<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/984">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/984</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1916" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1915" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1170" />
        <rdf:li rdf:resource="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1169" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-26T21:03:31Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1916">
    <title>Pengaruh Variasi Pembakaran Awal Dan Pengeringan Briket Tempurung Kelapa Terhadap Nilai Kalor</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1916</link>
    <description>Title: Pengaruh Variasi Pembakaran Awal Dan Pengeringan Briket Tempurung Kelapa Terhadap Nilai Kalor
Authors: Sirirui, Bagas Dastua B.
Abstract: Pada penelitian ini karena kebutuhan bahan bakar yang terus meningkat seperti&#xD;
gas dan minyak yang semakin mahal, maka perlu adanya energi terbarukan. Salah&#xD;
satu yaitu briket tempurung kelapa, yang dimana tempurung kelapa ini merupakan&#xD;
biomassa yang ketersediaannya melimpah di Indonesia. Penelitian ini dilakukan&#xD;
untuk mengetahui pengaruh pembakaran awal dan pengeringan briket tempurung&#xD;
kelapa terhadap nilai kalor. Metode penelitian yang digunakan dalam penenlitian&#xD;
ini adalah metode kepustakaan dan metode pengujian penulis sendiri. Pada&#xD;
penelitian bahan baku yang digunakan adalah limbah tempurung kelapa dengan&#xD;
proses pembakaran awal 4000C,6000C,8000C dan pengeringan 750C,1000C,&#xD;
tekanan 5 kg, mesh 100, perekat tepung tapioca 10. Hasil penenlitian&#xD;
menunjukkan bahwa temperatur pembakaran tertinggi terdapat pada briket dengan&#xD;
temperatur pembakaran awal 4000C di peroleh nilai sebesar 3020C dengan lama&#xD;
waktu 110 menit, sedangkan temperatur terendah terdapat pada briket dengan&#xD;
pembakaran awal 8000C di peroleh nilai sebesar 1240C dengan lama waktu 12&#xD;
menit. Kadar abu tertinggi di dapatkan pada briket dengan temperatur pembakaran&#xD;
awal 8000C sebesar 75%, sedangkan kadar abu paling sedikit di dapatkan pada&#xD;
briket dengan temperatur pembakaran awal 4000C dan 6000C sebesar 12,5%.&#xD;
Kadar air terbuang pada temperatur pembakaran awal 4000C, 6000C, 8000C&#xD;
dengan pengeringan 750C sebesar 16,66% dan pengeringan 1000C sebesar&#xD;
20,83%. Nilai kalor tertinggi pada briket dengan temperatur pembakaran awal&#xD;
4000C dengan pengeringan 750C sebesar 6138,61 cal/gram dan nilai kalor&#xD;
terendah terdapat pada briket dengan temperatur pembakaran awal 8000C dengan&#xD;
pengeringan 1000C sebesar 3190,84 cal/gram.</description>
    <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1915">
    <title>Pengaruh Variasi Temperatur Pemanasan Awal Dan Ukuran Mesh Terhadap Nilai Kekerasan Dan Nilai Kalor Pada Briket Cangkang Kemiri</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1915</link>
    <description>Title: Pengaruh Variasi Temperatur Pemanasan Awal Dan Ukuran Mesh Terhadap Nilai Kekerasan Dan Nilai Kalor Pada Briket Cangkang Kemiri
Authors: Tumbaz, Manuel Fortunato Dwatera Civanto
Abstract: Salah satu sumber energi terbarukan yang saat ini banyak perkembangannya&#xD;
adalah biomassa. Jenis bahan baku biomassa yang selama ini belum dimanfaatkan&#xD;
secara optimal adalah cangkang buah kemiri. Apabila diolah kembali akan&#xD;
menjadi lebih bermanfaat seperti diolah menjadi briket. Briket merupakan bahan&#xD;
bakar alternatif sebagai pengganti dari arang yang penggunaannya lebih baik&#xD;
daripada arang. Pada penelitian ini peneliti ingin memanfaatkan limbah cangkang&#xD;
kemiri yang akan dijadikan briket untuk mengetahui nilai kekerasan dan nilai&#xD;
kalor dengan variasi temperatur pembakaran dan variasi ukuran mesh. Nilai&#xD;
kekerasan tertinggi ada pada briket temperatur pembakaran 600℃ dengan ukuran&#xD;
mesh 100 mendapatkan nilai rata-rata 76,33 HA dan nilai kekerasan terendah ada&#xD;
pada briket temperatur pembakaran 400℃ dengan ukuran mesh 30 mendapatkan&#xD;
nilai rata-rata 43,58 HA adalah. Sedangkan hasil penyetaraan pengujian nilai kalor&#xD;
bomb calorimeter, data tertinggi dimiliki oleh briket temperatur pembakaran 500℃&#xD;
dengan mesh 30 mendapatkan nilai 7834,70 cal/gram dan untuk nilai kalor&#xD;
terendah pada pengujian bomb calorimeter dimiliki briket temperatur pembakaran&#xD;
500℃ dengan ukuran mesh 100 mendapatkan nilai 5085,24 cal/gram.</description>
    <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1170">
    <title>Perbandingan Variasi Ampas Kopi Robusta Dan Arabika Dengan Komposisi (60%: 40%, 50%: 50%, 40%: 60%) Untuk Menentukan Nilai Kekerasan Dan Nilai Kalor Pada Briket</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1170</link>
    <description>Title: Perbandingan Variasi Ampas Kopi Robusta Dan Arabika Dengan Komposisi (60%: 40%, 50%: 50%, 40%: 60%) Untuk Menentukan Nilai Kekerasan Dan Nilai Kalor Pada Briket
Authors: Aprilliano, Francisko
Abstract: Seiring perkembangan zaman membuat ketersediaan energi fosil semakin&#xD;
berkurang, khususnya gas bumi dan batu bara, sebelum menggunakan energi fosil&#xD;
manusia telah menggunakan biomassa sebagai sumber energi. Indonesia memiliki&#xD;
banyak komoditas perkebunan salah satunya kopi yang merupakan produsen kopi&#xD;
keempat terbesar di dunia. Ampas kopi merupakan limbah utama yang dihasilkan&#xD;
kedai kopi dan biasanya hanya dibuang. Bahan utama dalam penelitian ini adalah&#xD;
ampas kopi arabika dan robusta. Dengan menggunakan komposisi robusta 60%&#xD;
arabika 40%, robusta 50% arabika 50% robusta 40% arabika 60%. Selain itu briket&#xD;
dilakukan uji kekerasan dengan cara membuat titik pada permukaan briket&#xD;
menggunakan alat durometer shore A sebanyak 30 titik, Kemudian dilakukan&#xD;
pengujian bomb kalorimeter untuk mendapatkan kandungan nilai kalor. Hasil yang&#xD;
diperoleh dari nilai kekerasan tertinggi adalah briket dengan campuran robusta 50%&#xD;
arabika 50% dengan nilai sebesar 23,7 HA, sedangkan nilai kalor tertinggi terdapat&#xD;
pada campuran robusta 60% arabika 40% dengan nilai 4526,85 cal/gram.</description>
    <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1169">
    <title>Pengaruh Variasi Temperatur Pada Mesin Tubing Manual Dengan Bahan Baku Plastik Pet Terhadap Uji Kuat Tarik</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1169</link>
    <description>Title: Pengaruh Variasi Temperatur Pada Mesin Tubing Manual Dengan Bahan Baku Plastik Pet Terhadap Uji Kuat Tarik
Authors: Wijaya, Kelvin
Abstract: Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi oleh&#xD;
masyarakat Indonesia dan dunia. Di sisi lain produksi timbulan sampah yang&#xD;
dihasilkan di berbagai institusi dan sektor di Indonesia terus meningkat setiap&#xD;
tahunnya, termasuk sektor industri yang proses produksinya berskala besar.&#xD;
Penggunaannya sebagai bahan dasar botol kemasan mencapai 30% pemakaian&#xD;
dunia. PET juga digunakan sebagai serat sintetis atau polyester yang mencapai&#xD;
60% pemakaian dunia. Penelitian ini penulis akan melakukan yaitu membuat&#xD;
sebuah tubing berbahan dasar sampah plastik PET yang bisa dimanfaatkan&#xD;
sebagai bahan baku untuk tubing. Menggunakan variasi temperatur (190℃,&#xD;
200℃, 210℃), kemudian 9 sampel dari masing-masing variasi akan difoto mikro&#xD;
pengaruh temperatur terhadap terhadap hasil tubing serta diuji tarik maksimal.&#xD;
Setelah itu dilakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai tegangan tarik&#xD;
maksimal dan regangan. Kemudian didapatkan nilai rata-rata beban maksimal&#xD;
yang dapat di terima tubing PET paling tinggi pada tubing temperatur 190ºC&#xD;
memiliki kemampuan menahan kekuatan tarik lebih baik dari semua variasi&#xD;
temperatur sehingga nilai rata-rata yaitu 35,94 N/mm2&#xD;
dan 200ºC mampu&#xD;
menahan 35,49 N/mm2&#xD;
 dan 210ºC dengan 18,30 N/mm2&#xD;
. Dapat diartikan semakin&#xD;
tinggi temperatur maka berpengaruh pada menahan kekuatan tarik tubing PET dan&#xD;
membuat struktur plastik berubah sehingga 210oC mendekati nilai daur ulang&#xD;
sedangkan untuk temperatur dibawahnya masih termasuk non daur ulang.</description>
    <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

