<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/369">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/369</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/898" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/861" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/753" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/752" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-24T19:47:58Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/898">
    <title>Analisis karakteristik loncatan hidraulik melalui pintu sorong menggunakan sill</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/898</link>
    <description>Title: Analisis karakteristik loncatan hidraulik melalui pintu sorong menggunakan sill
Authors: Tjodi, Reinhart</description>
    <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/861">
    <title>Perencanaan Geometrik Alinyemen Horisontal Pada Jalan Drs. Mohammad Hatta – Panglima Sudirman, Kecamatan Junrejo, Batu (Spesifikasi Bina Marga)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/861</link>
    <description>Title: Perencanaan Geometrik Alinyemen Horisontal Pada Jalan Drs. Mohammad Hatta – Panglima Sudirman, Kecamatan Junrejo, Batu (Spesifikasi Bina Marga)
Authors: Yobee, Semuel
Abstract: Ruas jalan Drs.Mohammad – Jalan Panglima Sudirman merupakan jalan&#xD;
kolektor primer kelas II yang menghubungkan Obyek perencanaan berlokasi di&#xD;
jalan Drs. Moh Hatta – jalan Panglima Sudirman dengan jarak ± 2,93 km. Jalan&#xD;
tersebut dibatasi oleh pertigaan Dedeprejo (Barat Daya) dan pertigaan&#xD;
Karangploso (Timur Laut). Jalan ini terletak di kacamatan Junrejo dan kecamatan&#xD;
Karangploso.&#xD;
Tujuan dari obyek perencanaan ini adalah untuk merencanakan geometrik&#xD;
rencana jalan dengan Metode bina Marga dari hasil Perencanaan ini&#xD;
mengaplikasikan geometrik alinyemen horisontal yang divariasikan dengan tipe&#xD;
Full Cirle (FC), Spiral Circle Spiral (SCS) dan Spiral Spiral (SS) berdasarkan&#xD;
metode Bina Marga pada stationing 1+597 untuk mendapatkan jarak tempuh yang&#xD;
terminimum.&#xD;
Ada pun pelaksanaan perencanaan geometrik ini merujuk pada kelas jalan,&#xD;
kecepatan rencana, superlevasi maksimum dengan menggunakan sistem fc, scs, ss&#xD;
hasil analisis adalah sebagai berukut :a) Perencanaan FC yang divariasikan terhadap&#xD;
R = 500 m, 600 m, 700 m dan 2000 m berturut – turut mendapatkan jarak tempuh&#xD;
3189,28 m, 3186,69 m, 3186,18 m, dan 3151,56 m, adapun untuk R = 1000 m jarak&#xD;
tempuh tidak dihitung karena berdasarkan trend jarak tempuh FC didapatkan&#xD;
semakin besar R maka semakin kecil jarak tempuh, sehingga nilai R dihitung&#xD;
berdasarkan nilai terbesar yang diijinkan untuk FC, sedangkan untuk R = 2500 m&#xD;
jarak tempuh juga tidak dihitung karena panjang Tc melampaui panjang lengkung&#xD;
eksisting, . b) Perencanaan SCS yang divariasikan terhadap R = 400 m, 300 m dan&#xD;
250 m berturut – turut mendapatkan jarak tempuh 3192,27 m, 3195,02 m dan&#xD;
3196,14 m, c) Perencanaan SS yang divariasikan terhadap R = 400 m, 300 m, 110&#xD;
m, 100 m dan 90 m hanya menghitung jarak tempuh yang dihasilkan oleh R = 90&#xD;
m yaitu 3217,03 m, adapun jarak tempuh untuk R = 400 m, 300 m, 110 m dan 100&#xD;
m tidak dihitung karena selisih antara Ls dan Ls min terlalu besar&#xD;
Simpulan dari tugas akhir ini adalah: perencanaan fc memebrikan jark tempuh&#xD;
minmum 3151,6 m perencanaan scs memberikan jarak tempuh minimum 3192 m&#xD;
dan untuk perencanaan ss memberikan jarak 3217,03 m .</description>
    <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/753">
    <title>Variasi ketebalan komposit serat rumput payung (cyperus alternifolius) dengan matrix epoxy sebagai perkuatan lentur eksternal balok beton bertulang</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/753</link>
    <description>Title: Variasi ketebalan komposit serat rumput payung (cyperus alternifolius) dengan matrix epoxy sebagai perkuatan lentur eksternal balok beton bertulang
Authors: Cahyadi, Yohanes Sri Aji Dwi
Abstract: Industri material merupakan wujud dari perkembangan ilmu pengetahuan dan&#xD;
teknologi dalam menjawab kebutuhan jaman Dewasa ini perbaikan eksternal&#xD;
struktur adalah salah satu metode yang digunakan dalam perbaikan struktur&#xD;
konstruksi bangunan yang memerlukan perhatian khusus dari biaya yang&#xD;
digunakan. Umumnya material perbaikan struktur yang digunakan saat ini berbahan&#xD;
dasar fibre reinforced polymer (FRP) yang dapat biaya perbaikannya cukup mahal&#xD;
jika diterapkan pada rumah sederhana. Komposit merupakan material hasil&#xD;
pengabungan dari dua macam material atau lebih, yang terdiri atas matrix dan&#xD;
reinforcement. Komposit rumput payung merupakan salah satu inovasi material&#xD;
yang dapat ditawarkan sebagai solusi dalam menggantikan fibre reinforced polymer&#xD;
(FRP), karena komposit serat rumput payung (cyperus alternifolius) bahan&#xD;
materialnya yang mudah didapat dan ramah lingkungan. Sebagai upaya&#xD;
meningkatkan kekuatan lentur balok beton bertulang komposit serat rumput payung&#xD;
(cyperus alternifolius) digunakan sebagai metode perkuatan eksternal kapasitas&#xD;
lentur balok beton bertulang, dikarenakan komposit serat rumput payung (cyperus&#xD;
alternifolius) memiliki kuat tarik yang baik sehingga dapat memberi dukungan dan&#xD;
penambahan kapasitas tarik pada balok beton bertulang yang menyebabkan&#xD;
meningkatnya kapasitas lentur dari balok beton bertulang. Dalam penelitian ini&#xD;
melihat pengaruh variasi ketebalan komposit serat rumput payung (cyperus&#xD;
alternifolius) dengan matrix epoxy sebagai perkuatan lentur balok beton bertulang.&#xD;
Variasi perkuatan lentur komposit serat rumput payung (cyperus alternifolius) yang&#xD;
diberikan adalah tanpa perkuatan lentur, 5mm, 10mm, dan 15mm. Hasil penelitian&#xD;
diperoleh bahwa variasi ketebalan komposit serat rumput payung (cyperus&#xD;
alternifolius) dengan matrix epoxy berpengaruh terhadap kekuatan lentur balok&#xD;
beton bertulang. Persentase pengaruh tertinggi menunjukan 21,71% pada variasi&#xD;
perkuatan 15 mm (D) dimana nilai tersebut lebih besar dari persentase minimum&#xD;
yaitu 10%. Terjadi retak geser pada semua variasi yang menggunakan perkuatan&#xD;
komposit serat rumput payung (cyperus alternifolius), hal ini disebabkan oleh&#xD;
kenaikan kapasitas lentur dari dampak penggunaan komposit serat rumput payung&#xD;
(cyperus alternifolius) pada balok beton bertulang akan tetapi kapasitas geser masih&#xD;
tetap sehingga mengakibatkan geser. Namun nilai lendutan (Δ) tertinggi dicapai&#xD;
oleh variasi tanpa perkuatan lentur komposit serat rumput payung (cyperus&#xD;
alternifolius) yang memperoleh hasil 2113 mm.</description>
    <dc:date>2020-07-15T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/752">
    <title>Analisis Karakteristik Loncatan Hidraulik Melalui Pintu Sorong Menggunakan Baffle Block</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/752</link>
    <description>Title: Analisis Karakteristik Loncatan Hidraulik Melalui Pintu Sorong Menggunakan Baffle Block
Authors: Kambu, Hery Festus
Abstract: Konstruksi bangunan air yang digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan&#xD;
air salah satunya adalah pintu air. Pada saat pintu air dioperasionalkan dengan bukaan&#xD;
tertentu (a, dalam cm) maka akan terjadi perubahan jenis aliran subkritis (hulu pintu&#xD;
air) ke superkritis (hilir pintu air) akan mengakibatkan munculnya loncatan hidraulik&#xD;
atau disebut hydraulic jump. Loncatan hidraulik tersebut mempunyai energi yang&#xD;
cukup besar (umumnya Fr &gt; 1). Untuk meredam energi tersebut biasanya ditempatkan&#xD;
struktur tambahan, salah satunya yaitu baffle block yang diletakkan di depan hilir pintu.&#xD;
Penempatan baffle block ini bisa 1, 2 atau 3 baris dengan jarak tertentu (antar block).&#xD;
Baffle block adalah struktur tambahan yang berbentuk susunan elemen yang berfungsi&#xD;
untuk mereduksi energy yang terjadi akibat loncatan hidraulik.. Tujuan penelitian ini&#xD;
adalah untuk mengetahui loncatan hidraulik yang terjadi dengan adanya struktur&#xD;
tambahan berupa baffle block, untuk mengetahui pengaruh penggunaan baffle block&#xD;
terhadap loncatan hidraulik. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk&#xD;
mengkaji jenis loncatan hidraulik berdasar angka Froude menggunakan program Ms&#xD;
excell. Dari hasil analisis model baffle block jenis kotak (K1) dan jenis trapezium (T1,&#xD;
T2, T3, T4), diperoleh kesimpulan sebagai berikut:Jenis loncatan hidraulik yang terjadi&#xD;
secara keseluruhan adalah loncatan lemah dan termasuk aliran subkritis (nilai angka&#xD;
Froude hasil analisis keseluruhan, Fr &lt; 1)Baffle block yang dipasang 3 (tiga) baris pada&#xD;
saluran dengan jarak antar baffle block sebesar 7 mm memberi efek peredaman yang&#xD;
baik terhadap aliran yang terjadi yaitu meredam energi aliran superkritis dan&#xD;
mengkonversi menjadi aliran subkritis. Model baffle block terbaik adalah jenis T4&#xD;
berdasarkan nilai Fr &lt; 1, aliran subkritis. R2&#xD;
pada analisa trendline menunjukkan&#xD;
prosentase kecocokan titik atau sampel terhadap persamaan Y, yang dapat dijadikan&#xD;
peramalan untuk penambahan nilai variabel X.</description>
    <dc:date>2020-07-17T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

