<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/756</link>
    <description />
    <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:00:47 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-26T21:00:47Z</dc:date>
    <item>
      <title>Analisis Pengaruh Variasi Larutan Elektrolit (Nahco3, Ch3Cooh, Dan Nacl) Terhadap Produksi Gas Hidrogen Hasil Elektrolisis H2O</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/839</link>
      <description>Title: Analisis Pengaruh Variasi Larutan Elektrolit (Nahco3, Ch3Cooh, Dan Nacl) Terhadap Produksi Gas Hidrogen Hasil Elektrolisis H2O
Authors: Pradana, Andreas Jossi Handi
Abstract: Pada era saat ini banyak orang berlomba—lomba untuk mengembangkan&#xD;
suatu energi terbarukan untuk menggantikan sumber energi alam yang mulai&#xD;
menipis. Berdasarkan perkembangan saat ini penulis ikut berpartisipasi dalam&#xD;
perkembangan energi terbarukan dengan cara membuat hidrogen dengan sumber&#xD;
energi dari air (H2O) melalui proses elektrolisis dengan menggunakan generator&#xD;
HHO tipe dry cell. Penelitan dilakukan mengunakan perbandingan mol zat terlarut&#xD;
dan zat pelarut (H2O) yaitu 1:12 untuk setiap larutan elektrolit dan sensor MQ-2&#xD;
untuk mengukur konsentrasi gas hidrogennya. Vaiabel tetap pada penelitan ini&#xD;
adalah 240 ml air dan 15volt daya listrik, variabel bebas yaitu jumlah NaCl,&#xD;
CH3COOH dan NaHCO3 yang dilarutkan kedalam 240 ml air sebagai elektrolit.&#xD;
Dari variasi larutan elektrolit (NaCl, CH3COOH dan NaHCO3) mendapatkan data&#xD;
nilai kosentrasi gas hidrogen dan luasan nyala api. Setelah di lakukan penelitian&#xD;
mengasilkan data nilai kosentrasi gas hidrogen NaCl sebesar 891,0 ppm dengan&#xD;
luas nyala api 12,64 mm2&#xD;
, nilai kosentrasi gas hidrogen CH3COOH sebesar 917,33&#xD;
ppm dengan luas nyala api 16,46 mm2&#xD;
dan nilai kosentrasi gas hidrogen NaHCO3&#xD;
sebesar 980,67 ppm dengan luas nyala api 17,47mm2&#xD;
. Berdasarkan pengolahan data&#xD;
yang telah dilakukan, diperoleh hasil larutan elektrolit terbaik dalam menghasilkan&#xD;
gas hidrogen adalah NaHCO3 dengan nilai kosentrasi gas hidrogen sebesar 980,67&#xD;
ppm dengan luas nyala api 17,47mm2&#xD;
.</description>
      <pubDate>Wed, 14 Jul 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/839</guid>
      <dc:date>2021-07-14T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Perhitungan Hasil Gaya Pemotongan Pada Batang Rumput Payung Menggunakan Variasi Kecepatan Putar 50 Rpm Dan 70 Rpm</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/759</link>
      <description>Title: Perhitungan Hasil Gaya Pemotongan Pada Batang Rumput Payung Menggunakan Variasi Kecepatan Putar 50 Rpm Dan 70 Rpm
Authors: Irianto, Reno Rinaldo Kristian
Abstract: Pada Penelitian ini bertujuan untuk memvariasi alat potong batang rumput payung&#xD;
dipenelitian sebelumnya mendapatkan hasil potong batang rumput payung yang&#xD;
tercacah sehingga dalam penggunaan dari alat tersebut hanya mempunyai satu&#xD;
fungsi yaitu mencacah rumput payung, sehingga pada penelitian kali ini bertujuan&#xD;
untuk menambah fungsi dengan variasi potong sesuai dengan ukuran dengan cara&#xD;
mereduksi kecepatan potong dan pada penelitian ini bertujuan untuk melihat gaya&#xD;
potong yang terjadi pada saat proses pemotongan pada batang rumput payung dan&#xD;
pengaruh kecepatan potong terhadap hasil potong berdasarkan nilai ketepatan pada&#xD;
setiap ukuran potong melihat kecepatan mana yang lebih baik. Metode yang&#xD;
digunakan untuk mencari gaya potong yang terjadi dengan perhitungan yang&#xD;
nantinya hasil dari perhitungan dibandingkan dengan nilai aktual pada saat&#xD;
pengambilan data, metode pengambilan data dengan mencari pengaruh dari&#xD;
kecepatan putar dengan analisis dari jumlah cacat ukuran dan cacat potong pada&#xD;
hasil pemotongan. Kecepatan yang digunakan adalah 50 rpm dan 70 rpm dengan&#xD;
ukuran potong 3 cm, 5 cm, dan 7 cm, kemudian dilakukan pengambilan data pada&#xD;
setiap spesimen dengan cara memotong batang rumput payung dimulai pada ukuran&#xD;
3 cm dengan waktu 5 detik menghasilkan berapa potongan serta cacat potong yang&#xD;
terjadi dihitung presentasenya pengambilan data dilakukan hingga waktu potong 25&#xD;
detik dilakukan juga pada ukuran 5 cm dan 7 cm dengan kecepatan potong 50 rpm&#xD;
dan 70 rpm yang nantinya data tersebut dibandingkan dengan jumlah hasil potong&#xD;
yang dihasilkan secra teoritis. Pada kecepatan potong 50 rpm didapatkan standard&#xD;
error yang lebik baik dibandingankan data lainnya yaitu pada ukuran potong 5 cm&#xD;
0,01054284119, dengan presentase cacat potong yang terjadi stabil disetiap waktu&#xD;
pemotongan.</description>
      <pubDate>Mon, 25 Jan 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/759</guid>
      <dc:date>2021-01-25T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Variasi Pembebanan (35 Kg, 40 Kg, 45 Kg) Pada Rol Tekan Beralur Terhadap Kekuatan Tarik Serat Rumput Payung</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/758</link>
      <description>Title: Pengaruh Variasi Pembebanan (35 Kg, 40 Kg, 45 Kg) Pada Rol Tekan Beralur Terhadap Kekuatan Tarik Serat Rumput Payung
Authors: Palatira, Dismas Anom
Abstract: Pada era saat ini banyak orang berlomba—lomba untuk mengembangkan suatu&#xD;
material menjadi lebih dengan cara membuat material dengan bahan komposit.&#xD;
Material dengan bahan komposit memiliki sifat—sifat material yang lebih baik&#xD;
dibandingkan dengan material biasa. Berdasarkan perkembangan saat ini penulis&#xD;
ikut berpartisipasi dalam perkembangan material komposit dengan cara membuat&#xD;
suatu serat (fiber) dari rumput payung yang digunakan untuk membuat material&#xD;
komposit. Penulis menggunakan mesin rol tekan beralur untuk membuat serat&#xD;
rumput payung, dengan menggunakan variasi pembebanan 35kg, 40kg dan 45kg,&#xD;
rumput payung yang telah dirol kemudian dilihat struktur serat apakah terjadi&#xD;
kerusakan atau perpatahan kemudian setiap pembebanan diambil 3 sampel serat dan&#xD;
dilakukan pengujian tarik untuk meperoleh nilai kekuatan tarik maksimal. Setelah&#xD;
diperoleh data pengujian dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai kekuatan&#xD;
tarik maksimal dari setiap sampel. Hasil yang diperoleh dari setiap serat dengan&#xD;
nilai kekuatan tarik tertinggi adalah pembebanan 35 kg dengan kekuatan tarik&#xD;
sebesar 61,13478261MPa dengan struktur serat terbentuk dengan baik tanpa terjadi&#xD;
cacat atau perpatahan, kemudian pembebanan 40 kg dengan kekuatan tarik sebesar&#xD;
55,90645161MPa dengan struktur serat terbentuk dengan baik tanpa terjadi cacat&#xD;
dan terakhir pembebanan 45 kg dengan kekuatan tarik sebesar 28,02857143MPa&#xD;
dengan struktur serat yang terbentuk terdapat bagian serat yang patah atau cacat.&#xD;
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, serat rumput payung yang memiliki&#xD;
nilai kekuatan tarik tertinggi dan juga memiliki serat yang baik tanpa terjadinya&#xD;
kerusakan adalah serat pada pembebanan 35 kg.</description>
      <pubDate>Mon, 25 Jan 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/758</guid>
      <dc:date>2021-01-25T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Perbandingan Produksi Metana (&#x1d402;&#x1d407;&#x1d7d2;) Dan Karbondioksida (&#x1d402;&#x1d40e;&#x1d7d0;) Antara Kotoran Ternak Dengan Variasi Campuran Ampas Kopi Menggunakan Sensor Mq-4 Dan Mq-135 Berbasis Arduino Uno</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/757</link>
      <description>Title: Analisis Perbandingan Produksi Metana (&#x1d402;&#x1d407;&#x1d7d2;) Dan Karbondioksida (&#x1d402;&#x1d40e;&#x1d7d0;) Antara Kotoran Ternak Dengan Variasi Campuran Ampas Kopi Menggunakan Sensor Mq-4 Dan Mq-135 Berbasis Arduino Uno
Authors: Bellatrix, Angelica Regita
Abstract: Biogas merupakan sumber energi alternatif yang akrab di kalangan masyarakat&#xD;
Indonesia. Biogas sendiri merupakan fermentasi kotoran ternak dan air serta dapat&#xD;
dikombinasikan dengan limbah organik lainnya. Maka dari itu, penelitian ini berjudul&#xD;
Analisa Perbandingan Produksi Metana (CH4) dan Karbondioksida (CO2) antara&#xD;
Kotoran Ternak dengan Variasi Campuran Ampas Kopi Menggunakan Sensor MQ-4&#xD;
dan MQ-135 Berbasis Arduino Uno Dengan rumusan masalah bagaimana pengaruh&#xD;
produksi terhadap nilai metana dan karbondioksida menggunakan sensor MQ-4 dan&#xD;
MQ-135 berbasis Arduino Uno, serta bagaimana pengaruh penambahan variasi ampas&#xD;
kopi terhadap produksi metana dan karbondioksida. Tujuan penelitian untuk&#xD;
mengetahui pengaruh produksi terhadap nilai tertinggi metana dan karbondioksida,&#xD;
serta mengetahui pengaruh penambahan variasi ampas kopi terhadap produksi metana&#xD;
dan karbondioksida.&#xD;
Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Dengan membuat variasi&#xD;
spesimen fermentasi kotoran, air, dan ampas kopi, yang kemudian hasil produksinya&#xD;
akan di baca oleh sensor MQ-4 untuk metana, dan MQ-135 untuk karbondioksida.&#xD;
Berdasarkan analisa data yang dilakukan diketahui bahwa unsur yang terdapat dalam&#xD;
ampas kopi yang ditambahkan dapat meningkatkan laju reaksi dalam pembuatan&#xD;
biogas. Hal dibuktikan dengan nilai produksi metana tertinggi diperoleh dari spesimen&#xD;
dengan campuran ampas kopi terbanyak (444), sebesar 247,033 ppm dan produksi&#xD;
karbondioksida terbanyak didapatkan spesimen yang penambahan ampas kopinya&#xD;
lebih sedikit (441), sebesar 141,202 ppm.</description>
      <pubDate>Mon, 01 Feb 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/757</guid>
      <dc:date>2021-02-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

