<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2058" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2058</id>
  <updated>2026-04-26T17:11:15Z</updated>
  <dc:date>2026-04-26T17:11:15Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Kaji Eksperimental Variasi Media Karbon Dan Temperatur Pada Proses Hardening Terhadap Struktur Material, Nilai Kekerasan, Dan Laju Korosi Aluminium 6063</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2238" />
    <author>
      <name>Chrisnadi, Victor</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2238</id>
    <updated>2025-08-14T02:30:17Z</updated>
    <published>2024-07-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Kaji Eksperimental Variasi Media Karbon Dan Temperatur Pada Proses Hardening Terhadap Struktur Material, Nilai Kekerasan, Dan Laju Korosi Aluminium 6063
Authors: Chrisnadi, Victor
Abstract: Indonesia adalah negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah,&#xD;
namun pemanfaatannya masih belum maksimal. Sebagai contoh yaitu kelapa dan&#xD;
bambu yang belum diolah dengan baik. Kelapa dan bambu dapat diolah menjadi&#xD;
karbon melalui proses pirolisis pada temperatur 1000°C. Karbon tersebut dapat&#xD;
dimanfaatkan untuk proses hardening pada aluminium guna meningkatkan nilai&#xD;
kekerasannya. Proses hardening meliputi pemanasan, penahanan, dan pendinginan.&#xD;
Hardening dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu temperatur&#xD;
pemanasan. Dengan memvariasikan temperatur pemanasan (300°C, 400°C, 500°C)&#xD;
dan variasi media karbon untuk pendinginan, hasilnya akan diuji struktur mikro, uji&#xD;
kekerasan Vickers, dan laju korosinya. Struktur mikro material dengan variasi&#xD;
karbon kelapa atau karbon bambu menunjukkan hasil bahwa semakin tinggi&#xD;
temperatur pemanasan maka struktur permukaan dari material akan semakin halus.&#xD;
Nilai kekerasan Vickers memiliki hasil 1454,67 HV pada RAW Material, dengan&#xD;
pendinginan karbon bambu 2521,98 HV, 1391,13 HV, dan 1453 HV, sedangkan&#xD;
dengan pendinginan karbon kelapa memiliki hasil 2864,22 HV, 1967,15 HV, dan&#xD;
2579,25 HV pada variasi temperatur 300°C, 400°C, dan 500°C. Nilai laju korosi&#xD;
memiliki hasil 0,06366649 mm/year pada RAW Material, dengan pendinginan&#xD;
karbon bambu 0,06366649 mm/year, 0,10611082 mm/year, 0,06366649 mm/year,&#xD;
sedangkan dengan pendinginan karbon kelapa memiliki hasil 0,04244433 mm/year,&#xD;
0,06366649 mm/year, 0,04244433 mm/year pada variasi temperatur 300°C, 400°C,&#xD;
500°C. Kesimpulannya yaitu semakin tinggi nilai kekerasan dari aluminium, maka&#xD;
laju korosinya semakin rendah. Namun terdapat faktor-faktor lain yang&#xD;
mempengaruhi nilai kekerasan dan laju korosi material.</summary>
    <dc:date>2024-07-23T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Pengaruh Variasi Jarak Anoda-Katoda 5Cm, 10Cm, 15Cm Dan Penggunaan Aerator Pada Baja Aisi 1020 Terhadap Laju Korosi, Struktur Material, Dan Nilai Kekerasan Dalam Proses Nikel Plating</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2236" />
    <author>
      <name>Mannuel, Carlos Yoga</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2236</id>
    <updated>2025-08-14T02:20:56Z</updated>
    <published>2024-02-06T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Pengaruh Variasi Jarak Anoda-Katoda 5Cm, 10Cm, 15Cm Dan Penggunaan Aerator Pada Baja Aisi 1020 Terhadap Laju Korosi, Struktur Material, Dan Nilai Kekerasan Dalam Proses Nikel Plating
Authors: Mannuel, Carlos Yoga
Abstract: Baja AISI 1020 yang digunakan dalam komponen logam rentan terhadap korosi&#xD;
karena kadar karbonnya yang rendahnya. Electroplating dengan logam seperti&#xD;
nikel, krom, dan tembaga dapat meningkatkan kekerasan dan tampilan estetis. Nikel&#xD;
sering digunakan karena kemampuannya dalam melindungi logam dari korosi,&#xD;
memilik tampilan mengkilap, dan ketersediaan yang melimpah di Indonesia.&#xD;
Dengan memvariasikan jarak anoda-katoda (5cm,10cm,dan 15cm) dan variasi&#xD;
penggunaan aerator, hasilnya akan di uji laju korosi nya, struktur material nya dan&#xD;
nilai kekerasan Vickers nya. Nilai laju korosi tanpa variasi aerator memiliki nilai&#xD;
sebesar 0,033649937mm/year, 0,018923639mm/year, dan 0,015303234mm/year,&#xD;
sedangkan pada variasi penggunaan aerator memiliki nilai laju korosi sebesar&#xD;
0,021959889mm/year, 0,011287715mm/year, dan 0,007597349mm/year pada&#xD;
variasi jarak 5cm,10cm, dan 15cm, dapat disimpulkan jarak anoda-katoda yang&#xD;
semakin dekat dapat meningkatkan laju korosi dan merusak struktur mikro karena&#xD;
distribusi arus tidak stabil. Variasi penggunaan aerator dapat memperbaiki&#xD;
distribusi ion, mengurangi gas hidrogen, dan mengurangi cacat sehingga&#xD;
menghasilkan lapisan dengan laju korosi yang lebih rendah dan struktur mikro yang&#xD;
lebih merata. Nilai kekerasan Vickers tanpa aerator memiliki nilai 337,3VHN,&#xD;
190VHN, dan 286VHN, sedangkan dengan variasi aerator memiliki nilai&#xD;
301,67VHN, 200,33VHN, dan 339VHN pada variasi jarak 5cm,10cm, dan 15cm,&#xD;
kesimpulannya jarak anoda-katoda yang lebih jauh cenderung meningkatkan nilai&#xD;
kekerasan Vickers karena minimnya cacat pada lapisan. Penggunaan aerator juga&#xD;
meningkatkan nilai kekerasan karena distribusi nikel yang lebih merata dan padat&#xD;
sehingga mengurangi cacat dan meningkatkan kekerasan lapisan.</summary>
    <dc:date>2024-02-06T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pemanfaatan Karbon Tempurung Kelapa Dan Cangkang Sawit Sebagai Bahan Pack Carburizing Untuk Meningkatkan Kekerasan Dan Mengurangi Laju Korosi Stainless Steel Tipe 304</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2235" />
    <author>
      <name>Gemilang, Bernardus Surya Cahya</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2235</id>
    <updated>2025-08-14T02:12:02Z</updated>
    <published>2024-07-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pemanfaatan Karbon Tempurung Kelapa Dan Cangkang Sawit Sebagai Bahan Pack Carburizing Untuk Meningkatkan Kekerasan Dan Mengurangi Laju Korosi Stainless Steel Tipe 304
Authors: Gemilang, Bernardus Surya Cahya
Abstract: Baja tahan karat atau stainless steel merupakan baja paduan dengan sifat yang&#xD;
membuatnya tahan terhadap efek oksidasi dan korosi (karat). Namun, meskipun&#xD;
sifat korosi dan keausan stainless steel yang baik ada kebutuhan untuk terus&#xD;
meningkatkan performa dan umur pakai material ini, terutama dalam lingkungan&#xD;
yang sangat agresif. Salah satu pendekatan yang telah diperkenalkan adalah dengan&#xD;
mengubah struktur material menggunakan campuran berbasis karbon alami, seperti&#xD;
tempurung kelapa dan cangkang sawit. Tempurung kelapa dan cangkang sawit&#xD;
dapat diolah menjadi karbon melalui proses pirolisis pada temperatur 1000°C.&#xD;
Karbon tersebut difungsikan sebagai bahan proses Pack Carburizing dengan&#xD;
memvariasikan temperatur pemanasan (700°C, 800°C, 900°C) dan variasi jenis&#xD;
karbon tempurung kelapa dan cangkang sawit dengan berbahan dasar material&#xD;
stainless steel tipe 304 dan nantinya akan melewati proses pengujian yang meliputi;&#xD;
uji struktur mikro, uji kekerasan, dan uji laju korosi. Hasil dari pengujian struktur&#xD;
material menunjukkan bahwa adanya perubahan struktur pada permukaan&#xD;
spesimen, dimana semakin tinggi perlakuan panas yang diberikan permukaan&#xD;
spesimen akan lebih halus. Spesimen menggunakan karbon tempurung kelapa&#xD;
dengan temperatur 800°C memiliki rata-rata nilai kekerasan tertinggi dengan hasil&#xD;
2999,7333 HV dan hasil laju korosi paling rendah dengan hasil 0,006583694&#xD;
mm/year. Spesimen dengan nilai kekerasan terendah yakni 1479,9167 HV&#xD;
spesimen karbon cangkang sawit dengan temperatur 700°C dan memiliki laju&#xD;
korosi yang tinggi yaitu 0,026334776 mm/year. Kandungan karbon (C) pada&#xD;
tempurung kelapa lebih tinggi dari pada serbuk sawit sehingga mempengaruhi nilai&#xD;
kekerasan spesimen. Berdasarkan hasil analisis SEM kompisisi, diduga adanya&#xD;
kandungan silikon (Si) pada serbuk sawit yang mempengaruhi meningkatnya nilai&#xD;
kekerasan pada perlakuan panas yang tinggi.</summary>
    <dc:date>2024-07-23T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kinematika Gerakan Sealer Horizontal, Sealer Vertikal Dan Roller Penarik Pada Prototype Mesin Packaging Tempe</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2204" />
    <author>
      <name>Natanael, Abel</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2204</id>
    <updated>2025-08-13T07:10:20Z</updated>
    <published>2024-07-25T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Kinematika Gerakan Sealer Horizontal, Sealer Vertikal Dan Roller Penarik Pada Prototype Mesin Packaging Tempe
Authors: Natanael, Abel
Abstract: Mesin packaging otomatis tempe atau mesin pengemas tempe merupakan mesin yang&#xD;
digunakan untuk mengemas tempe untuk mendapatkan tempe yang higienis dan proses&#xD;
pengemasan yang cepat. Komponen-komponen utama dalam mesin pengemas tempe vertikal&#xD;
ini yaitu kerangka, horizontal sealer, vertikal sealer, roller friction, volumetric filler, system&#xD;
kontrol, roll plastik dan pelubang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana&#xD;
proses gerak beserta kecepatan gerak pada horizontal sealer, vertikal sealer, dan roller friction&#xD;
agar pergerakannya sinkron dan tidak menimbulkan tabrakan. Penelitian dilakukan dengan&#xD;
survey lapangan terlebih dahulu pada mesin vertikal filling di CV Carmel Hill, menggambar&#xD;
desain mesin dengan Autodesk Inventor, fabrikasi mesin dan analisis kinematika. Hasil&#xD;
penelitian menunjukan pada horizontal sealer, jarak stroke yaitu 62,4 mm, kecepatan sealer&#xD;
depan 64,7 mm/s, kecepatan sealer belakang 75,71 mm/s dan waktu tempuh per siklus 1,84s.&#xD;
Pada vertikal sealer jarak stroke yaitu 63 mm, kecepatan sealer kanan 54,14 mm/s, kecepatan&#xD;
sealer kiri 89,67 mm/s dan waktu tempuh per siklus 1,8s. Pada roller friction digerakan oleh&#xD;
motor stepper dengan kecepatan angular sebesar 30 rpm, dengan kecepatan penarikan plastik&#xD;
adalah 59,66 mm/s, sehingga dalam waktu 1,84s atau per siklus komponen sealer, roller dapat&#xD;
menarik plastik sepanjang maksimal 107,39 mm</summary>
    <dc:date>2024-07-25T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

