<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1440</link>
    <description />
    <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 21:03:34 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-26T21:03:34Z</dc:date>
    <item>
      <title>Pengaruh Komposisi Dan Susunan Serat Pada Desain Pelat Komposit Sabut Kelapa Dengan Matriks Polymer</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1577</link>
      <description>Title: Pengaruh Komposisi Dan Susunan Serat Pada Desain Pelat Komposit Sabut Kelapa Dengan Matriks Polymer
Authors: Sebastian, Moses
Abstract: Hasil samping dari perkebunan kelapa di Indonesia adalah sabut kelapa,&#xD;
dimana selama ini sabut kelapa hanya dimanfaatkan untuk produk-produk seperti&#xD;
keset, sapu dan lain sebagainya. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu penelitian&#xD;
untuk meningkatkan nilai tambah dari sabut kelapa ini, dimana selama ini sabut&#xD;
kelapa hasil sampingan perkebunan di ekspor ke manca negara untuk&#xD;
dimanfaatkan oleh bangsa lain menjadi papan partikel atau produk-produk lain.&#xD;
Untuk meningkatkan nilai tambah sabut kelapa, dirasa perlu untuk&#xD;
dilakukan penelitian pembuatan papan partikel berbahan baku sabut kelapa&#xD;
dengan menggunakan matriks polymer (resin) sebagai pengikat. Dalam penelitian&#xD;
ini, digunakan campuran (berat) antara sabut kelapa : resin dan katalis dengan&#xD;
perbandingan campuran sebesar 2 : 1.&#xD;
Pengujian yang dilakukan untuk mengetahui sifat mekanis dari pelat&#xD;
komposit ini, adalah ujin tekan, serta pengujian (Static Bending Test) untuk&#xD;
mendapatkan Modulus of Elasticity (MOE) dan Modulus of Rupture (MOR).&#xD;
Hasil pengujian ujin tekan terlihat bahwa pelat komposit dengan perbandingan&#xD;
serat 2 : 1.&#xD;
Maka dapat disimpulkan semakin banyak persentase komposisi maka&#xD;
semakin luntur variasi susunan serat. Susunan serat yang kaku terdapat pada serat&#xD;
dua lapis 45°, dan variasi susunan yang lentur ditunjukkan pada serat dua lapis&#xD;
90°, sedangkan variasi susunan yang kuat terdapat pada serat satu lapis 0°.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Jan 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1577</guid>
      <dc:date>2012-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

