<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1243</link>
    <description />
    <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:08:07 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-26T21:08:07Z</dc:date>
    <item>
      <title>Implementasi Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor : Per-02/Men/1999 Tentang Pembagian Uang Service Pada Hotel Pelangi Malang</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1373</link>
      <description>Title: Implementasi Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor : Per-02/Men/1999 Tentang Pembagian Uang Service Pada Hotel Pelangi Malang
Authors: Radika, Yoga Tri
Abstract: YOGA TRI RADIKA (200841013), Pembagian Uang Service*, “Implementasi&#xD;
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor : PER-02/MEN/1999&#xD;
tentang Pembagian Uang Service pada Hotel Pelangi Malang”, 6 (enam) buku&#xD;
(2007, 2008, 2009, 2010, 2012).&#xD;
Dalam penulisan skripsi ini penulis membahas tentang implementasi pembagian&#xD;
uang service. Hal ini dilatarbelakangi masih adanya kasus-kasus pelanggaran oleh&#xD;
beberapa manajemen hotel yang tidak membagi uang service, uang service&#xD;
merupakan hak pekerja yang wajib dibagi oleh pengusaha, maka hal ini&#xD;
menimbulkan pertanyaan bagaimana Implementasi Peraturan Menteri Tenaga&#xD;
Kerja Republik Indonesia Nomor : PER-02/MEN/1999 tentang Pembagian Uang&#xD;
Service pada hotel.&#xD;
Penelitian ini bersifat deskriptif dan termasuk dalam penelitian hukum empiris.&#xD;
Lokasi penelitian ini dilakukan di Hotel Pelangi Malang. Jenis data yang&#xD;
digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data&#xD;
melalui wawancara (data primer), studi kepustakaan, peraturan perundangundangan, makalah-makalah, penelusuran internet (data sekunder). Data yang&#xD;
diperoleh di lapangan di deskripsikan dan dikelompokkan menurut jenisnya&#xD;
kemudian dari permasalahan yang ada di analisa dan dipecahkan sesuai dengan&#xD;
kajian pustaka.&#xD;
Berdasarkan hasil penelitian, bahwa Implementasi Peraturan Menteri Tenaga&#xD;
Kerja Republik Indonesia Nomor : PER-02/MEN/1999 tentang Pembagian Uang&#xD;
Service pada Hotel Pelangi Malang masih ada beberapa hal yang tidak sesuai&#xD;
dengan ketentuan yang berlaku. Kendala muncul karena Hotel pelangi Malang&#xD;
mengalami peralihan bintang dan peralihan bintang tersebut memiliki akibat&#xD;
hukum terkait pemotongan uang service. Upaya yang dilakukan pihak manajemen&#xD;
adalah menyesuaikan ketentuan terkait pembagian uang service sesuai dengan&#xD;
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor : PER-02/MEN/1999&#xD;
tentang Pembagian Uang Service.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1373</guid>
      <dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Yuridis Pembatalan Perkawinan Pada Putusan Nomor: 419/Pdt.G/2006/Pa.Kab.Mlg Di Pengadilan Agama Kabupaten Malang</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1370</link>
      <description>Title: Analisis Yuridis Pembatalan Perkawinan Pada Putusan Nomor: 419/Pdt.G/2006/Pa.Kab.Mlg Di Pengadilan Agama Kabupaten Malang
Authors: Kurniawan, Venansius Rikyansyah Edy
Abstract: Ketentuan dalam hukum mengharuskan perkawinan dilaksanakan dengan&#xD;
terlebih dahulu memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukun perkawinan. Salah satu&#xD;
syarat perkawinan yang harus dipenuhi adalah adanya kesepakatan antara para&#xD;
pihak yang hendak melangsungkan perkawinan, termasuk didalamnya telah&#xD;
diketahuinya kebenaran identitas diri oleh masing-masing pihak.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pelaksanaan&#xD;
perkawinan yang dimohonkan pembatalan perkawinan di Pengadilan Agama&#xD;
Kabupaten Malang dengan perkara Nomor: 419/Pdt.G/2006/PA.Kab.Mlg, untuk&#xD;
mengetahui alasan pemohon mengajukan gugatan pembatalan perkawinan serta&#xD;
mengetahui dasar hukum dan pertimbangan Hakim dalam memutuskan perkara&#xD;
ini di Pengadilan Agama Kabupaten Malang.&#xD;
Permohonan pembatalan perkawinan dalam kasus diatas bermula dari&#xD;
adanya perkawinan antara Termohon I dan Termohon II di KUA Kec. Pujon&#xD;
Kabupaten Malang. Setelah 1 Tahun menikah ternyata baru diketahui bahwa&#xD;
Termohon II masih terikat pernikahan dengan seorang laki-laki bernama SWR&#xD;
yang ternyata ketika menikah dengan Termohon I menggunakan identitas diri&#xD;
yang tidak benar. Kenyataan tersebut merupakan bukti tidak terpenuhinya salah&#xD;
satu syarat perkawinan yang mengakibatkan perkawinan itu dapat dimohonkan&#xD;
pembatalan.&#xD;
Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang penulisan skripsi ini dengan&#xD;
metode pendekatan normatif, yaitu penelitian dengan mendasarkan pada&#xD;
kenyataan atau pengalaman proses pelaksanaan hukum yang diterapkan di&#xD;
lapangan, kemudian dianalisis dan dikaji berdasarkan peraturan – peraturan&#xD;
hukum yang sedang berlaku (hukum positif).&#xD;
Melalui penelitian ini dihasilkan kesimpulan bahwa dalam perkawinan&#xD;
yang diajukan pembatalan perkawinannya di Pengadilan Agama Kabupaten&#xD;
Malang oleh Kepala KUA Kecamatan Pujon, yang kemudian didaftar dalam&#xD;
perkara Nomor: 419/Pdt.G/2006/PA.Kab.Mlg terdapat halangan dan bertentangan&#xD;
dengan prinsip perkawinan yaitu asas monogami, yang mengatur seorang&#xD;
perempuan hanya diperbolehkan mempunyai seorang laki-laki sebagai suaminya&#xD;
dan harus memenuhi syarat-syarat untuk dapat menikah lagi yang terdapat dalam&#xD;
peraturan perundang-undangan. Karena dengan adanya penipuan maka terjadi&#xD;
suatu perkawinan yang menurut hukum tidak sah dan menimbulkan akibat&#xD;
perkawinan yang telah terjadi batal demi hukum dan dapat dimintakan pembatalan&#xD;
perkawinan. Hal ini tidak akan terjadi apabila sejak awal para pihak mengetahui&#xD;
kebenaran tentang status diri mereka masing-masing&#xD;
Secara prinsip, pembatalan perkawinan yang di batalkan di Pengadilan&#xD;
Agama tidak berlaku surut terhadap anak-anak yang dilahirkan dalam perkawinan&#xD;
tersebut, Terhadap harta bersama yang diperoleh selama perkawinan Dan terhadap&#xD;
pihak ketiga yang beritikad baik.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1370</guid>
      <dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Penerapan Pasal 340 Serta Pertimbangan Hakim Dalam Penjatuhan Pidana Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berencana ( Studi Kasus Putusan No. 188 / Pid.B / 2013 / Pn.Malang )</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1369</link>
      <description>Title: Penerapan Pasal 340 Serta Pertimbangan Hakim Dalam Penjatuhan Pidana Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berencana ( Studi Kasus Putusan No. 188 / Pid.B / 2013 / Pn.Malang )
Authors: jesus, claudino lobato de
Abstract: Claudino Lobato De Jesus (200941002) “ Penerapan Pasal 340 KUHP Serta&#xD;
Pertimbangan Hakim Dalam Penjatuhkan Pidana Terhadap Tindak Pidana&#xD;
Pembunuhan Berencana” (Studi Kasus Putusan Nomor :188/ Pid.B/ 2013/ PN.&#xD;
Malang). Dibimbing oleh Bapak Hermanto Silalahi, S.H.,MHum selaku&#xD;
pembimbing I dan Ibu Agnes Hanum, S.H.,MHum selaku pembimbing II.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua hal, yaitu pertama, untuk&#xD;
mengetahui penerapan pasal 340 KUHP dalam tindak pidana pembunuhan yang&#xD;
direncanakan terlebih dahulu, dan yang kedua, untuk mengetahui pertimbangan&#xD;
hakim dalam Penjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana pembunhan&#xD;
berencana.&#xD;
Penelitian dilaksanakan di Malang, yaitu Pengadilan Negeri Malang, dengan&#xD;
menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara penelitian kepustakaan dan&#xD;
penelitian lapangan.&#xD;
Dari penelitian yang dilakukan, penulis mendapatkan hasil sebagai berikut, (1). Di&#xD;
Putusan No. 188/Pid.B/2013/PN.Malang, Jaksa Penuntut Umum menggunakan 2&#xD;
(Dua) dakwaan, yaitu: Primair Pasal 340 KUHP dan Subsidair Pasal 338 KUHP&#xD;
Diantara unsur-unsur Pasal yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum tersebut,&#xD;
yang terbukti secara sah dan meyakinkan adalah Pasal 340 KUHP Dimana, antara&#xD;
perbuatan dan unsur-unsur Pasal saling mencocoki. Menurut penulis, penerapan&#xD;
pasal 340 KUHP dalam kasus ini sudah sesuai dengan hukum pidana yang berlaku&#xD;
di Indonesia. (2). Dalam putusan No. 188/Pid.B/2013/PN.Malang. proses&#xD;
pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Majelis Hakim menurut penulis&#xD;
sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku seperti yang diharapkan oleh&#xD;
penulis. Karena berdasarkan dua alat bukti yang sah, yang dalam kasus yang&#xD;
diteliti penulis ini, alat bukti yang digunakan Hakim adalah keterangan saksi dan&#xD;
keterangan terdakwa beserta barang bukti pembunuhan. Majelis Hakim&#xD;
berdasarkan fakta-fakta di persidangan menilai bahwa terdakwa dapat&#xD;
dipertanggungjawabkan perbuatannya dengan pertimbangan bahwa pada saat&#xD;
melakukan perbuatannya terdakwa sadar akan akibat yang ditimbulkannya dan&#xD;
tidak mengurungkan niatnya, pelaku dalam melakukan perbuatannya dalam&#xD;
keadaan sehat dan cakap untuk mempertimbangkan unsur melawan hukum, serta&#xD;
tidak adanya alasan penghapusan pidana.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1369</guid>
      <dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Peran Balai Konservasi Sumber Daya Alam Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2011 Dalam Rangka Melindungi Cagar Alam Pulau Sempu Di Kabupaten Malang</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1284</link>
      <description>Title: Peran Balai Konservasi Sumber Daya Alam Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2011 Dalam Rangka Melindungi Cagar Alam Pulau Sempu Di Kabupaten Malang
Authors: Humendru, Chandralyn Octoriany
Abstract: Penelitian ini berfokus pada peran yang dilakukan oleh Balai Konservasi&#xD;
Sumber Daya Alam terkait keberadaan cagar alam Pulau Sempu. Sebagai pijkan&#xD;
teoritis penelitian ini menggunakan Teori Kelembagaan. Adapun jenis penelitian&#xD;
kualitatif dengan pendekatan socio-legal, teknik pengumpulan data primer yang&#xD;
bersumber dari wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder meliputi&#xD;
buku, jurnal, peraturan perundang-undangan dan dokumen pemerintah.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran Balai Konservasi Sumber&#xD;
Daya Alam terkait keberadaan cagar Pulau Sempu belumlah optimal dan belum&#xD;
sepenuhnya menjalankan amanat Peraturan Pemerintah No, 28 Tahun 2011. Hal&#xD;
tersebut ditunjukan melalui banyaknya permasalahan yang belum terselesaikan,&#xD;
yang berhubungan erat dengan kinerja Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa&#xD;
Timur.&#xD;
Implikasi teoritis menunjukan bahwa, Teori Kelembagaan dapat&#xD;
menjelaskan secara detail pentingnya kinerja Balai Konservasi Sumber Daya&#xD;
Alam dalam melestarikan cagar alam Pulau Sempu. Harapanya setelah adanya&#xD;
penelitian ini dapat dijadikan oleh pemerintah sebagai referensi untuk melakukan&#xD;
optimalisasi kinerja dalam sebuah lembaga pemerintahan sehingga terciptanya&#xD;
keselarasan yang nantinya berdapak positif kepada masyarakat.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1284</guid>
      <dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

