<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/395">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/395</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1232" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1231" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1230" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1229" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-24T20:28:18Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1232">
    <title>Pengaruh Bahan Matriks Epoxy Pada Desain Bahan Komposit Dengan Bahan Dasar Serat Tanaman Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Ditinjau Dari Kekuatan Tarik</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1232</link>
    <description>Title: Pengaruh Bahan Matriks Epoxy Pada Desain Bahan Komposit Dengan Bahan Dasar Serat Tanaman Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Ditinjau Dari Kekuatan Tarik
Authors: P, Lastiko D.
Abstract: Dalam tugas akhir ini, dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik bahan&#xD;
komposit berpenguat serat rumput payung. Rumput payung digunakan karena tumbuhan tersebut&#xD;
mudah ditemukan dan memiliki serat yang kuat. Matriks komposit yang akan digunakan yaitu&#xD;
Lem Epoxy (Resin dan Hardener). Epoxy dipilih karena memilki sifat kuat jika digunakan&#xD;
sebagai bahan penguat, fleksibel dan memiliki daya rekat sangat bagus.&#xD;
Penelitian ini bertujuan mengetahui kekuatan tarik bahan komposit serat rumput payung.&#xD;
Proses penelitian terbagi dalam beberapa tahapan. Tahap pertama pembuatan spesimen komposit&#xD;
dengan masing-masing penguat dengan variasi 97.5% serat 2,5% matrik, 95% serat 5% matrik,&#xD;
92.5% serat 7,5% matrik, dan 90% serat 10% matrik. Pembuatan spesimen menggunakan metode&#xD;
eksperimental. Tahap kedua yaitu pengujian bahan komposit. Pengujian yang dilakukan yaitu uji&#xD;
tarik bahan komposit. Uji tarik dilakukan menggunakan standar ASTM D 638M-84 M-1. Tahap&#xD;
ketiga yaitu hasil analisa data dan pembahasan.&#xD;
Dari hasil penelitian diperoleh beban tarik maksimum (PT) sebesar 2325 N pada&#xD;
komposisi serat 92,5% dan matrik 7,5%. Perpindahan maksimum (ΔT) sebesar 10,79 mm pada&#xD;
komposisi serat 92,5% dan matriks 7,5%. Tegangan tarik maksimum (σT) sebesar 2325 N/mm²&#xD;
pada komposisi serat 92,5% dan matrik 7,5%.</description>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1231">
    <title>Pengaruh Bahan Matrik Semen Pada Desain Bahan Komposit Dengan Bahan Dasar Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Ditinjau Dari Kekuatan Tarik</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1231</link>
    <description>Title: Pengaruh Bahan Matrik Semen Pada Desain Bahan Komposit Dengan Bahan Dasar Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Ditinjau Dari Kekuatan Tarik
Authors: Lanjung, Ermenildus
Abstract: Material komposit adalah salah satu alternatif bahan yang banyak&#xD;
digunakan dalam struktur bertingkat banyak. Pemenuhan akan kebutuhan bahan&#xD;
komposit menyebabkan perlu adanya analisis lanjutan karakteristik bahan&#xD;
komposit yang ingin diketahui. Tanaman rumput payung (cyperus alternifolius)&#xD;
adalah salah satu bahan penyusun matrik pada material komposit. Cyperus&#xD;
memiliki beberapa kelebihan diantaranya yaitu mudah didapat, tidak sulit dalam&#xD;
pemeliharaan, serta dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pengelolah air limbah.&#xD;
Semen Portland adalah perekat yang berfungsi sebagai pengikat berbagai bahan&#xD;
bangunan. Beberapa sifat mekanik yang dapat diprediksi dari komposit yaitu&#xD;
kekuatan tarik dan kelayakan sebagai material komposit (validitas komposit).&#xD;
Dalam komposit kekuatan tarik dipengaruhi oleh kekuatan interfacenya.&#xD;
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis&#xD;
pengaruh bahan matrik semen pada desain bahan komposit dengan bahan dasar&#xD;
serat rumput payung (cyperus alternifolius) ditinjau dari kekuatan tarik.&#xD;
Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan Beban tarik (PT) maksimum&#xD;
rata-rata sebesar 866.67 N terdapat pada komposit dengan perbandingan 90 %&#xD;
serat dan 10 % matrik. Displacement tarik (ΔT) maksimum rata-rata sebesar 12.11&#xD;
mm terdapat pada komposit dengan perbandingan 90 % serat dan 10 % matrik.&#xD;
Tengangan tarik (&#x1d70e;T) maksimum rata-rata sebesar 4.25 N/mm2&#xD;
terdapat pada&#xD;
komposit dengan perbandingan 90 % serat dan 10 % matrik.</description>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1230">
    <title>Pengaruh Bahan Matrik Polyvinyl Acetate (Pvac) Pada Desain Bahan Komposit Dengan Bahan Dasar Serat Tanaman Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Ditinjau Terhadap Kekuatan Tarik</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1230</link>
    <description>Title: Pengaruh Bahan Matrik Polyvinyl Acetate (Pvac) Pada Desain Bahan Komposit Dengan Bahan Dasar Serat Tanaman Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Ditinjau Terhadap Kekuatan Tarik
Authors: Prakoso, Dionisius Vici Wahyu
Abstract: Komposit merupakan salah satu alternatif bahan yang mampu membuat&#xD;
perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek teknik sipil menjadi lebih baik dan&#xD;
efisien. Komposit mempunyai keunggulan tersendiri dibandingkan dengan bahan&#xD;
teknik alternative lain seperti kuat, ringan, tahan korosi, ekonomis. Rumput&#xD;
payung (Cyperus alternifolius), kerap juga disebut sebagai tanaman payung&#xD;
lembang atau payung raja dan dikenal dari ciri fisiknya yang khas sama seperti&#xD;
keluarga cyperus lainnya. Cyperus memiliki beberapa kelebihan dan dapat&#xD;
dimanfaatkan sebagai tanaman pengelolah air limbah. Cyperus memiliki batang&#xD;
yang liat sehingga diperkirakan memiliki perilaku mekanik bagus. Polyvinyl&#xD;
acetate adalah suatu polimer karet sintetis. Polyvinyl acetate merupakan senyawa&#xD;
polimer termoplastik yang memiliki sifat tahan panas, daya regang tinggi, serta&#xD;
larut dalam pelarut organik.&#xD;
Tujuan penelitian adalah mengetahui kekuatan tarik komposit serat&#xD;
rumput payung (perilaku). Komposit dibuat dengan empat variasi komposisi serat&#xD;
dan lem PVAc yang terdiri dari 97,5% serat dan 2,5% matriks, 95% serat dan&#xD;
5% matriks, 92,5% serat dan 7,5 matriks, 90% serat dan 10% matriks, serta&#xD;
panjang rata-rata serat 50cm. Setap variasi dengan membuat spesimen uji tarik&#xD;
sebanyak tiga buah spesimen, specimen dibuat dengan ukuran dan bentuk&#xD;
spesimen berdasarkan ASTM D638.&#xD;
Hasil pengujian uji tarik diperoleh beban tarik maksimum (PT maks)&#xD;
sebesar 1733,33 N pada komposisi 97,5% serat dan matriks 2,5%. Perpindahan&#xD;
displacement maksium (ΔT maks) sebesar 9,75 mm² pada komposisi 95% serat&#xD;
dan matriks 5%. Tegangan tarik maksium (σT maks) sebesar 2638,89 N/mm²&#xD;
pada komposisi 90% serat dan matriks 10%.</description>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1229">
    <title>Analisis Diameter Pipa Distribusi Air Bersih Dengan Sistem Gravitasi (Studi Kasus Di Dusun Jengglong Dan Genderan Desa Sukodadi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang)</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1229</link>
    <description>Title: Analisis Diameter Pipa Distribusi Air Bersih Dengan Sistem Gravitasi (Studi Kasus Di Dusun Jengglong Dan Genderan Desa Sukodadi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang)
Authors: Supratikno, Daniel Joko
Abstract: Dusun Jengglong dan Genderan termasuk dusun yang mengalami&#xD;
kekurangan air bersih karena diameter pipa yang tidak sesuai untuk kebutuhan air&#xD;
bersih. Jaringan pipa sudah tersedia, namun tidak berfungsi secara optimal hal itu&#xD;
dikarenakan diameter pipa tidak sesuai dengan kebutuhan air bersih untuk warga&#xD;
dusun Jengglong dan Genderan. Dalam dua hari hanya mengalirkan air satu kali&#xD;
sehari. Untuk memenuhi air bersih, warga dusun Jengglong dan Genderan harus&#xD;
menutup saluran pipa air yang ada di dusun lain karena diameter pipa yang ada di&#xD;
dusun lain lebih besar diameternya dibandingkan dengan diameter pipa di dusun&#xD;
Jengglong dan Genderan.&#xD;
Sistem distribusi air bersih gravitasi adalah sistem distribusi yang&#xD;
mengunakan gravitasi bumi untuk menyalurkan mata air ke bak penampung&#xD;
(Resevoir), dan mendistribusikanya dengan sistem gavitasi menuju ke rumah&#xD;
penduduk sekitar. Sistem ini sangat cocok diamplikasikan pada daerah yang&#xD;
sumber mata airnya terletak di kedataran yang lebih tinggi.&#xD;
Debit air yang diambil Q = 16 l/dt, dari hasil pengukuran di lapangan pada&#xD;
waktu KKN 2013. Kebutuhan air bersih di dusun Jengglong sampai dengan tahun&#xD;
2024 adalah 145.300 l/org dan Dusun Genderan sampai dengan tahun 2024 adalah&#xD;
187.300 l/dt, diameter pipa transmisi 0,101 m (4”) dengan panjang L = 450 m&#xD;
distribusi pada P1 sampai P32, design panjang pipa dari elevasi A sampai elevasi&#xD;
C, direncanakan 32 pias pipa, dari hitungan di dapatkan bilangan Frounde sebesar&#xD;
0,339 &lt; 1, maka aliran tersebut adalah Sub kritis.</description>
    <dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

