<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/371">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/371</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1742" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/747" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/528" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/527" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-24T19:54:28Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1742">
    <title>Perlindungan Hukum Bagi Wisatawan Yang Mengalami Kecelakaan Di Jatim Park 2 (Studi Kasus Di Polres Kota Batu)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1742</link>
    <description>Title: Perlindungan Hukum Bagi Wisatawan Yang Mengalami Kecelakaan Di Jatim Park 2 (Studi Kasus Di Polres Kota Batu)
Authors: Sajoego, Francisca Agatha
Abstract: Kawasan wisata merupakan salah satu tempat yang potensial untuk&#xD;
dikembangkan dan dikelola secara maksimal karena secara langsung berhubungan&#xD;
dengan publik atau masyarakat. Pada dasarnya, keamanan suatu destinasi&#xD;
kepariwisataan dari kecelakaan ini menyangkut hak dan kewajiban dari pihak –&#xD;
pihak di dalamnya untuk menjaga kondisi aman dan nyaman. Di sisi lain&#xD;
kewajiban pengusaha pariwisata salah satunya adalah memberikan kenyamanan,&#xD;
keramahan, perlindungan keamanan, dan keselamatan wisatawan serta&#xD;
memberikan perlindungan asuransi pada usaha pariwisata dengan kegiatan yang&#xD;
berisiko tinggi.&#xD;
Skripsi ini berjudul “PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WISATAWAN&#xD;
YANG MENGALAMI KECELAKAAN DI JATIM PARK 2 KOTA BATU&#xD;
(STUDI KASUS DI POLRES KOTA BATU)”. Dua permasalahan yang&#xD;
tertuang dan dibahas dalam skripsi ini, yaitu: 1) Bagaimana upaya Polresta Batu&#xD;
dan Jatim Park 2 Batu dalam proses pelaksanaan pelindungan hukum terhadap&#xD;
kasus kecelakaan yang terjadi?; 2) Bagaimana pelaksanaan pemberian ganti rugi&#xD;
yang dilakukan oleh pihak Jatim Park 2 Batu atas kerugian yang dialami&#xD;
wisatawan akibat kelalaian pegawai?&#xD;
Penulisan skripsi ini menggunakan metode pendekatan penelitian yuridis&#xD;
empiris dengan data primer diperoleh dengan cara melakukan wawancara di&#xD;
Polres Kota Batu. Kedua, data sekunder diperoleh dengan cara mengumpulkan&#xD;
data melalui berbagai macam literatur yang ada, yaitu jurnal, skripsi, undangundang, dan internet.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kasus penyerangan harimau ini telah&#xD;
ditangani melalui proses ADR (Alternative Dispute Resolution), sehingga tidak&#xD;
sampai ke ranah pidana. Pelindungan hukum yang diberikan pada korban juga&#xD;
telah dilakukan dengan baik, sesuai dengan undang-udang yang berlaku.&#xD;
Pemberian ganti rugi pada korban juga telah dilaksanakan dengan baik dan penuh&#xD;
tanggung jawab oleh pihak pengelola dan pihak-pihak yang bersangkutan</description>
    <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/747">
    <title>Perlindungan Hukum Bagi Debitur Dalam Perjanjian Kredit Menurut Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/747</link>
    <description>Title: Perlindungan Hukum Bagi Debitur Dalam Perjanjian Kredit Menurut Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen
Authors: Erwanti, Angelia Sierly
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menjelaskan upaya&#xD;
perlindungan hukum terhadap debitur kredit tanpa agunan terkait dengan undang&#xD;
– undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.&#xD;
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum&#xD;
doktrinal normatif atau penelitian hukum kepustakaan, yaitu penelitian hukum&#xD;
yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder yang&#xD;
terdiri bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier.&#xD;
Bahan tersebut disusun secara sistematis, dikaji, kemudian ditarik kesimpulan&#xD;
dalam hubungannya dengan masalah, dikaji.&#xD;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:&#xD;
(1) Upaya perlindungan hukum terhadap debitur (nasabah) dalam perjanjian KTA&#xD;
ditinjau dari UU Perlindungan Konsumen terdapat dalam pasal 18 tentang&#xD;
Pencantuman Klausula Baku.&#xD;
(2) Bentuk penyelesaian sengketa secara hukum dalam melindungi debitur&#xD;
(nasabah) selaku konsumen dapat diselesaikan melalui 2 (dua) cara, yaitu&#xD;
penyelesaian sengketa melalui diluar pengadilan (non litigasi) dan&#xD;
penyelesaian sengketa melalui lembaga pengadilan (litigasi).&#xD;
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Kredit Tanpa Agunan, Debitur dan&#xD;
Perlindungan Konsumen.</description>
    <dc:date>2020-10-30T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/528">
    <title>Penerapan Mediasi Pada Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Studi Di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/528</link>
    <description>Title: Penerapan Mediasi Pada Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Studi Di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang)
Authors: Putri, Agnes Widiana
Abstract: Perselisihan Hubungan Industrial terjadi antara para pihak karena perbedaan pendapat&#xD;
atau cara pandangan terhadap perkara yang terjadi di perusahaan. Penyelesaiana perselesihan&#xD;
hubungan industrial yaitu kegiatan yang ada pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang&#xD;
yang banyak membidangi dengan latar belakang macam perselisihan seperti : perselisihan&#xD;
hak, perselisihan PHK, perselisihan kepentingan, perselisihan antar SP/SB. Upaya yang&#xD;
dilakukan dengan memilih menggunakan cara mediasi, konsiliasi atau arbitrase.&#xD;
Permasalahan yang dikaji dalam Skripsi adalah : 1) Bagaimana Penerapan Mediasi pada&#xD;
Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja Hubungan Kerja&#xD;
Kabupaten Malang? 2) Apakah yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat&#xD;
dalam keberhasilan perselisihan hubungan industrial pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten&#xD;
Malang?&#xD;
Penelitihan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan&#xD;
pendekatan Yuridis Sosiologis. Dengan teknik pengumpulan data yaitu : Obeservasi,&#xD;
Wawancara dan Studi Pustaka. Informan yaitu pihak Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang&#xD;
yang melakukan tugas sebagai mediator dalam menyelesaikan perselisihan hubungan&#xD;
industrial.&#xD;
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang telah berjalan sesuai dengan aturan&#xD;
Perundang–undangan yang berlaku, hal tersebut bisa dilhat dari banyak kasus yang masuk&#xD;
dan kasus tersebut telah berhasil untuk diselesaikan dengan sistem yang digunakan yaitu&#xD;
setengah kamar. Mediasi yang dilakukan pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang dalam&#xD;
penerapanya sudah berjalan lancar, hal ini terbukti dengn data yang diambil 3 (tiga) tahun&#xD;
terakhir. Penyelesaikan perselisihan hubungan industrial hal ini terbukti dari jumlah perkara&#xD;
yang masuk dengan 34 perselisihan, perkara yang diselesaikan dengan cara bipartid 19 kasus,&#xD;
untuk cara mediasi 7 kasus sedangkan 4 perkara menggunakan cara perjanjian bersama dan 4&#xD;
kasus lainnya berakhir dengan anjuran.&#xD;
Upaya yang harus dilakukan para pihak dalam menyelesaikan perselisihannya, harus&#xD;
terlebih dahulu melalui perundingan bipartid, dan didaftarkan ke Dinas jika perundingan&#xD;
tersebut gagal, perkara tersebut akan diproses dan ditawarkan menggunakan cara apakah&#xD;
dalam menyelesaikan perselisihan tersbut. Jika para pihka tidak memilih maka para pihak&#xD;
menggunakan cara mediasi dalam menyelesaikan perselisihan nya. Jika mediasi tersebut&#xD;
berhasil mediator akan membuat perjanjian bersama dan didaftrakan ke PHI, Namun para&#xD;
pihak yang tidak sepakat dalam mediasi maka mediator akan membuat anjuran tertulis kepada&#xD;
para pihak dengan jangka waktu 10 (sepuluh) hari kerja dan harus diberikan jawaban atas &#xD;
anjuran tersebut jika menolak maka pra pihak berlanjut ke Pengadilan, namun jika menerima&#xD;
barulah dibuat PB dan didaftarakan ke PHI.&#xD;
Penulis menyarankan : Hasil dari penelitian penerapan mediasi pada penyelesaian&#xD;
hubungan industrial penulis dapat menyimpulkan bahwa : (1)Penerapan Mediasi pada&#xD;
penyelesaian perselisihan hubungan industrial di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang&#xD;
sudah berjalan dengan baik sesuai dengan data yang diambil pada saat penelitian. (2)Faktor&#xD;
pendukung dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial pada Dinas Tenaga Kerja&#xD;
Kabupaten Malang dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu adanya itikad baik para pihak dalam&#xD;
proses pemanggilan oleh mediator, komunikasi yang baik antar para pihak. (3) Faktor&#xD;
penghambat dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial Dinas Tenaga Kerja&#xD;
Kabupaten Malang dipengaruhi kurangnya jumlah mediator dan tidak tersedianya ruangan&#xD;
sidang mediasi.&#xD;
Saran dari penulis&#xD;
(1) Bagi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang dalam Penerapan mediasi pada penyelesaian&#xD;
perselesihan hubungan industrial yang sudah berjalan baik perlu di tingkatkan lagi agar&#xD;
proses mediasi berjalan lebih baik lagi (2)Bagi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang perlu&#xD;
melakukan penambahan jumlah mediator dan menyediakan ruangan khusus untuk sidang&#xD;
mediasi.</description>
    <dc:date>2020-07-14T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/527">
    <title>Upaya Penegakan Hukum Terhadap Perdagangan Minuman Beralkohol Ilegal Di Kota Malang (Studi Di Polres Malang Kota)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/527</link>
    <description>Title: Upaya Penegakan Hukum Terhadap Perdagangan Minuman Beralkohol Ilegal Di Kota Malang (Studi Di Polres Malang Kota)
Authors: Febriyanti, Agatha Eka
Abstract: Skripsi ini berjudul “UPAYA PENEGAKAN HUKUM TERHADAP&#xD;
PERDAGANGAN MINUMAN BERALKOHOL ILEGAL DI KOTA MALANG”.&#xD;
Ada dua garis besar yang akan dibahas dalam skripsi ini, yaitu: 1) Bagaimana upaya&#xD;
penegakan hukum dalam penanggulangan terhadap perdagangan minuman beralkohol di&#xD;
Kota Malang?, 2) Apa saja faktor-faktor yang menghambat dalam upaya penegakan&#xD;
hukum perdagangan minuman beralkohol illegal di Kota Malang?.&#xD;
Penulis skripsi ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan yuridis&#xD;
empiris. Pendekatan empiris merupakan metode yang dipergunakan untuk menganalisa&#xD;
hukum yang dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat dimana di dalam masyarakat&#xD;
selalu terjadi interaksi dan hubungan dengan aspek kehidupan masyarakat. Penelitian&#xD;
didasarkan oleh aturan resmi yang digunakan menganalisa berbagai hukum dan aturan&#xD;
pendekatan empiris, disisi lain merupakan metode yang digunakan menganalisa hukum&#xD;
yang dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat. Disana kita dapat melihat hubungan&#xD;
kehidupan masyarakat dengan beberapa aspek hukum. Mereka selalu berinteraksi satu&#xD;
dengan yang lainnya.&#xD;
Dalam Peraturah Daerah Nomor 5 Tahun 2006 sudah diatur Tentang Pengawasan,&#xD;
Pengendalian, dan Pelarangan Penjualan Minuman Beralkohol, tetapi mengapa masih&#xD;
saja banyak para orang yang melanggar dengan memproduksi dan memberdagangkan&#xD;
minuman beralkohol tanpa ijin. Penulis berpendapat pedagang menghindari membayar&#xD;
pajak jika harus mendaftarkan ijin dagang, ini akan mengurangi keuntungan mereka.&#xD;
Minuman beralkohol berbahaya bagi kesehatan manusia. Begitu juga untuk generasi&#xD;
mendatang.&#xD;
Tetapi solusinya adalah masyarakat yang ada di sekitar dapat melakukan sesuatu&#xD;
tentang hal ini. Mereka dapat melaporkan kepada pihak yang berwajib jika mereka&#xD;
mengetahui apa yang terjadi di sekitar mereka. Polisi menghadapi hambatan dalam&#xD;
memberantas produsen dan perdagangan minuman beralkohol illegal. upaya telah dibuat&#xD;
oleh pemerintah, bagaimana memberantas masalah ini. Pemerintah dan aparat telah&#xD;
mencoba memberi sosialisasi pada masyarakat. Minuman beralkohol sangat berbahaya&#xD;
bagi kesehatan mausia terutama generasi muda.</description>
    <dc:date>2020-03-04T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

