<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1433">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1433</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1677" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1676" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1674" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1672" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-26T17:09:56Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1677">
    <title>Pembuatan Es Krim Tape Singkong Kajian Lama Fermentasi Dan Penambahan Tape Terhadap Sifat Fisik, Kimia Dan Organoleptik Es Krim</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1677</link>
    <description>Title: Pembuatan Es Krim Tape Singkong Kajian Lama Fermentasi Dan Penambahan Tape Terhadap Sifat Fisik, Kimia Dan Organoleptik Es Krim
Authors: Astuti, Dyah Yuni
Abstract: Es krim merupakan makanan beku bertekstur lembut dengan rasa yang&#xD;
diinginkan konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama&#xD;
fermentasi dan penambahan tape serta interaksi keduanya terhadap sifat fisik,&#xD;
kimia dan organoleptik es krim.&#xD;
Metode yang digunakan rancangan faktorial dengan Rancangan Acak&#xD;
Kelompok. Masing-masing faktor berlevel 3 dan ulangan sebanyak 3 kali.&#xD;
Variabel pengamatan meliputi analisa sifat fisik, kimia dan organoleptik. Metode&#xD;
analisa data untuk parameter fisik, kimia menggunakan ANOVA, Uji BNT dan&#xD;
Uji Jarak Duncan sedangkan parameter organoleptik menggunakan metode&#xD;
Friedman. Penentuan perlakuan terbaik dengan metode de Garmo.&#xD;
Lama fermentasi yang berpengaruh pada hari ke-4 pada parameter kimia&#xD;
berupa alkohol, hari ke-6 pada parameter fisik berupa kecepatan meleleh dan&#xD;
parameter kimia berupa gula reduksi, alkohol serta hari ke-8 pada parameter fisik&#xD;
berupa kecepatan meleleh dan parameter kimia berupa gula reduksi dan alkohol.&#xD;
Penambahan tape berpengaruh dengan penambahan 300 gram pada parameter&#xD;
kimia berupa alkohol, penambahan 400 gram pada parameter fisik berupa&#xD;
kecepatan meleleh; parameter kimia berupa gula reduksi dan alkohol serta&#xD;
penambahan 500 gram pada parameter fisik berupa kecepatan meleleh; parameter&#xD;
kimia berupa gula reduksi dan alkohol. Interaksi perlakuan berpengaruh nyata&#xD;
pada parameter kimia berupa lemak dan sangat nyata pada parameter kimia&#xD;
berupa gula dan alkohol; parameter organoleptik berupa rasa, aroma dan tekstur.&#xD;
Perlakuan terbaik didapatkan pada L3T1 dengan parameter fisik meliputi:&#xD;
kecepatan meleleh 6,33 menit/1 gram; parameter kimia meliputi gula reduksi&#xD;
3,58%, alkohol 0,63% dan lemak 1,67%; parameter organoleptik yang meliputi:&#xD;
rasa 1,90 (agak suka), aroma 2,47 (suka) dan tekstur 2,67 (lembut).</description>
    <dc:date>2011-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1676">
    <title>Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Stabilizer Terhadap Sifat Fisik, Kimia, Dan Organoleptik Soyghurt (Yoghurt Kedelai)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1676</link>
    <description>Title: Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Stabilizer Terhadap Sifat Fisik, Kimia, Dan Organoleptik Soyghurt (Yoghurt Kedelai)
Authors: Yuliana, Han
Abstract: Parameter mutu fisik utama produk yoghurt atau soyghurt adalah&#xD;
stabilitas/kemantapan dan konsistensi emulsi produk berupa viskositas atau&#xD;
kekentalan yang dapat ditunjang dengan pemakaian stabilizer. Jenis stabilizer yang&#xD;
digunakan dalam penelitian ini adalah karagenan dan agar-agar. Karagenan dapat&#xD;
membentuk gel termis yang dapat balik (reversible) sedangkan gel agar-agar bersifat&#xD;
mudah rusak, namun mantap pada pH 4,5-9.&#xD;
Analisa dalam penelitian ini yaitu analisa fisik: viskositas, stabilitas; analisa&#xD;
kimia: kadar asam laktat, pH, kadar protein, kadar air, total padatan, dan analisa&#xD;
organoleptik: warna, rasa, aroma, dan tekstur. Data yang diperoleh melalui ketiga&#xD;
analisa tersebut dianalisa dengan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara&#xD;
faktorial dengan 2 (dua) faktor dan 3 (tiga) kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis&#xD;
stabilizer, terdiri dari 2 level yaitu karagenan dan agar-agar dan faktor kedua adalah&#xD;
konsentrasi stabilizer, terdiri dari 4 level yaitu 0,5% (b/v), 0,75% (b/v), 1% (b/v),&#xD;
1,25% (b/v). Untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing perlakuan dilakukan&#xD;
uji F dengan membandingkan F hitung dengan F tabel 5% dan 1%. Bila F hitung&#xD;
lebih besar daripada F tabel artinya terdapat pengaruh, lalu dilakukan uji lanjutan&#xD;
untuk mengetahui perbedaan dari tiap interaksi perlakuan sebanyak 8 perlakuan&#xD;
dengan Uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test).&#xD;
Berdasarkan hasil analisis ragam, interaksi perlakuan berpengaruh nyata&#xD;
terhadap viskositas dan stabilitas; tidak berpengaruh nyata terhadap pH, kadar asam&#xD;
laktat, kadar protein, kadar air, total padatan. Uji organoleptik dengan metode&#xD;
Kruskal-Wallis, interaksi perlakuan dengan panelis berpengaruh sangat nyata&#xD;
terhadap tingkat kesukaan pada tekstur soyghurt 2,578 (suka) dan interaksi perlakuan&#xD;
dengan panelis tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan pada warna, rasa,&#xD;
aroma soyghurt. Perlakuan terbaik pada J2S2 (stabilizer agar-agar pada konsentrasi&#xD;
0,75%) berdasarkan pada nilai viskositas: 7,233 d.Pas; stabilitas: 59,667%; kadar&#xD;
asam laktat: 1,933%; pH: 4,567; kadar protein: 4,371%; kadar air: 87,123%; total&#xD;
padatan: 12,877%; warna soyghurt: putih keabu-abuan; rasa: asam; aroma: khas dan&#xD;
agak langu; tekstur: kental.</description>
    <dc:date>2011-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1674">
    <title>Studi Proporsi Agar-Agar Dan Gelatin Terhadap Sifat Fisik, Kimia Dan Organoleptik Permen Jelly Jambu Biji (Psidium Guajava. L)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1674</link>
    <description>Title: Studi Proporsi Agar-Agar Dan Gelatin Terhadap Sifat Fisik, Kimia Dan Organoleptik Permen Jelly Jambu Biji (Psidium Guajava. L)
Authors: Theopilus, Evlian
Abstract: Permen jelly jambu biji merupakan suatu produk yang berbentuk padat&#xD;
yang teksturnya relatif lunak bila dikunyah, jernih dan elastis. Bahan yang&#xD;
digunakan dalam pembuatan permen jelly harus memenuhi syarat yaitu&#xD;
mengandung: pektin, gula, asam, pengenyal. Bahan pengenyal yang digunakan&#xD;
dalam penelitian ini adalah agar-agar dan gelatin. Konsentrasi Gelatin yang&#xD;
digunakan sama dengan konsentrasi agar-agar yaitu 10 gr, 15 gr dan 20 gr.&#xD;
Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan faktorial yang&#xD;
disusun secara Rancangan Acak Kelompok, yang terdiri dari 2 faktor yaitu agaragar dan gelatin (masing-masing 3 level yaitu 10 gr, 15 gr, dan 20 gr). Untuk&#xD;
mengetahui pengaruh dari masing-masing perlakuan dilakukan uji F dengan&#xD;
membandingkan F hitung dengan F tabel 5% dan 1%. Bila F hitung lebih besar&#xD;
daripada F tabel artinya terdapat pengaruh, lalu dilakukan uji lanjutan untuk&#xD;
mengetahui perbedaan dari tiap interaksi perlakuan sebanyak 9 perlakuan dengan&#xD;
Uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Jika interaksi dari kedua faktor tidak&#xD;
berpengaruh, maka dilakukan uji BNT (beda nyata terkecil) untuk masing-masing&#xD;
faktor.&#xD;
Berdasarkan hasil analisis ragam, interaksi perlakuan berpengaruh sangat&#xD;
nyata pada kadar air, elastisitas dan warna kuning (b*); berpengaruh nyata pada&#xD;
warna kecerahan (L*) dan warna merah (a*). Uji organoleptik yang dilakukan&#xD;
dengan metode friedman, memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap&#xD;
tingkat kesukaan rasa 3,144 (suka), warna 3,511 (agak suka), serta tidak&#xD;
berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan tekstur. Perlakuan terbaik diperoleh&#xD;
pada perlakuan penggunaan agar-agar 15gr dan gelatin 10gr dengan paremeter&#xD;
kimia: kadar air 34,510%; elastisitas 89,561 m/N; kecerahan Warna (L*) 37,3;&#xD;
warna merah (a*) 15,9; warna kuning (b*) 11,133; warna 3,511 (agak suka), rasa&#xD;
3,144 (suka), serta tekstur 3,878 (agak suka), dengan nilai HPP sebesar Rp.&#xD;
8.269,-/40gr permen jelly.</description>
    <dc:date>2011-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1672">
    <title>Pengaruh Suhu Dan Lama Pembekuan Terhadap Kualitas Keripik Pepaya (Carica Papaya L.) (Kajian Sifat Kimia, Fisik, Organoleptik Dan Analisis Usaha Dalam Industri Kecil)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1672</link>
    <description>Title: Pengaruh Suhu Dan Lama Pembekuan Terhadap Kualitas Keripik Pepaya (Carica Papaya L.) (Kajian Sifat Kimia, Fisik, Organoleptik Dan Analisis Usaha Dalam Industri Kecil)
Authors: Loba, Heronima Emiliani
Abstract: Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pembekuan&#xD;
terhadap sifat kimia, fisik, organoleptik dan analisis usaha dalam industri kecil&#xD;
keripik pepaya. Manfaatnya untuk memberi informasi ilmiah pengaruh suhu dan&#xD;
lama pembekuan serta informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan pepaya&#xD;
menjadi keripik.&#xD;
Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan faktorial disusun&#xD;
secara RAK dengan 2 faktor: suhu pembekuan (-20oC dan -30&#xD;
oC) dan lama&#xD;
pembekuan (5 jam, 10 jam dan 15 jam) dengan 3 kelompok. Data dianalisis&#xD;
dengan ANOVA. Untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing perlakuan&#xD;
dilakukan uji F dengan membandingkan F hitung dengan tabel F 5% dan 1%.&#xD;
Selanjutnya dilakukan uji BNT. Uji organoleptik menggunakan uji friedman dan&#xD;
pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo dan analisis usaha.&#xD;
Variabel pengamatan meliputi: kimia (kadar air dan total karoten), fisik (daya&#xD;
patah dan warna) serta organoleptik (warna, rasa dan kerenyahan).&#xD;
Hasil analisis ragam, perlakuan suhu maupun lama pembekuan&#xD;
berpengaruh pada kadar air, total karoten, daya patah, warna. Interaksi perlakuan&#xD;
berpengaruh pada sifat kimia yaitu total karoten dan kadar air. Uji organoleptik:&#xD;
interaksi perlakuan dengan panelis berpengaruh terhadap tingkat kesukaan warna&#xD;
dan kerenyahan serta tidak berpengaruh terhadap rasa. Perlakuan terbaik pada&#xD;
perlakuan suhu -30ºC dan lama pembekuan 15 jam dengan nilai: parameter kimia&#xD;
meliputi: kadar air 12% dan total karoten 2.060µg/100gr; parameter fisik meliputi:&#xD;
daya patah hari ke-1 313,51N/m, warna terang (L*) 50,43, warna merah (a*)&#xD;
41,67, warna kuning (b*) 42,7; dan parameter organoleptik meliputi: warna 6,08&#xD;
(suka), rasa 5,1 (agak suka) dan kerenyahan 5,7 (agak suka). Harga jual produk&#xD;
per 50 gram adalah Rp. 5.000.</description>
    <dc:date>2011-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

