<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1431</link>
    <description />
    <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 19:41:30 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-26T19:41:30Z</dc:date>
    <item>
      <title>Pengaruh Lama Perebusan Secang Dan Konsentrasi Gula Pasir Terhadap Sifat Kimia Dan Organoleptik Minuman Instan Secang</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1558</link>
      <description>Title: Pengaruh Lama Perebusan Secang Dan Konsentrasi Gula Pasir Terhadap Sifat Kimia Dan Organoleptik Minuman Instan Secang
Authors: Ilyas, Disa Ardelia
Abstract: Secang memiliki kandungan kimia antara lain saponin, minyak atsiri,&#xD;
asam tanin, brazilin, dan senyawa fenol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui&#xD;
pengaruh dari lama perebusan secang dan konsentrasi gula pasir terhadap sifat&#xD;
kimia dan organoleptik minuman instan secang.&#xD;
Analisis yang dilakukan meliputi kadar tanin, kadar air, kadar abu, kadar&#xD;
gula, rasa, warna, dan aroma. Penelitian menggunakan Rancangan Acak&#xD;
Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, dan 3 kelompok. Faktor 1 adalah lama&#xD;
perebusan secang dengan 3 level yaitu 10 menit, 15 menit, dan 20 menit, dan&#xD;
faktor 2 adalah konsentrasi gula pasir dengan 3 level yaitu 150%, 200%, dan&#xD;
250%. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA),&#xD;
untuk mengetahui pengaruh perlakuan digunakan Tabel F 5% dan F 1% untuk&#xD;
membandingkan F hitung. Selanjutnya dilakukan uji Tukey.&#xD;
Berdasarkan pada analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi lama&#xD;
perebusan secang dan konsentrasi gula pasir berpengaruh sangat nyata pada taraf&#xD;
1% untuk kadar air kadar abu; berpengaruh nyata pada taraf 5% untuk kadar gula&#xD;
dan tidak berpengaruh nyata pada kadar tanin. Uji organoleptik pada perlakuan&#xD;
lama perebusan secang dan konsentrasi gula pasir tidak berpengaruh nyata&#xD;
terhadap rasa, warna, dan aroma minuman instan secang. Perlakuan yang&#xD;
direkomendasikan untuk dilakukan sehingga menghasilkan kadar tanin, kadar gula&#xD;
tertinggi dan kadar abu dan kadar air rendah adalah pada perlakuan lama&#xD;
perebusan 20 menit dan konsentrasi gula pasir 150% dengan kadar tanin sebesar&#xD;
2,2374%; kadar air 1,9077%; kadar abu 0,035 dan kadar gula 10,6%.</description>
      <pubDate>Tue, 01 Jan 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1558</guid>
      <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Kajian Kandungan Senyawa Polifenol Dan Antioksidan Dalam Berbagai Varietas Dan Tingkat Perkembangan Daun Ubi Jalar</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1556</link>
      <description>Title: Kajian Kandungan Senyawa Polifenol Dan Antioksidan Dalam Berbagai Varietas Dan Tingkat Perkembangan Daun Ubi Jalar
Authors: Putrawijaya, Andika Novanto
Abstract: Polifenol memiliki manfaat sebagai salah satu antioksidan dan juga&#xD;
sebagai obat herbal. Daun ubi jalar merupakan salah satu sumber polifenol yang&#xD;
mudah didapat karena seringkali tidak dimanfaatkan setelah proses panen. Pada&#xD;
proses metabolisme senyawa polifenol dipengaruhi oleh faktor varietas maupun&#xD;
tingkat perkembangan daun.&#xD;
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari varietas dan&#xD;
tingkat perkembangan daun ubi jalar terhadap konsentrasi senyawa polifenol dan&#xD;
juga aktivitas antioksidannya.&#xD;
Analisis yang dilakukan meliputi konsentrasi polifenol dan juga aktivitas&#xD;
antioksidan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2&#xD;
faktor dan 2 ulangan. Faktor 1 adalah varietas ubi jalar dengan 4 level yaitu&#xD;
varietas MSU 03028-10 (Calon Varietas), RIS 03063-05 (Calon Varietas), BB&#xD;
97256-9 (Sawentar) dan MSU 99051-1 (Papua Solossa) dan faktor 2 adalah&#xD;
tingkat perkembangan daun dengan 4 level yaitu perkembangan daun 1 hingga 4,&#xD;
5 hingga 8, 9 hingga 12 dan 13 hingga 16. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan&#xD;
digunakan analisis ragam dan digunakan tabel F 1 % dan 5% untuk&#xD;
membandingkan F hitung. Selanjutnya dilakukan uji beda Tukey.&#xD;
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa varietas dan tingkat&#xD;
perkembangan daun berpengaruh sangat nyata pada taraf 1% untuk konsentrasi&#xD;
polifenol dan aktivitas antioksidan. Perlakuan yang direkomendasikan untuk&#xD;
dilakukan sehingga menghasilkan konsentrasi polifenol maupun aktivitas&#xD;
antioksidan yang tinggi adalah varietas RIS 03063-05(Calon Varietas) pada&#xD;
tingkat perkembangan daun 1 hingga 4 yang mengandung polifenol sebesar&#xD;
4,0947 mg /g bahan kering dan aktivitas antioksidan sebesar 67,1875% .</description>
      <pubDate>Tue, 01 Jan 2013 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1556</guid>
      <dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

