradisional khas Indonesia yang&#xD;
termasuk dalam fermentasi spontan karena tidak ditambahkan mikroorganisme&#xD;
dalam bentuk stater atau ragi dalam proses pembuatannya. Daerah asal sawi dan&#xD;
media fermentasi yang berbeda akan mempengaruhi kualitas sayur asin yang&#xD;
dihasilkan. Jumlah bakteri di dalam tanah sebagai tempat tumbuh sawi tergantung&#xD;
jenis dan tingkat kesuburan tanah begitu juga dengan perbedaan kandungan nutrisi&#xD;
didalam media fermentasi. Pada penelitian ini menggunakan tiga daerah asal sawi&#xD;
yang berbeda, yaitu: daerah asal sawi “Batu”, “Dau”, dan “Gunung Kawi”. Media&#xD;
fermentasi yang digunakan adalah air leri dan air kelapa yang selama ini masih&#xD;
belum dimanfaatkan secara maksimal. Pemilihan kontrol sebagai pembanding&#xD;
diambil dari paling banyaknya produk sayur asin yang tersebar dipasaran dengan&#xD;
merk dagang “Sawi Hijau”.&#xD;
Data-data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA)&#xD;
dengan metode SPSS 24. Hasil penelitian pada perlakuan daerah asal sawi&#xD;
berpengaruh pada uji pH, perlakuan media fermentasi berpengaruh pada uji total&#xD;
asam, dan perlakuan asal sawi dan media fementasi menunjukkan adanya&#xD;
pengaruh pada uji organoleptik, sedangkan pada uji TPC BAL menunjukkan tidak&#xD;
adanya pengaruh pada taraf signifikansi 5%. Produk sayur asin yang terpilih,&#xD;
yaitu: daerah asal sawi “Gunung Kawi” dengan media fermentasi air leri dengan&#xD;
rata-rata nilai pH 4,03; total asam 0,33%; TPC BAL 4,21 x 106&#xD;
cfu/ml, serta uji&#xD;
organoletik yang meliputi warna 4,82; tekstur 5,25 dan rasa 4,70. Hasil&#xD;
Identifikasi Bakteri Asam Laktat dengan menggunakan 16S rRNA dan&#xD;
perhitungan kekerabatan berdasarkan pohon filogenik menunjukkan bahwa&#xD;
adanya perbedaan genus bakteri yang terdapat pada sayur asin terpilih dan&#xD;
kontrol. Bakteri spesies Weisella cibaria dan Weisella confusa teridentifikasi pada&#xD;
sayur asin terpilih dan bakteri dalam filum Firmicutes teridentifikasi pada sayur&#xD;
asin kontrol namun spesies tidak ditemukan.</description>
    <dc:date>2020-06-23T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/448">
    <title>Pengaruh Proporsi Tepung Pisang Dan Tepung Kacang Merah Terhadap Karakteristik Fisik-Kimia Cookies</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/448</link>
    <description>Title: Pengaruh Proporsi Tepung Pisang Dan Tepung Kacang Merah Terhadap Karakteristik Fisik-Kimia Cookies
Authors: Murni, Efrida Flora
Abstract: Cookies merupakan salah satu jenis biskuit yang dibuat dengan tepung&#xD;
protein rendah, berkadar lemak tinggi yang dalam proses pembuatannya&#xD;
dipanggang hingga keras namun masih renyah saat dimakan. Cookies umumnya&#xD;
berbahan baku tepung terigu. Penggunaan terigu semakin meningkat dalam&#xD;
produk bakery yang menyebabkan impor terigu meningkat sehingga untuk&#xD;
mengurangi ketergantungan pada terigu digunakan alternatif dengan&#xD;
memanfaatkan pangan lokal. Pangan lokal yang dapat digunakan sebagai&#xD;
pengganti tepung terigu adalah tepung pisang karena produksi buah pisang sangat&#xD;
melimpah di Indonesia namun masih terbatas pengolahannya dan pisang memiliki&#xD;
kandungan gizi yang tinggi. Penambahan kacang merah diharapkan dapat&#xD;
meningkatkan protein pada cookies yang dihasilkan&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung&#xD;
pisang dan tepung kacang merah terhadap karakteristik kimia yang meliputi&#xD;
analisa proksimat , karatristik fisik yang meliputi Texture Profile Analyzer (uji&#xD;
kekerasan) daya kembang dan uji organoleptik meliputi aroma, warna, rasa dan&#xD;
tekstur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri&#xD;
dari (5) lima perlakuan yaitu proporsi tepung pisang dan tepung kacang merah&#xD;
(90:10; 80:20; 70:30; 40:60 ; 60:40)&#xD;
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, perlakuan 70 % tepung&#xD;
pisang dan 30% tepung kacang merah yang mendekati dan memenuhi standard&#xD;
mutu cookies berdasarkan Standard Nasional Indonesia (SNI) dengan kadar air&#xD;
4,92%, kadar abu 1,92 %, kadar protein 13,70%, kadar lemak 16, 26%, kadar&#xD;
serat 3,00% dan kadar karbohidrat 58,03% dan tingkat kesukaan panelis terhadap&#xD;
nilai rasa (2,97), aroma (2,7), warna (3,02) dan tekstur (2,63).</description>
    <dc:date>2020-01-31T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/388">
    <title>Pengaruh Konsentrasi Garam Dan Gula Terhadap Mutu Sawi Asin (Nilai pH, Total Asam, Organoleptik, TPC, Identifikasi BAL dengan 16s rRNA)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/388</link>
    <description>Title: Pengaruh Konsentrasi Garam Dan Gula Terhadap Mutu Sawi Asin (Nilai pH, Total Asam, Organoleptik, TPC, Identifikasi BAL dengan 16s rRNA)
Authors: Kelaman, Maria Valeriana
Abstract: Sawi (Brassicaceae) adalah salah satu komoditas pangan hortikultura&#xD;
Indonesia yang mudah rusak. Pengolahan dengan fermentasi asam laktat dapat&#xD;
digunakan untuk mengawetkan sayuran dan menghasilkan produk baru yang&#xD;
memiliki cita rasa khas serta memiliki kandungan gizi yang baik. Mikroorganisme&#xD;
yang terlibat dalam fermentasi sawi asin biasanya didominasi oleh bakteri asam&#xD;
laktat (BAL). Salah satu faktor utama yang mempengaruhi proses fermentasi&#xD;
adalah substrat. Substrat merupakan nutrisi yang dibutuhkan mikroorganisme&#xD;
untuk bertumbuh (Sobari,2018).&#xD;
 Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri&#xD;
dari dua faktor, yaitu faktor I konsentrasi gula terdiri dari 3 level (2%, 6%, dan&#xD;
10%) dan faktor II konsentrasi garam terdiri dari 2 level (5% dan 10%). Data&#xD;
yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 21 yang terdiri dari analisis ragam&#xD;
(ANOVA) dan uji lanjutan Duncan. Variabel penelitian meliputi nilai pH, total&#xD;
asam, organoleptik, TPC, dan identifikasi BAL dengan 16s rRNA.&#xD;
 Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan nyata pada uji pH,&#xD;
total asam, TPC BAL, dan organoleptik rasa. Sawi asin yang terpilih yaitu&#xD;
konsentrasi gula 6% dan konsentrasi garam 5% dengan nilai pH 5,07, total asam&#xD;
0,162%, TPC BAL 2 CFU/ml×106&#xD;
, organoleptik rasa 3,83, organoleptik warna&#xD;
4,57, dan organoleptik tekstur 4,27.&#xD;
Hasil identifikasi BAL dengan menggunakan 16S rRNA dan perhitungan&#xD;
kekerabatan atau kemiripan dengan pohon filogenetik menunjukkan bahwa strain&#xD;
BAL yang paling banyak ditemukan dalam proses fermentasi sawi asin terpilih&#xD;
adalah jenis bakteri Weissella cibaria strain SRCM103448, Weissella cibaria&#xD;
strain zy-55, Weissella cibaria strain CT4, Weissella cibaria strain LW1,&#xD;
Weissella cibaria strain LCV81, Weissella cibaria strain IMAUFB096, dan&#xD;
Weissella cibaria strain I042519.</description>
    <dc:date>2020-01-31T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/380">
    <title>Pengaruh Formulasi Bran Gandum (Triticum Spp.) Dan Tepung Kacang Hijau (Vigna Radiata) Terhadap Sifat Fisik, Kimia Dan Organoleptik Food Bars</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/380</link>
    <description>Title: Pengaruh Formulasi Bran Gandum (Triticum Spp.) Dan Tepung Kacang Hijau (Vigna Radiata) Terhadap Sifat Fisik, Kimia Dan Organoleptik Food Bars
Authors: Puspita, Vincentia Prima Indah
Abstract: Food bar merupakan makanan camilan yang berbentuk batang dan padat&#xD;
berbahan dasar serealia atau kacang-kacangan. Beberapa jenis food bars yang&#xD;
dapat ditemui di Indonesia umumnya terbuat dari produk pangan impor. Oleh&#xD;
sebab itu, perlu adanya pembuatan produk food bars menggunakan pangan lokal&#xD;
seperti kacang hijau (Vigna radiata). Kacang hijau termasuk dalam pangan&#xD;
fungsional dengan kompleknya manfaat kacang hijau bagi kesehatan dan&#xD;
memegang peranan dalam pencegahan penyakit. Pemanfaatan bran (kulit)&#xD;
gandum dilakukan pada pembuatan food bar dengan menambahkan bran gandum&#xD;
sebagai sumber serat dan protein food bar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk&#xD;
mengetahui perbandingan antara kontrol (food bar komersial) dengan food bar&#xD;
formulasi tepung kacang hijau dan bran gandum berdasarkan sifat fisik, kimia dan&#xD;
mutu sensorik food bar yang dihasilkan.&#xD;
Penelitian menggunakan rancangan non-faktorial yang disusun secara&#xD;
Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibuat dalam lima taraf perlakuan, yaitu&#xD;
kontrol, formulasi tepung kacang hijau dan bran gandum 95%:5%, 90%:10%,&#xD;
85%:15% dan 80%:20%. Sampel food bar terpilih memiliki nilai tekstur&#xD;
(kekerasan) 5,36 N; warna (L* 43,16; a* 12,54; b* 8,16); kadar protein 29,66%;&#xD;
kadar serat kasar 8,30%; tinggi kadar aktivitas antioksidan 42,18%; mutu sensori&#xD;
rasa (0,63), warna (0,59), aroma (0,69) dan tekstur (0,28) dengan menempati&#xD;
ranking 2 (disukai) dan ranking 3 (agak disukai). Pengambilan sampel terpilih&#xD;
dilakukan untuk kemudian dianalisis kandungan isoflavonnya (daidzein dan&#xD;
genistein) dengan metode HPLC yang menunjukkan adanya perbedaan pada food&#xD;
bar terpilih dan kontrol. Pada food bar terpilih, tidak terbacanya kandungan&#xD;
isoflavon diduga disebabkan oleh sampel yang berinteraksi membentuk&#xD;
komponen lain.</description>
    <dc:date>2020-06-10T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

