<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1888</link>
    <description />
    <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 18:35:08 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-26T18:35:08Z</dc:date>
    <item>
      <title>Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Motivasi Generasi Muda Dalam Melakukan Usahatani Di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2003</link>
      <description>Title: Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Motivasi Generasi Muda Dalam Melakukan Usahatani Di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur
Authors: Ruing, Paula Natalia Sonya Sura
Abstract: Petani dan buruh tani di Desa Gadingkulon didominasi oleh penduduk yang&#xD;
berkisar umur 45-65 tahun dan pada umur tersebut rentan dalam mengadopsi&#xD;
teknologi terbaru. Saat ini peran pemuda dalam melakukan usahatani sangat&#xD;
dibutuhkan, karena pemuda lebih mudah dalam mengadopsi teknologi terbaru&#xD;
untuk memajukan pertanian. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) menganalisis&#xD;
faktor pendidikan, pengalaman usahatani, lingkungan sosial, pengaruh orang tua&#xD;
dan teknologi yang memengaruhi motivasi generasi muda dalam melakukan&#xD;
usahatani (2) mengidentifikasi faktor yang berpengaruh dominan terhadap motivasi&#xD;
generasi muda dalam melakukan usahatani. Jumlah sampel yang digunakan dalam&#xD;
penelitian ini sebanyak 37 responden, dengan penentuan sampel menggunakan&#xD;
teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear&#xD;
berganda dengan menggunakan uji F (simultan), uji t (parsial) untuk mengetahui&#xD;
faktor apa saja yang memengaruhi dan mengetahui faktor yang berpengaruh&#xD;
dominan terhadap motivasi generasi muda dalam melakukan usahatani yaitu&#xD;
dengan membandingkan nilai beta (β) atau besarnya koefisien beta (β) pada hasil&#xD;
uji t (parsial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel bebas&#xD;
(X) berpengaruh nyata terhadap variabel terikat (Y) motivasi generasi muda dalam&#xD;
melakukan usahatani. Variabel yang secara parsial berpengaruh adalah pengalaman&#xD;
usahatani, pengaruh orang tua dan teknologi. Variabel pendidikan dan lingkungan&#xD;
sosial tidak berpengaruh nyata terhadap motivasi generasi muda dalam melakukan&#xD;
usahatani. Faktor dominan yang memengaruhi motivasi generasi muda dalam&#xD;
melakukan usahatani adalah teknologi. Nilai koefisien beta (β) dari teknologi lebih&#xD;
besar dari nilai pendidikan, pengalaman usahatani, lingkungan sosial dan pengaruh&#xD;
orang tua.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Jan 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2003</guid>
      <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Faktor Yang Memengaruhi Tingkat Kepuasan Konsumen Pada Pembelian Tanaman Hias Di Atha Flora Kecamatan Bumiaji Kota Batu</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2002</link>
      <description>Title: Faktor Yang Memengaruhi Tingkat Kepuasan Konsumen Pada Pembelian Tanaman Hias Di Atha Flora Kecamatan Bumiaji Kota Batu
Authors: Gadu, Evaritus Thirta
Abstract: Penelitian ini dilakukan dengan mengangkat suatu permasalahan yaitu terkait&#xD;
dengan kepuasan konsumen pada pembelian tanaman hias yang dipengaruhi oleh&#xD;
beberapa faktor penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang&#xD;
memengaruhi tingkat kepuasan konsumen pada pembelian tanaman hias.&#xD;
Penelitian ini dilaksanakan di Atha Flora Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Metode&#xD;
yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik&#xD;
pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi lalu di&#xD;
ukur menggunakan skala likert. Analisis data yang dilakukan adalah dengan&#xD;
menggunakan analisis regresi linear berganda. Analisis ini dilakukan agar dapat&#xD;
mengetahui pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y secara simultan maupun&#xD;
secara parsial atau individual. Dari hasil analisis, pada hasil uji T dapat diketahui&#xD;
tiga (3) variabel bebas (X) yang secara signifikan berpengaruh nyata terhadap&#xD;
tingkat kepuasan konsumen meliputi variabel lokasi (X1), variabel kualitas (X2),&#xD;
dan variabel harga (X3). Variabel–variabel tersbut karena nilai t hitung &gt; t tabel.&#xD;
Besaran masing-masing pengaruh secara parsial dapat diketahui melalui nilai&#xD;
coefficient beta (B), dimana untuk variabel lokasi dan kualitas berpengaruh&#xD;
positif, sedangkan variabel harga berpengaruh negatif. Faktor yang berpengaruh&#xD;
dominan terhadap tingkat kepuasan konsumen adalah faktor harga (X3) sebesar -&#xD;
1,654 yang berarti pengaruhnya nya berbanding terbalik terhadap tingkat&#xD;
kepuasan konsumen. Hal ini dikarenakan harga yang ditawarkan oleh Atha Flora&#xD;
sangat murah, namun dengan kualitas tanaman hias yang cukup bagus dan harga&#xD;
yang tertera di media sosial tidak sesuai dengan harga yang ada di Atha Flora,&#xD;
sehingga tingkat kepuasan konsumen menurun.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Jan 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2002</guid>
      <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Peranan Kelompok Wanita Tani Cemara Hijau Farm Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga (Studi Kasus Di Kelurahan Karang Besuki Kecamatan Sukun Kota Malang)</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1947</link>
      <description>Title: Peranan Kelompok Wanita Tani Cemara Hijau Farm Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga (Studi Kasus Di Kelurahan Karang Besuki Kecamatan Sukun Kota Malang)
Authors: Dewi, Dionesia
Abstract: Salah satu sumber daya alam yang memiliki potensi baik untuk menambah&#xD;
sumber pendapatan keluarga adalah pertanian organik. Salah satu produk pertanian&#xD;
organik paling banyak dikonsumsi yaitu sayuran organik, sehingga mendorong&#xD;
meningkatnya permintaan ditingkat konsumen maupun produsen. Namun adanya&#xD;
potensi tersebut, permasalahan ekonomi yang dihadapi masyarakat sangat beragam,&#xD;
tak terkecuali adalah dari kalangan perempuan atau ibu rumah tangga. Umumnya,&#xD;
perempuan terdorong untuk mencari nafkah karena tuntutan ekonomi rumah tangga&#xD;
yang dapat disebabkan penghasilan suami yang kurang mencukupi kebutuhan&#xD;
keluarga. Kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarga, menuntut peranan aktif&#xD;
wanita untuk tidak bergantung dengan penghasilan suami.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peranan Kelompok Wanita Tani&#xD;
(KWT) Cemara Hijau Farm (CHF) Dalam Meningkatkan Produksi Sayuran&#xD;
Organik dan Pendapatan Keluarga Di Kelurahan Karang Besuki Kecamatan Sukun&#xD;
Kota Malang. Pemilihan KWT CHF merupakan salah satu sentra dan mitra kerja&#xD;
sama penyaluran sayuran organik yang sudah mendapatkan sertifikasi dan&#xD;
penghargaan KRPL dari Dispangtan Kota Malang. Penelitian ini menggunakan&#xD;
metode kualitatif deskriptif yang didukung oleh data kuantitaif. Pengumpulan data&#xD;
dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan triangulasi.&#xD;
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Humberman yaitu&#xD;
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan serta&#xD;
menghitung pendapatan.&#xD;
Hasil penelitian menunjukan bahwa KWT CHF berperan untuk meningkatkan&#xD;
produksi sayuran organik yaitu melalui perannya sebagai penyedia sarana dan&#xD;
prasarana produksi, gotong royong, wahana kerja sama kemitraan, dan wahana&#xD;
belajar kelompok tani. Dari kegiatan tersebut CHF memperoleh pendapatan sebesar&#xD;
Rp 116.807 per anggota, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Jan 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1947</guid>
      <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Strategi Pengembangan Sayur Organik Oleh Petani Di Desa Gondowangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1946</link>
      <description>Title: Strategi Pengembangan Sayur Organik Oleh Petani Di Desa Gondowangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang
Authors: Riki
Abstract: Pertanian Organik adalah pertanian yang bertujuan menghindarkan bahan&#xD;
kimia dan pupuk yang bersifat meracuni. Sayur adalah produk hasil pertanian&#xD;
yang merupakan salah satu bahan pangan menyehatkan karena kandungan&#xD;
vitamin, antioksidan dan serat pangan. Organik adalah istilah pelabelan yang&#xD;
menyatakan bahwa suatu produk telah diproduksi sesuai dengan standar sistem&#xD;
pangan organik dan disertifikasi oleh lembaga sertifikasi organik yang telah&#xD;
terakreditasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan&#xD;
eksternal pada Pengembangan Sayur Organik Oleh Petani Di Desa Gondowangi,&#xD;
Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Metode pengumpulan data melalui&#xD;
wawancara, dokumentasi, observasi dan angket. Analisis data menggunakan&#xD;
analisis strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang),&#xD;
dan threats (ancaman) SWOT.&#xD;
Hasil penelitian diperoleh 13 faktor internal dan 9 faktor eksternal. Faktor&#xD;
kekuatan (strengths) yaitu keberagaman produk sayur organik dengan skor&#xD;
(0,305). Faktor kelemahan (weaknesses) yaitu pembukuan yang belum tersusun&#xD;
rapi dengan skor (0,222). Faktor peluang (opportunities) yaitu loyalitas konsumen&#xD;
terhadap sayur organik dengan skor terbesar (0,361). Faktor ancaman (threats)&#xD;
yaitu serangan hama dan penyakit tanaman dengan skor terbesar (0,185).&#xD;
Hasil perhitungan skor pada diagram analisis SWOT diketahui bahwa&#xD;
posisi IFAS berada pada titik ordinat X sebesar 0,812 yaitu pada kekuatan dan&#xD;
posisi EFAS berada pada titik ordinat Y sebesar 0,141 yaitu pada peluang.&#xD;
Berdasarkan koordinat X dan Y tersebut, maka Pengembangan Sayur Organik&#xD;
Oleh Petani berada pada kuadran I yang merupakan strategi agresif (growth&#xD;
oriented strategy). Strategi ini menggunakan kekuatan dimiliki dan memanfaatkan&#xD;
peluang yang ada</description>
      <pubDate>Sun, 01 Jan 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1946</guid>
      <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

