<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/259</link>
    <description />
    <pubDate>Sat, 25 Apr 2026 09:31:01 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-25T09:31:01Z</dc:date>
    <item>
      <title>Perencanaan Geometrik, Tebal Perkerasan Dan Rencana Anggaran Biaya(Rab)Jalan Wouma-Wesakma, Kabupatenjayawijayadengan Metode Bina Marga</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/517</link>
      <description>Title: Perencanaan Geometrik, Tebal Perkerasan Dan Rencana Anggaran Biaya(Rab)Jalan Wouma-Wesakma, Kabupatenjayawijayadengan Metode Bina Marga
Authors: Huby, Nikita Ningsih
Abstract: Ruas jalan Wouma Wesakma merupakan jalan Arteri kelas II yang merupakan jalan penghubung antar&#xD;
kabupaten pemekaran di Kabupaten Jayawijaya. Sebagian besar bagian jalan ini masih berbentuk tanah&#xD;
bebatuansehingga dapat menyebabkan kecelakaan bagi pengendara dan menghambat aktivitas&#xD;
perekonomian masyarakat. Kendaraan yang sering melewati jalan tersebut diantaranya adalahbeberapa&#xD;
jenis kendaraan kecil, kendaraan sedang hingga kendaraan besar.Dengan kondisi jalan seperti ini, maka&#xD;
perlu dilakukan perencanaan jalan dengan biaya seefisien mungkin.Tujuan dari studi ini adalah untuk&#xD;
merencanakan geometrik jalan, perkerasan lentur serta Rencana Anggaran Biaya jalan Wouma –&#xD;
Wesakma.&#xD;
Dalam studi ini diperlukan data-data penunjang perencanaan diantaranya: peta lokasi, data Lalu Lintas&#xD;
Harian,data Benkelman beam, data curah hujan, dan data California Bearing Ratio (CBR). Dari hasil&#xD;
data yang diperoleh maka dilakukan perencanaan untuk geometrik jalan, perkerasan lentur dan Rencana&#xD;
Anggaran Biaya (RAB) dengan Metode Bina Marga.&#xD;
Dari hasil perencanaan diperoleh tipe lengkung SCS – SCS = (Spiral Circle Spiral) dengan panjang jalan&#xD;
866,81 m, untuk perkerasan diperoleh tebal lapisan perkerasan D1= 10 cm, D2= 25 cm, D3 58 cm dan&#xD;
total biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 127142668,4.Pada perencanaan ini, diharapkan dapat menjadi&#xD;
referensi bagi stakeholder dalam merencanakan jalan yang lebih baik dengan biaya yang terekonomis&#xD;
sehingga dapat mengatasi permasalahan pada ruas jalan tersebut.</description>
      <pubDate>Fri, 14 Jun 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/517</guid>
      <dc:date>2019-06-14T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Pengaruh Temperature Treatment Plafon Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Matrix Epoxy Ditinjau Terhadap Kekuatan Lentur</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/516</link>
      <description>Title: Analisis Pengaruh Temperature Treatment Plafon Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Matrix Epoxy Ditinjau Terhadap Kekuatan Lentur
Authors: Kurnia, Yohan Ade
Abstract: Perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang teknologi bahan konstruksi&#xD;
semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan material komposit&#xD;
untuk diaplikasikan pada berbagai bidang kehidupan. Komposit merupakan&#xD;
gabungan dari dua atau lebih fase yang menyatu menjadi satu bahan. Komposit&#xD;
serat alam dapat diaplikasikan dalam konstruksi non-struktural, salah satunya&#xD;
adalah sebagai plafon. Plafon komposit terdiri dari matrix dan reinforcement.&#xD;
Dalam penelitian ini dianalisis pengaruh temperature treatment plafon komposit&#xD;
serat rumput payung (cyperus alternifolius) dengan matrix epoxy ditinjau terhadap&#xD;
kekuatan lentur dengan variasi temperature treatment tanpa pemanasan, 90˚C,&#xD;
100˚C, dan 110˚C dengan durasi waktu 1 jam. Pada masing-masing variasi dibuat&#xD;
spesimen uji lentur berlawanan serat dan searah serat yang mengacu pada ASTM&#xD;
C367/367M-09 untuk memeroleh hasil bacaan P dan ∆. Dari data yang diperoleh&#xD;
akan dianalisis nilai Pmax dan MOR untuk mengetahui pengaruh temperature&#xD;
treatment terhadap kekuatan mekanik spesimen. Setelah dilakukan proses&#xD;
temperature treatment, spesimen mengalami keretakan pada bagian matrix tetapi&#xD;
pemanasan meningkatkan pengikatan antara matrix dan reinforcement.&#xD;
Meningkatnya kekuatan spesimen dengan adanya temperature treatment yang&#xD;
ditunjukkan dengan garis trendline yang semakin meningkat seiring dengan&#xD;
bertambahnya suhu pemanasan. Prosentase standart deviasi Pmax dan MOR untuk&#xD;
spesimen berlawanan serat sebesar 17,86% lebih besar dari 10% yang&#xD;
menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap kekuatan lentur.&#xD;
Keruntuhan yang terjadi pada spesimen tidak sampai patah hanya dalam kondisi&#xD;
melengkung saat spesimen menerima beban maksimum, hal ini dikarenakan sifat&#xD;
dari rumput payung yang ulet. Sehingga komposit rumput payung ini baik jika&#xD;
diaplikasikan sebagai plafon.</description>
      <pubDate>Sat, 15 Jun 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/516</guid>
      <dc:date>2019-06-15T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Pengekangan Serat Dan Pengepresan Lamina Terhadap Kekuatan Lentur Plafon Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Matrix Epoxy</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/515</link>
      <description>Title: Pengaruh Pengekangan Serat Dan Pengepresan Lamina Terhadap Kekuatan Lentur Plafon Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Matrix Epoxy
Authors: Febrianto, Romanus Rizal
Abstract: Dewasa ini teknologi pada dunia konstruksi berkembang dengan cepat&#xD;
dengan perkembangan yang sangat cepat banyak inovasi yang muncul pada dunia&#xD;
konstruksi salah satunya pada bidang material. Pemanfaatan serat rumput payung&#xD;
sebagai komposit adalah salah satu inovasi perkembangan teknologi dalam bidang&#xD;
material. Serat rumput payung memiliki zat-zat organik yang perlu dilakukan&#xD;
perawatan untuk mendapatkan kekuatan mekanis yang maksimal dalam penelitian&#xD;
ini akan ditinjau pengaruh pengekangan serat dan pengaruh pengepresan lamina&#xD;
terhadap kuat lentur plafon komposit serat rumput payung. Perawatan permukaan&#xD;
serat dengan melakukan perendaman serat pada alkali akan menghasilkan daya&#xD;
lekat yang baik antara matrix dan serat. Bentuk serat dan kepadatan spesimen&#xD;
mempengaruhi kekuatan mekanis benda uji. Pengekangan serat dan pengepresan&#xD;
yang baik akan menghasilkan kekuatan mekanis yang tinggi. Variasi perendaman&#xD;
alkali pada penelitian ini adalah 0 jam (tanpa perendaman alkali), 1 jam, 2 jam&#xD;
dan 3 jam dengan konsentrasi larutan alkali 5%. Pada masing-masing variasi&#xD;
perendaman dibuat spesimen uji lentur material dengan mengacu pada ASTM&#xD;
C367/367M – 09 untuk menghasilkan data P dan Δ data yang telah di peroleh&#xD;
selanjutnya dilakukan analisis kekuatan lentur. Hasil analisis di bandingkan&#xD;
dengan hasilpenelitian terdahulu guna mengetahui pengaruh pengekangan dan&#xD;
pengepresan ditinjau dari kekuatan lentur. Dari hasil perbandingan didapatkan&#xD;
pengaruh yang sangat tinggi, dengan peningkatan hasil pengujian Pmax&#xD;
peningkatan sebesar 91.47%, Δ mengalami penurunan sebesar 25.05%, Hasil&#xD;
Modulus Of Rupture mengalami peningkatan sebesar 96.09%.</description>
      <pubDate>Sat, 15 Jun 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/515</guid>
      <dc:date>2019-06-15T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Bangunan Atas Jembatan Rangka Baja Portal Terbuka</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/514</link>
      <description>Title: Analisis Bangunan Atas Jembatan Rangka Baja Portal Terbuka
Authors: Prasetya, Richard Ardi
Abstract: Perkembangan infrastruktur di Indonesia yang menjadi fokus utama&#xD;
pemerintah dalam mengembangkan perkembangan sosial budaya dan ekonomi.&#xD;
Pembangunan jembatan merupakan salah satu infrastruktur yang menjadi faktor&#xD;
penting dalam sarana pengembangan berbagai sektor di Indonesia. Penggunaan&#xD;
material baja sebagai material jembatan rangka baja berdasarkan pertimbangan&#xD;
kekuatan baja yang lebih kuat dan tahan lebih lama terhadap kondisi cuaca dan&#xD;
beban yang diterima, material baja juga mudah diperoleh di sekitar masyarakat,&#xD;
dapat diterapkan untuk pembangunan jembatan dalam bentang panjang, serta&#xD;
memiliki estetika yang lebih baik terhadap lingkungan. Konsep perencanaan yang&#xD;
diterapkan adalah konsep batas ultimit atau konsep Load and Resistance Factor&#xD;
Design (LRFD). Konsep LRFD merupakan perhitungan beban dan penampang&#xD;
yang dikondisikan akan terjadi sampai mencapai batas maksimum. Sehingga&#xD;
konsep tersebut saat ini lebih banyak digunakan karena dalam penerapannya&#xD;
menggunakan faktor keamanan yang lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan&#xD;
menghasilkan sebuah analisis bangunan atas jembatan rangka baja portal terbuka.&#xD;
Data analisis adalah jembatan dengan bentang 40 m, lebar 9 m, dan tinggi 5 m.&#xD;
Profil yang digunakan untuk gelagar memanjang adalah WF 300x200, profil&#xD;
gelagar melintang adalah WF 900x300, profil gelagar induk adalah WF 400x400,&#xD;
profil ikatan angin adalah WF 350x350. Proses perhitungan mulai dari pemilihan&#xD;
dimensi dan ukuran yang akan digunakan hingga pengecekan kekuatan penampang&#xD;
dan merencanakan sambungan yang diperlukan. Analisis yang dilaksanakan harus&#xD;
memenuhi konsep LRFD sehingga perencanaan bangunan atas jembatan rangka&#xD;
baja portal terbuka layak untuk diterapkan pada proses pembangunan jembatan.&#xD;
Hasil rasio dari analisis pada gelagar memanjang yaitu 4,7; pada gelagar melintang&#xD;
yaitu 7,6; pada gelagar induk tekan yaitu 20,5 dan tarik yaitu 4,7; pada ikatan angin&#xD;
tekan yaitu 1,1 dan tarik yaitu 1,2. Kesimpulan hasil analisis terdapat penampang&#xD;
yang terlalu kuat dan terdapat penampang yang efisien karena nilai rasio tidak lebih&#xD;
dari 10.</description>
      <pubDate>Sat, 12 Jan 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/514</guid>
      <dc:date>2019-01-12T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

