<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1423">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1423</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1555" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1554" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1553" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1552" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-26T17:10:38Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1555">
    <title>Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Pada Usahatani Jagung (Zea Mays L) (Studi Kasus Pt Branitha Shandini Mosanto Desa Kidangbang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1555</link>
    <description>Title: Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Pada Usahatani Jagung (Zea Mays L) (Studi Kasus Pt Branitha Shandini Mosanto Desa Kidangbang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang)
Authors: Arsi, Florianus
Abstract: Jagung hibrida (Zea mays L) merupakan salah satu komoditas tanaman&#xD;
pangan yang baik dalam perekonomian Indonesia, karena merupakan bahan makanan&#xD;
penghasil karbohidrat kedua setelah padi. Jagung hibrida juga merupakan suatu&#xD;
makanan pokok masyarakat Indonesia, sebagai makanan ternak dan bahan baku&#xD;
industri produk makanan. Dalam usahatani jagung hibrida perusahaan bekerjasama&#xD;
dengan Kelompok Tani Mosanto, Kabupaten Malang untuk memproduksi jagung&#xD;
pembenihan, dimana perusahaan menyediakan input produksi seperti: modal, dan&#xD;
benih jagung dengan mengadakan ikatan kontrak kerja selama semusim panen, dan&#xD;
hasilnya akan dijual semua kepada perusahaan.&#xD;
Penentuan responden dalam pengambilan sampel menggunakan dengan&#xD;
teknik simple random sampling, yaitu setiap sampel yang berukuran sama memiliki&#xD;
probabilitas yang sama untuk terpilih dari populasi. Penelitian ini jumlah anggota&#xD;
Kelompok Tani jagung hibrida 200 orang menjadi pelaku dalam usahatani. Besarnya&#xD;
sampel diambil adalah dengan metode rumus Slovin menggunakan tingkat&#xD;
kekeliruan sebesar 10%. Berdasarkan hasil perhitungan, anggota Kelompok Tani&#xD;
yang dijadikan responden sebanyak 67 orang.&#xD;
Dalam penelitian ini adapun rumusan masalah yang diteliti yaitu:1.&#xD;
Bagaimanakah pengaruh faktor-faktor produksi terhadap jumlah produksi yang&#xD;
dihasilkan dalam usahatani Jagung Hibrida? 2. Bagaimanakah tingkat efisiensi teknik&#xD;
penggunaan faktor-faktor produksi usahatani jagung sudah efisien atau belum?.&#xD;
Dalam hipotesis I untuk mengetahui pengaruh faktor produksi luas lahan, benih,&#xD;
tenaga kerja, pestisida, pupuk dan modal terhadap hasil produksi jagung dengan alat&#xD;
uji asumsi klasik dan analisis regresi pada fungsi produksi cob douglass, dari 6&#xD;
(enam) Faktor produksi yang diteliti semuanya berpengaruh nyata terhadap hasil&#xD;
produksi jagung hibrida didaerah penelitian.&#xD;
Dalam hipotesis II menyatakan bahwa uji efisiensi teknis faktor produksi belum&#xD;
efisien karena dari pengolahan hasil angka menghasilkan secara keseluruhan faktor&#xD;
produksi yang digunakan semuanya belum efisien diihat dari angka koefisien regresi&#xD;
dengan melihat perbandingan elastisitas produksinya berada pada daerah I dan III&#xD;
menunjukan belum efisien dan tidak efisien.</description>
    <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1554">
    <title>Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Curahan Kerja Dalam Usahatani Pertanian Organik (Studi Kasus di Kelompok Tani Pertanian Organik Mulyo Santoso di Kecamatan Sukun Kelurahan Sukun Kota Malang</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1554</link>
    <description>Title: Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Curahan Kerja Dalam Usahatani Pertanian Organik (Studi Kasus di Kelompok Tani Pertanian Organik Mulyo Santoso di Kecamatan Sukun Kelurahan Sukun Kota Malang
Authors: Kadu, Ferdinand Leba
Abstract: Faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi curahan kerja petani, diantaranya&#xD;
adalah umur, tingkat pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, luas&#xD;
lahan, pendapatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh faktor&#xD;
sosial ekonomi terhadap curahan kerja petani dan untuk mengetahui faktor sosial&#xD;
ekonomi yang berpengaruh paling dominan terhadap curahan kerja petani&#xD;
Penelitian ini dilakukan dilakukan di Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun,&#xD;
Kota Malang. Dengan pertimbangan di Kelurahan Sukun terdapat kelompok tani&#xD;
pertanian organik. Metode pengambilan sampel yaitu menggunakan sampel random&#xD;
sampling jumlah populasi sebnyak 160 petani dan jumlah sampel yang diteliti&#xD;
sebanyak 38 petani. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier&#xD;
berganda. Berdasarkan hasil uji F secara bersama-sama (simultan) diperoleh&#xD;
hasil hasil Fhitung sebesar 2,655 dengan nilai signifikan 0,034 yang lebih kecil dari&#xD;
0,05. Hal ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan dari faktor umur,&#xD;
pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, luas lahan,&#xD;
terhadap curahan kerja petani&#xD;
Hasil uji t menunjukan bahwa secara partial hanya variabel luas lahan&#xD;
mempunyai pengaruh yang signisfikan terhadap curahan kerja petani sedangkan&#xD;
variabel lainnya umur, tingkat pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga,&#xD;
pendapatan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.&#xD;
Hasil analisis regresi untuk mengetahui variabel bebas manakah yang&#xD;
dominan pengaruhnya terhadap variabel terikat dapat dilihat dari nilai signifikan dari&#xD;
koefisien beta (β). Hasil uji koefsien beta (β) variabel luas lahan (X5) memiliki nilai&#xD;
signifikan 0,01 yang lebih kecil dari 0,05.</description>
    <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1553">
    <title>Analisis Nilai Tambah Dan Pendapatan Home Industry Kripik Tempe (Studi Kasus Home Industry Di Jalan Sanan Kota Malang)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1553</link>
    <description>Title: Analisis Nilai Tambah Dan Pendapatan Home Industry Kripik Tempe (Studi Kasus Home Industry Di Jalan Sanan Kota Malang)
Authors: Rudin, Albertus Jemirolis
Abstract: in keripik tempe cukup tinggi yaitu berkisar anatara 23% ~ 25%. Industri&#xD;
keripik tempe merupakan industri yang terkait langsung dengan komoditi kedelai&#xD;
dan tempe. Selain memiliki prospek pasar yang cukup baik akibat tingginya&#xD;
tingkat permintaan, keberadaan industri kripik tempe juga memiliki pengaruh&#xD;
yang cukup besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Tujuan pengolahan kripik&#xD;
tempe itu adalah untuk meningkatkan nilai tambah kedelai itu agar memperoleh&#xD;
nilai jual yang tinggi di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk&#xD;
mengetahui besarnya volume produksi dan harga produksi pada home industry&#xD;
kripik tempe sudah mencapai titik impas (Break Even Point). (2) untuk&#xD;
mengetahui keuntungan home industry kripik tempe. (3) untuk mengetahui&#xD;
besarnya nilai tambah yang dihasilkan dalam home industry kripik tempe&#xD;
Penelitian dilakukan pada home industry kripik tempe di jalan Sanan kota&#xD;
Malang. Penentuan responden dalam pengambilan sampel menggunakan teknik&#xD;
simple random sampling dan jumlah sampel responden pada penelitian ini adalah&#xD;
41 home industry kripik tempe. Analisis data yang digunakan untuk menguji&#xD;
hipotesis 1 menggunakan analisis break event poin (BEP), untuk menguji&#xD;
hipotesis 2 menggunakan R/C Ratio, dan untuk menguji hipotesis 3 menggunakan&#xD;
analisis nilai tambah.&#xD;
Simpulan penelitian (1) volume produksi dan harga jual kripik tempe pada&#xD;
home industry kripik tempe sudah mencapai break event point (BEP), (2) home&#xD;
industry kripik tempe sudah menguntungkan karena nilai R/C Ratio &gt; 1 sebesar&#xD;
1,12, (3) home industry kripik tempe memberikan nilai tambah sebesar Rp&#xD;
5.624,37 per kg.</description>
    <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1552">
    <title>Analisis Efisiensi Usahatani Kentang (Solanum Tuberosum L.) (Studi Kasus Di Kelompok Tani Anjasmoro Iv, Dusun Jurang Kuali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1552</link>
    <description>Title: Analisis Efisiensi Usahatani Kentang (Solanum Tuberosum L.) (Studi Kasus Di Kelompok Tani Anjasmoro Iv, Dusun Jurang Kuali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu)
Authors: Dupa, Yohanes Berkhmans Kletus
Abstract: Salah satu tanaman yang cocok dikembangkan untuk mengatasi masalah&#xD;
pangan dan ekonomi adalah tanaman kentang (Solanum tuberosum L.). Kentang&#xD;
adalah komoditas sayuran dengan kegunaan ganda, yaitu sebagai sayuran dan&#xD;
substitusi karbohidrat (Duriat dkk, 2006). Kentang juga bisa menjadi bahan pangan&#xD;
alternatif pengganti beras dan jagung serta mampu menunjang program&#xD;
penganekaragaman (diversifikasi) pangan.&#xD;
Penentuan daerah penelitian secara sengaja di Dusun Jurang Kuali, Desa&#xD;
Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Pemilihan sampel dilakukan&#xD;
secara sengaja (Purposive) pada kelompok tani Anjasmoro IV. Mengingat jumlah&#xD;
anggota kelompok tani Anjasmoro IV yang mengusahatanikan kentang sebanyak&#xD;
45 orang anggota tani, maka jumlah sampel penelitian adalah sampel homogen&#xD;
yaitu sebanyak 45 orang anggota tani pada kelompok tani tersebut semuanya&#xD;
dijadikan sampel.&#xD;
Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi fungsi produksi CobbDouglass, analisis Break Even Point, pengujian tingkat efisiensi meliputi efisiensi&#xD;
teknis, harga dan ekonomis. Faktor produksi yang dianalisis yaitu luas lahan,&#xD;
jumlah bibit, jumlah pupuk kandang, jumlah pupuk kimia, jumlah pestisida, dan&#xD;
jumlah tenaga kerja (HOK).&#xD;
Uji F, nilai Fhitung (15,471) &gt; Ftabel (2,35) berarti secara bersama-sama dari&#xD;
keenam variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. Uji t, terdapat 2 (dua)&#xD;
variabel bebas berpengaruh ( α 5%) yaitu jumlah pupuk kandang dan jumlah tenaga&#xD;
kerja. Rata-rata volume produksi petani 34.497,69 kg/ha &gt; volume BEP 12.074,05&#xD;
kg, maka terima H0 tolak H1, artinya volume produksi sudah mencapai titik impas,&#xD;
petani untung. Rata-rata harga jual petani sebesar Rp 4222,2 per kg &gt; harga BEP&#xD;
1.477,752 per kg. Maka, terima H0 tolak H1, artinya harga jual kentang di tingkat&#xD;
petani sudah mencapai BEP, petani untung. Satu variabel yang belum mencapai&#xD;
efisiensi teknis, yaitu jumlah pestisida yang dilihat dari elastisitas produksi bernilai&#xD;
negatif &lt; 0, berada pada daerah produksi irasional (Tahap III). Untuk efisiensi&#xD;
harga dan ekonomi, penggunaan faktor produksi dari keenam variabel tidak efisien,&#xD;
hal ini dikarenakan NPM (Nilai Produk Marginal) dari masing-masing faktor&#xD;
produksi tersebut &lt; 1. Berarti penggunaan faktor produksi harus dikurangi sehingga&#xD;
terciptanya kedua efisiensi.</description>
    <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

