<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2134</link>
    <description />
    <pubDate>Sat, 25 Apr 2026 09:31:01 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-25T09:31:01Z</dc:date>
    <item>
      <title>Pengaruh Suhu Dan Lama Pengeringan Intermiten Terhadap Karakteristik Kimia Dan Fisik Serbuk Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.)</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2229</link>
      <description>Title: Pengaruh Suhu Dan Lama Pengeringan Intermiten Terhadap Karakteristik Kimia Dan Fisik Serbuk Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.)
Authors: Serang, Teofani Elsaron Maria
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu dan lama&#xD;
pengeringan intermiten terhadap karakteristik kimia dan fisik serbuk bunga telang&#xD;
(Clitoria ternatea L.). Pengeringan intermiten dilakukan dengan suhu awal 70°C&#xD;
selama 3 jam, dilanjutkan fase tempering selama 1 jam, kemudian dilanjutkan&#xD;
dengan suhu pengeringan lanjutan sebesar 70°C (P1), 60°C (P2), dan 50°C (P3).&#xD;
Sebagai pembanding digunakan pengeringan kontinu pada suhu 70°C selama 7 jam&#xD;
(P0). Parameter yang dianalisis meliputi aktivitas antioksidan, kadar antosianin,&#xD;
konstanta degradasi dan waktu paruh, kadar air, kelarutan, serta warna (L*, a*, b*,&#xD;
C*, h°, dan ΔE).&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengeringan berpengaruh&#xD;
sangat nyata terhadap kadar antosianin, laju degradasi, kadar air, dan beberapa&#xD;
parameter warna, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antioksidan&#xD;
dan kelarutan. Perlakuan P3 menghasilkan kadar antosianin tertinggi sebesar 31,50&#xD;
mg/100 g, kadar air terendah (5,04%), serta warna yang paling mendekati bunga&#xD;
telang segar. Perlakuan P2 menunjukkan kestabilan antosianin terbaik dengan nilai&#xD;
konstanta degradasi terkecil dan waktu paruh terpanjang, serta kelarutan tertinggi&#xD;
(79,73%). Berdasarkan hasil penelitian, metode pengeringan intermiten dengan&#xD;
penurunan suhu bertahap direkomendasikan untuk mempertahankan kualitas kimia&#xD;
dan fisik serbuk bunga telang.</description>
      <pubDate>Tue, 08 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2229</guid>
      <dc:date>2025-07-08T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Konsentrasi Gum Arab Dan Gula Pasir Terhadap Sifat Fisikokimia Dan Organoleptik Jenang Dodol Salak (Salacca Zalacca)</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2226</link>
      <description>Title: Pengaruh Konsentrasi Gum Arab Dan Gula Pasir Terhadap Sifat Fisikokimia Dan Organoleptik Jenang Dodol Salak (Salacca Zalacca)
Authors: Samaloisa, Sintiareni T
Abstract: Salak merupakan salah satu komoditas buah lokal Indonesia yang kaya&#xD;
akan antioksidan dan nutrisi, namun memiliki umur simpan yang pendek. Salah&#xD;
satu cara pengolahan yang dapat memperpanjang masa simpan dan menambah&#xD;
nilai ekonomi buah salak adalah dengan diolah menjadi jenang dodol salak.&#xD;
Penambahan bahan tambahan seperti gum arab dan gula pasir dapat&#xD;
mempengaruhi kualitas fisikokimia dan organoleptik jenang dodol salak.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan&#xD;
konsentrasi gum arab dan gula pasir terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik&#xD;
dan mengetahui adanya interaksi antara gum arab dan gula pasir terhadap sifat&#xD;
fisikokimia jenang dodol salak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak&#xD;
Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu faktor I konsentrasi gum arab (A) yang&#xD;
terdiri dari 3 level dan faktor II konsentrasi gula pasir (B) yang terdiri dari 3 level.&#xD;
Pada penelitian ini dilakukan pengujian kadar air, kadar gula reduksi, uji warna&#xD;
(color reader), uji tesktur (kuat tarik), dan uji organoleptik.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan hasil tertinggi untuk&#xD;
kadar air pada konsentrasi penambahan gum arab 0,4% yaitu 32,73% dan gula&#xD;
pasir pada konsentrasi penambahan gula pasir 10% yaitu 32,63%, gula reduksi&#xD;
pada konsentrasi gum arab 0,6% yaitu 50,51% dan gula pasir 12% yaitu 52,66%,&#xD;
warna Lightness tertinggi terdapat pada konsentrasi gum arab 0,4% dan gula pasir&#xD;
8% sebesar 44,83, warna redness tertinggi terdapat pada konsentrasi gum arab&#xD;
0,2% dan gula pasir 10% sebesar 3,80, warna yellowness tertinggi terdapat pada&#xD;
konsentrasi gum arab 0,2% dan gula pasir 8% yaitu 7,67. Metode de Garmo&#xD;
dengan nilai NH tertinggi terdapat pada konsentrasi gum arab 0,2% dan gula pasir&#xD;
12% yaitu 0,970%, uji tekstur tertinggi terdapat pada konsentrasi gum arab 0,4%&#xD;
dan gula 12% yaitu 1,4657 Mpa, uji organoleptik pada rasa menggunakan uji&#xD;
friedman menghasilkan nilai terbaik terdapat pada konsentrasi gum arab 0,2% dan&#xD;
14&#xD;
gula pasir 12% yaitu 1,73%, dan overall (aroma, warna, dan tekstur) yang terbaik&#xD;
terdapat pada konsentrasi gum arab 0,4% dan gula pasir 12% yaitu 1,67%.</description>
      <pubDate>Tue, 08 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2226</guid>
      <dc:date>2025-07-08T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Konsentrasi Karagenan (Kappapphycus Alvarezii) Terhadap Sifat Fisikokimia Dan Organoleptik Jenang Dodol Salak (Salacca Zalacca)</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2224</link>
      <description>Title: Pengaruh Konsentrasi Karagenan (Kappapphycus Alvarezii) Terhadap Sifat Fisikokimia Dan Organoleptik Jenang Dodol Salak (Salacca Zalacca)
Authors: Saeppunuk, Baddi
Abstract: Buah salak merupakan komoditas lokal Indonesia yang kaya akan antioksidan&#xD;
dan nutrisi, namun memiliki umur simpan yang pendek. Untuk memperpanjang&#xD;
masa simpan dan meningkatkan nilai ekonominya, salak dapat diolah menjadi&#xD;
jenang dodol. Penambahan bahan tambahan seperti gum arab dan gula pasir (atau&#xD;
karagenan sebagai pengganti dalam penelitian) berpotensi memengaruhi kualitas&#xD;
fisikokimia dan organoleptik produk tersebut.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi karagenan&#xD;
dan gula pasir terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik jenang dodol salak, serta&#xD;
mengevaluasi interaksinya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap&#xD;
(RAL) dengan tiga level konsentrasi karagenan. Parameter yang diuji meliputi&#xD;
kadar gula reduksi, warna (L, a, b), tekstur (kuat tarik), dan uji organoleptik (rasa&#xD;
dan overall).&#xD;
Hasil menunjukkan bahwa penambahan karagenan tidak memberikan&#xD;
pengaruh yang signifikan terhadap sifat kimia, fisik, maupun organoleptik. Nilai&#xD;
terbaik ditemukan pada konsentrasi karagenan 0%, dengan kadar gula reduksi&#xD;
tertinggi sebesar 6,49%, warna lightness 49,90, tekstur kuat tarik 0,2873, serta nilai&#xD;
organoleptik rasa dan keseluruhan masing-masing sebesar 1,80 dan 2,10.</description>
      <pubDate>Thu, 10 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2224</guid>
      <dc:date>2025-07-10T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Jenis Bahan Penyalut Maltodekstrin Dan Gum Arab Dan Lama Penyimpanan Terhadap Karakteristik Kimia Dan Fisik Serbuk Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.)</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2221</link>
      <description>Title: Pengaruh Jenis Bahan Penyalut Maltodekstrin Dan Gum Arab Dan Lama Penyimpanan Terhadap Karakteristik Kimia Dan Fisik Serbuk Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.)
Authors: Saogo, Aprija Putri Jier
Abstract: Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman yang dikenal&#xD;
memiliki banyak manfaat, terutama sebagai pewarna alami dan sumber senyawa&#xD;
bioaktif seperti antosianin, tanin, flavonoid, dan polifenol. Salah satu bentuk&#xD;
pemanfaatannya yang mudah diterapkan dan dapat memperpanjang umur simpan&#xD;
adalah pengolahan menjadi serbuk, yaitu produk pangan setengah jadi berbentuk&#xD;
butiran halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan&#xD;
penyalut maltodekstrin dan gum arab serta lama penyimpanan terhadap&#xD;
karakteristik fisik dan kimia serbuk bunga telang (Clitoria ternatea L.). Metode&#xD;
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK)&#xD;
dengan 2 faktor yaitu faktor pertama jenis bahan penyalut terdiri dari 2 level&#xD;
(maltodekstrin dan gum arab) sedangkan faktor kedua yaitu lama penyimpanan&#xD;
terdiri 4 level (0,10,20,30 hari).&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan penyalut dan lama&#xD;
penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap parameter warna (lightness, redness,&#xD;
yellowness, chroma, hue, dan ∆E), kadar air, aktivitas antioksidan, dan kadar&#xD;
antosianin, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap konstanta degradasi dan waktu&#xD;
paruh antosianin. Nilai aktivitas antioksidan tertinggi pada maltodekstrin sebesar&#xD;
66,43% (P1L0) sedangkan pada gum arab nilai tertinggi sebesar 69,01% (P2L0),&#xD;
kadar antosianin tertinggi maltodekstrin 1,99 mg/g (P1L0) dan gum arab sebesar&#xD;
2,07 mg/g (P2L0), kadar konstanta tertinggi maltodekstrin 0,06 (P1L1) dan gum&#xD;
arab sebesar 0,019 (P2L1), kadar waktu paruh tertinggi maltodekstrin 75,087&#xD;
(P1L3) dan gum arab sebesar 56,904 (P2L3), kadar air tertinggi maltodekstrin 8,18&#xD;
% (P1L3) dan gum arab sebesar 8,43 % (P2L3), warna L* tertinggi maltodekstrin&#xD;
75,43 (P1L0) dan gum arab sebesar 67,80 (P2L0), warna a* tertinggi maltodekstrin&#xD;
5,80 (P1L0) dan gum arab sebesar 6,23 (P2L0), warna b* tertinggi maltodekstrin -&#xD;
23,20 (P1L0) dan gum arab sebesar 12,20 (P2L0), chroma tertinggi maltodekstrin&#xD;
23,92 (P1L0) dan gum arab sebesar 12,84 (P2L0), hue tertinggi maltodekstrin 84,58&#xD;
(P1L3) dan gum arab sebesar 72,18 (P2L3), ∆E* tertinggi maltodekstrin 20,39&#xD;
(P1L3) dan gum arab sebesar 18,62 (P2L3)</description>
      <pubDate>Thu, 10 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2221</guid>
      <dc:date>2025-07-10T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

