<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/853">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/853</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2082" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1737" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1008" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/902" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-26T17:02:00Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2082">
    <title>Pengaruh Proporsi Tepung (Kacang Merah Dan Ubi Jalar Ungu )Terhadap Karakteristik Fisik Kimia Dan Organoleptik Cookies</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2082</link>
    <description>Title: Pengaruh Proporsi Tepung (Kacang Merah Dan Ubi Jalar Ungu )Terhadap Karakteristik Fisik Kimia Dan Organoleptik Cookies
Authors: Rintawati, Tresia
Abstract: Cookies merupakan salah satu produk bakery yang popular di semua kalangan&#xD;
cookies juga merupakan kue yang terbuat dari tepung yang umumnya dibuat dari&#xD;
tepung terigu, cookies dibuat dengan adonan yang lunak terbuat dari tepung&#xD;
terigu, gula, telor, margarin, baking powder, dan susu bubuk. Penggunaan tepung&#xD;
terigu semakin meningkat dalam produk bakery yang menyebabkan impor terigu&#xD;
meningkat, untuk menguragi ketergantungan pada terigu digunakan alternatif&#xD;
dengan memnfaatkan pangan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti&#xD;
tepung terigu yaitu tepung kacang merah dan ubi jalar ungu. Dengan&#xD;
pemanfaatan tepung kacang merah dan ubi jalar ungu diharapkan dapat&#xD;
meningkatkan kualitas cookies yang dihasilkan. Tujuan dari Penelitian ini adalah&#xD;
untuk melihat pengaruh proporsi tepung kacang merah dan tepung ubi jalar ungu&#xD;
terhadap karakteristik fisik kimia, dan organoleptik cookies.&#xD;
 Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri&#xD;
dari (5) lima perlakuan dan masing- masing (3) tiga kali ulangan. Analisis statistik&#xD;
menggunakan Analisis (ANOVA) dengan SPSS IMB versi 21 dan kemudian&#xD;
Duncan Multiple Test (DMRT). Uji Skala Hedonik dan berdasarkan hasil&#xD;
penelitian pengaruh proporsi tepung kacang merah dan tepung ubi jalar ungu&#xD;
terhadap karakteristik kimia fisik dan organoleptik cookies yang dilakukan,&#xD;
berengaruh nyata terhadap parameter pengamatan kadar air, protein, lemak,&#xD;
karbohidrat, daya kembang, tekstur Texture Profile Analisis (TPA) serta uji&#xD;
Organoleptik yang tidak berbeda nyata pada parameter warna, aroma, rasa dan&#xD;
tekstur. Berdasarkan hasil penelitian nilai rata-rata tertinggi pada setiap parameter&#xD;
pada analisis kimia adalah kadar air 5,25%, kadar protein 9,62%, kadar lemak&#xD;
13,20%, kadar abu 2,04% dan karbohidrat 69,33%. Analisis fisik tekstur yang&#xD;
tertinggi yaitu sebesar 64,99%, daya kembang 8,08%, sedangkan organoleptik&#xD;
tertinggi adalah rasa 3,30%, aroma 3,33, warna 3,23%, dan tekstur 3,78%.</description>
    <dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1737">
    <title>Pengaruh Lama Perendaman Dan Metode Pengolahan Tempe Terhadap Sifat Kimia, Mikrobiologi Dan Organoleptik</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1737</link>
    <description>Title: Pengaruh Lama Perendaman Dan Metode Pengolahan Tempe Terhadap Sifat Kimia, Mikrobiologi Dan Organoleptik
Authors: Buulolo, Dian Oktrianis
Abstract: Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang dihasilkan dari&#xD;
olahan kedelai yang difermentasi dengan jamur Rhizopus Oligosporus dan&#xD;
memiliki aroma yang khas. Tempe mengandung banyak gizi dan nutrisi yang&#xD;
bermanfaat bagi kesehatan karena nutrisinya lebih mudah dicerna, diserap, dan&#xD;
dimanfaatkan oleh tubuh. Prinsip penting dalam menyiapkan tempe yang baik&#xD;
adalah pada perendaman dan perebusannya. Perendaman digunakan untuk&#xD;
mencapai pH (keasaman) yang sesuai untuk pertumbuhan kapang, yaitu 3,5-5,2,&#xD;
dan perebusan untuk melunakkan biji kedelai serta menonaktifkan mikroba yang&#xD;
tumbuh selama perendaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat&#xD;
pengaruh, interaksi antara lama perendaman dan metode pengolahan terhadap&#xD;
sifat kimia, mikrobiologi dan organoleptik tempe.&#xD;
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dua&#xD;
faktor. Faktor I lama perendaman (12 jam, 18 jam, dan 24 jam). Faktor II metode&#xD;
pengolahan tempe (metode satu kali perebusan dan metode dua kali perebusan).&#xD;
Analisis statistik menggunakan Analisis Varian (ANOVA) dengan SPSS IBM&#xD;
versi 20 dan kemudian Duncan Multiple Range Test (DMRT). Uji organoleptik&#xD;
menggunakan Uji Ranking. Perlakuan lama perendaman dan metode pengolahan&#xD;
berpengaruh nyata pada parameter pengamatan kadar air, protein, antioksidan,&#xD;
warna, dan tidak berpengaruh nyata pada parameter Total Plate Count (TPC)&#xD;
kapang, serta uji organoleptik tekstur dan bau/aroma. Berdasarkan pada Standar&#xD;
Nasional Indonesia perlakuan perendaman 12 jam dan metode&#xD;
pengolahan/perebusan satu kali, tempe yang dihasilkan mengandung kadar air&#xD;
57,10%, protein 47,25%, antioksidan 0,39%, Total Plate Count (TPC) kapang 258&#xD;
CFU/gx10-1 dan organoleptik tekstur (kompak jika diiris), warna (putih merata&#xD;
seluruh permukaan) dan bau/aroma (bau khas tempe).</description>
    <dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1008">
    <title>Pengaruh Perbandingan Tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) Dengan Tepung Kedelai Terhadap Karakteristik Kimia Fisik dan Organoleptik Cookies Bebas Gluten</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1008</link>
    <description>Title: Pengaruh Perbandingan Tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) Dengan Tepung Kedelai Terhadap Karakteristik Kimia Fisik dan Organoleptik Cookies Bebas Gluten
Authors: Darung, Hironimus
Abstract: Cookies merupakan kue yang terbuat dari bahan dasar tepung yang umumnya&#xD;
dibuat dari tepung terigu, gula halus, telur ayam, vanili, margarin, baking powder, dan&#xD;
susu bubuk instan. Penggunaan terigu semakin meningkat dalam produk bakery yang&#xD;
menyebabkan impor terigu meningkat sehingga untuk mengurangi ketergantungan&#xD;
pada terigu digunakan alternatif dengan memanfaatkan. Pangan lokal yang dapat&#xD;
digunakan sebagai pengganti tepung terigu adalah tepung mocaf dengan tepung kedelai&#xD;
karena produksi kacang kedelai sangat melimpah di Indonesia namun masih terbatas&#xD;
pengolahannya dan tepung kedelai memiliki kandungan gizi yang tinggi. Penambahan&#xD;
tepung mocaf dengan tepung kedelai diharapkan dapat meningkatkan kualitas cookies&#xD;
yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan&#xD;
tepung mocaf dengan tepung kedelai terhadap karakteristik kimia (kadar air, kadar&#xD;
protein, kadar abu, kadar lemak, kadar karbohidrat). Fisik (daya kembang, tekstur,&#xD;
warna) dan uji organoleptik ( rasa, warna, tekstur).&#xD;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari&#xD;
(5) lima level dan masing-masing diulang (3) tiga kali. Berdasarkan hasil penelitian&#xD;
pengaruh perbandingan tepung mocaf (modified cassava flour) dengan tepung kedelai&#xD;
terhadap karakteristik kimia, fisik dan organoleptik cookies bebas gluten yang&#xD;
dilakukan, nilai rata-rata tertinggi analisis kimia adalah kadar air 5,19%, kadar protein&#xD;
20,46%, kadar abu 3,30%, kadar lemak 19,61%. kadar karbohidrat 79,87%. analisis&#xD;
fisik tertinggi yaitu tekstur 40,80%, daya kembang 20,46%, dan warna kecerahan (*L)&#xD;
87,67%, kemerahan (*a) 12,37%, kekuningan (*b) 24,37% sedangkan Organoleptik&#xD;
tertinggi adalah warna 3,10%, rasa 3,07%, tekstur 3,37%.</description>
    <dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/902">
    <title>Pengaruh Jumlah Air Limbah Rendaman Kedelai Dan Lama Perendaman Terhadap Total Bakteri Asam Laktat (Bal) Pada Tempe</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/902</link>
    <description>Title: Pengaruh Jumlah Air Limbah Rendaman Kedelai Dan Lama Perendaman Terhadap Total Bakteri Asam Laktat (Bal) Pada Tempe
Authors: Chrisnadi, Beatrix Da Silva Veda
Abstract: Tempe adalah makanan fermentasi yang berasal dari Indonesia. Tempe di&#xD;
dunia Internasional juga dikenal sebagai superfood, karena mengandung nilai gizi&#xD;
yang tinggi, yang salah satunya adalah bakteri asam laktat yang berperan sebagai&#xD;
probiotik bagi tubuh manusia. Selama proses pembuatan tempe, tahapan yang&#xD;
penting sebagai permulaan pertumbuhan bakteri asam laktat adalah tahap&#xD;
perendaman. Proses perendaman biasanya dilakukan selama 18-24 jam. Selama ini,&#xD;
air limbah rendaman kedelai setelah proses perendaman selesai langsung dibuang.&#xD;
Sedangkan air limbah rendaman tersebut dapat digunakan sebagai starter, karena&#xD;
masih mengandung bakteri asam laktat.&#xD;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah air&#xD;
limbah rendaman kedelai dan lama perendaman terhadap total Bakteri Asam Laktat&#xD;
(BAL) pada tempe. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)&#xD;
faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah jumlah air limbah rendaman kedelai&#xD;
dengan tiga level; 0%,25%, dan 75%. Faktor II adalah lama perendaman dengan&#xD;
dua level; 18 jam dan 24 jam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah&#xD;
air limbah rendaman kedelai dan lama perendaman mempengaruhi pertumbuhan&#xD;
bakteri asam laktat. Tempe yang selama proses perendamannya menggunakan&#xD;
paling banyak air limbah rendaman kedelai memiliki nilai total bakteri asam laktat&#xD;
lebih tinggi. Tempe dengan waktu perendaman 24 jam memiliki total bakteri asam&#xD;
laktat lebih tinggi daripada tempe dengan waktu perendaman 18 jam. Tempe&#xD;
dengan jumlah air limbah rendaman paling banyak dan waktu perendaman 24 jam&#xD;
memiliki total bakteri asam laktat paling tinggi di antara seluruh perlakuan.</description>
    <dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

