<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/391" />
  <subtitle />
  <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/391</id>
  <updated>2026-04-24T20:14:14Z</updated>
  <dc:date>2026-04-24T20:14:14Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Aktivitas Antioksidan Ubi Jalar Ungu (Ipomea Batatas Var Ayamurasaki) Selama Perkecambahan</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1242" />
    <author>
      <name>Kurnia, Yohana Eurensiani</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1242</id>
    <updated>2022-10-13T02:17:24Z</updated>
    <published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Aktivitas Antioksidan Ubi Jalar Ungu (Ipomea Batatas Var Ayamurasaki) Selama Perkecambahan
Authors: Kurnia, Yohana Eurensiani
Abstract: Antioksidan dalam pengertian kimia adalah senyawa pemberi elektron&#xD;
(electron donor), dalam arti biologis antioksidan adalah semua senyawa yang&#xD;
dapat meredam radikal bebas dan reactive oxygen species (ROS) yang bersifat&#xD;
oksidan termasuk protein pengikat logam. Antosianin merupakan senyawa&#xD;
flavonoid yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Flavonoid merupakan&#xD;
senyawa metabolit sekunder yang ada pada tanaman. Perkecambahan adalah&#xD;
serangkaian peristiwa penting yang terjadi sejak biji dorman sampai menjadi bibit&#xD;
yang sedang tumbuh (Copeland, 1976). Perkecambahan dapat meningkatkan daya&#xD;
cerna bagi manusia karena adanya proses yaitu katabolisme.&#xD;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ubi&#xD;
jalar ungu Ipomea batatas var Ayamurasaki selama masa perkecambahan.&#xD;
Senyawa antioksidan yang dimaksud adalah antosianin. Rancangan penelitian&#xD;
yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) karena bersifat&#xD;
homogen. Perlakuan perkecambahan dengan terdiri dari 4 (empat) level:&#xD;
perkecambahan selama 0 hari (kurang dari 24 jam), perkecambahan selama 5 hari,&#xD;
perkecambahan selama 10 hari dan perkecambahan selama 15 hari. Variabel&#xD;
penelitian adalah aktivitas antioksidan, antosianin dan kadar gula. Untuk&#xD;
mengetahui pengaruh dari masing – masing perlakuan dilakukan uji F (F tabel 5%&#xD;
dan 1%) dan untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan digunakan&#xD;
uji Beda Nyata Terkecil (BNT).&#xD;
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perkecambahan berpengaruh&#xD;
sangat nyata pada taraf 1% untuk kadar gula, kadar antosianin dan aktivitas&#xD;
antioksidan. Level dari perlakuan perkecambahan yang direkomendasikan untuk&#xD;
dilakukan sehingga menghasilkan kadar gula, kadar antosianin dan aktivitas&#xD;
antioksidan yang tinggi adalah level 4 (perkecambahan selama 15 hari) yang&#xD;
menghasilkan kadar gula 18%, antosianin 199,680 gr/kg dan aktivitas antioksidan&#xD;
81,424%.</summary>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Studi Mutu Pikel Jahe (Zingiber Officinalle Rosc) Diproduksi Dengan Konsentrasi Gula Dan Garam Berbeda (Nilai Ph, Total Asam, Tpc Dan Identifikasi Bal Dengan 16S Rrna)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1241" />
    <author>
      <name>Ndruru, Yodiman</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1241</id>
    <updated>2022-10-13T02:13:37Z</updated>
    <published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Studi Mutu Pikel Jahe (Zingiber Officinalle Rosc) Diproduksi Dengan Konsentrasi Gula Dan Garam Berbeda (Nilai Ph, Total Asam, Tpc Dan Identifikasi Bal Dengan 16S Rrna)
Authors: Ndruru, Yodiman
Abstract: Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan komoditas penting dalam&#xD;
pengusaha tanaman obat-obatan di Indonesia juga sebagai bahan makanan olahan&#xD;
seperti pikel jahe yang merupakan salah satu awetan jahe yang diolah dengan&#xD;
proses fermentasi. Produk ini diperoleh dari hasil fermentasi bakteri asam laktat&#xD;
yang terdapat pada permukaan rimpang jahe dan pertumbuhannya dipacu oleh&#xD;
larutan gula pasir dan garam (NaCl). Bakteri asam laktat (BAL) merupakan&#xD;
bakteri Gram positif yang tidak mempunyai sitokrom, lebih menyukai kondisi&#xD;
anarobik, tahan asam dan bersifat fermentatif&#xD;
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan percobaan dua&#xD;
faktorial yang disusun secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari&#xD;
dua faktor yaitu faktor I yaitu konsentrasi gula pasir yang terdiri dari 3 level&#xD;
masing – masing; 2%, 6%, 10% (b/v) dan faktor II yaitu konsentrasi garam&#xD;
(NaCl) yang terdiri dari 2 level masing – masing 5% dan 10% (b/v) dengan tiga&#xD;
kali ulangan. Variabel yang diamati terdiri dari nilai pH, total asam,TPC BAL,&#xD;
Identifikasi Karakteristik BAL, Identifikasi DNA BAL dengan 16SrRNA.&#xD;
Hasil pikel jahe yang terpilih adalah jahe yang difermentasi dengan&#xD;
konsentrasi gula pasir 2% dan garam (NaCl) 10% selama 7 hari dengan nilai&#xD;
pH 4,57, total asam 0,52% dan TPC BAL 4,63 CFU/ml x 106&#xD;
. Berdasarkan hasil&#xD;
analisa dengan 16SrRNA dan perhitungan kekerabatan atau kemiripan Bakteri&#xD;
Asam Laktat dengan pohon filogenik teridentifikasi jenis Lactobacillus&#xD;
plantarum strain BM4 dan Lactobacillus sp. 20(2010)</summary>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Aktivitas Antioksidan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas Var Ayamurasaki) Selama Penyimpanan Suhu 40C</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1240" />
    <author>
      <name>Merianti, Veronika</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1240</id>
    <updated>2022-10-13T02:09:33Z</updated>
    <published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Aktivitas Antioksidan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas Var Ayamurasaki) Selama Penyimpanan Suhu 40C
Authors: Merianti, Veronika
Abstract: Penyimpanan pada suhu dingin merupakan salah satu cara mempertahankan&#xD;
kesegaran ubi jalar ungu Ayamurasaki. Pendinginan akan memperlambat atau&#xD;
mencegah terjadinya kerusakan yang tidak diinginkan tanpa menimbulkan&#xD;
gangguan pada proses pematangan dan memperlambat perubahan yang tidak&#xD;
diinginkan selama penyimpanan suhu dingin. Penyimpanan suhu dingin&#xD;
khususnya pada suhu 40C dapat memperpanjang masa hidup jaringan-jaringan&#xD;
dalam bahan pangan tersebut karena aktivitas respirasi menurun dan menghambat&#xD;
aktivitas mikroorganisme.&#xD;
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Aktivitas Antioksidan Ubi Jalar&#xD;
Ungu (Ipomoea Batatas Var Ayamurasaki) Selama Penyimpanan Suhu 4&#xD;
0C.&#xD;
Hipotesis yang dapat diambil dari penelitian ini adalah: Diduga lama&#xD;
penyimpanan suhu dingin mengalami peningkatan terhadap kandungan senyawa&#xD;
antioksidan khususnya senyawa antosianin yang terdapat dalam ubi jalar ungu&#xD;
(Ayamurasaki). Tempat dan waktu penelitian. Penelitian ini dilakukan di&#xD;
Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Katolik Widya Karya Malang pada&#xD;
bulan Maret 2014. Rancangan penelitian yang digunakan dalam percobaan ini&#xD;
adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan lama penyimpanan pada&#xD;
suhu 40C terdiri dari 4 (empat) level. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak&#xD;
3 (tiga) kali. Variabel penelitian adalah aktivitas antioksidan, kadar antosianin dan&#xD;
kadar gula. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dilakukan uji F dengan&#xD;
menggunakan F Tabel 5% dan 1% untuk mengetahui perbedaan masing-masing&#xD;
perlakuan digunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT).&#xD;
Hasil analisis ragam menunjukan bahwa penyimpanan suhu 40C&#xD;
berpengaruh sangat nyata pada taraf 1% untuk aktivitas antioksidan, kadar&#xD;
antosianin dan kadar gula. Hasil yang tertinggi pada penyimpanan suhu 40C dari&#xD;
setiap perlakuan adalah pada hari ke 15 yang menghasilkan aktivitas antioksidan&#xD;
272,061%, kadar antosianin 761,059gr/kg dan kadar gula 55,333%.</summary>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Enkapsulasi Ekstrak Antosianin Ubi Jalar Varietas Ayamurasaki (Tinjauan Dari Perbandingan Ekstrak Antosianin Dengan Maltodekstrin)</title>
    <link rel="alternate" href="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1239" />
    <author>
      <name>Laia, Serfansius</name>
    </author>
    <id>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1239</id>
    <updated>2022-10-13T02:04:53Z</updated>
    <published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Enkapsulasi Ekstrak Antosianin Ubi Jalar Varietas Ayamurasaki (Tinjauan Dari Perbandingan Ekstrak Antosianin Dengan Maltodekstrin)
Authors: Laia, Serfansius
Abstract: Enkapsulasi antosianin menggunakan metode vacuum drying adalah&#xD;
pembentukan butiran-butiran bubuk, sehingga perlu ditambahkan bahan pengisi&#xD;
(filler). Enkapsulasi ekstrak antosianin dari ubi jalar ungu perlu padatan dari&#xD;
maltodekstrin untuk menangkap warna dan menyalut antosianin. Tujuan&#xD;
enkapsulasi adalah melindungi zat aktif dari faktor eksternal seperti suhu,&#xD;
kelembapan, interaksi dengan zat lain, atau radiasi UV, mereduksi evaporasi atau&#xD;
perpindahan zat aktif ke lingkungan, serta melindungi sifat tertentu dari zat aktif,&#xD;
seperti bau, flavour, dan aktivitas katalitik, serta mengubah bentuk cairan menjadi&#xD;
padatan yang lebih mudah dalam penangan.&#xD;
Pewarna makanan merupakan salah satu bahan tambahan pangan yang&#xD;
cukup penting bagi industri pangan karena peranannya untuk memperbaiki&#xD;
penampakan makanan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam percobaan ini&#xD;
adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), disusun dengan 1 (satu) faktor yaitu&#xD;
perbandingan ekstrak antosianin dengan maltodekstrin (ml/g). Terdiri dari 3 (tiga)&#xD;
perlakuan dan 3 (tiga) ulangan. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah&#xD;
kadar antosianin, aktivitas antioksidan dan warna (kecerahan L*, kemerahan a*&#xD;
dan kekuningan b*).&#xD;
Hasil penelitian perbandingan ekstrak antosianin dengan maltodekstrin yaitu&#xD;
1:2,0; 1:2,5 dan 1:3,0. Hasil pehitungan analisis ragam pada enkapsulasi ekstrak&#xD;
antosianin ubi ungu diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan 1:2,0 dengan nilai&#xD;
kadar antosianin sebesar 145,473 mg/g, aktivitas antioksidan sebesar 23,470%,&#xD;
kemerahan (a*) sebesar 35,367, dan kekuningan (b*) sebesar 5,867 sedangkan&#xD;
kecerahan (L*) tertinggi sebesar 64,967 diperoleh pada perlakuan 1:3,0. Semakin&#xD;
tinggi rasio ekstrak antosianin dan maltodekstrin akan berpengaruh pada kadar&#xD;
antosianin, aktivitas antioksidan dan warna hasil akhir.</summary>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

