<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2136</link>
    <description />
    <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 17:09:42 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-26T17:09:42Z</dc:date>
    <item>
      <title>Kaji Eksperimental Variasi Media Karbon Dan Temperatur Pada Proses Pack Carburizing Stainless 316L Terhadap Struktur Meterial Dan Nilai Kekerasan</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2317</link>
      <description>Title: Kaji Eksperimental Variasi Media Karbon Dan Temperatur Pada Proses Pack Carburizing Stainless 316L Terhadap Struktur Meterial Dan Nilai Kekerasan
Authors: Wangge, Wilibald Vincentius Mae
Abstract: Kebutuhan material logam diberbagai industri dan konstruksi semakin meningkat. Material yang banyak dibutuhkan oleh industri, terutama penggunaan penelitian saat ini untuk pembuatan elektroda pada proses elektrolisis. Beberapa sifat mekanik yang menjadi sorotan kualitas meliputi kekuatan dan ketahanan aus material. Pada kebutuhan tersebut dilakukan berbagai teknik rekayasa seperti pelapisan permukaan untuk meningkatkan sifat mekaniknya. Salah satu pendekatan yang telah diperkenalkan adalah dengan mengubah struktur material menggunakan campuran berbasis karbon alami, seperti tempurung kelapa dan ampas kopi arabika. Tempurung kelapa dan ampas kopi arabika dapat diolah menjadi karbon melalui proses pirolisis pada temperatur 1000 deg * C Karbon tersebut digunakan sebagai bahan proses pack carburizing dengan variasi temperatur pemanasan ( 700 deg * C 800 deg * C 900 deg * C ) dan variasi jenis karbon tempurung kelapa dan ampas kopi arabika dengan berbahan dasar material stainless steel 316L dan nantinya San melewati proses pengujian yang uji struktur mikro dan uji kekerasan. Hasil dari pengujian struktur dan kekerasan menunjukkan adanya perubahan struktur pada spesimen. Semakin tinggi temperatur menghasilkan nilai massa karbon dan nilai kekerasan semakin meningkat. Spesimen karbon tempurung kelapa dengan temperatur 900 deg * C memiliki rata-rata nilai kekerasan tertinggi 318 HV dan spesimen dengan nilai kekerasan terendah 293 HV spesimen karbon ampas kopi arabika dengan temperatur 700 deg * C Kandungan C. Cr. dan Ni mempengaruhi kekerasan, kekuatan, dan tahan temperatur tinggi.</description>
      <pubDate>Tue, 15 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2317</guid>
      <dc:date>2025-07-15T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Kaji Eksperimental Variasi Media Karbon Uji Sem Dan Temperatur Pada Pelapisan Stainlesss Steel 316L Pack Carburizing Terhadap Konduktivitas Termahal Dan Laju Korosi</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2316</link>
      <description>Title: Kaji Eksperimental Variasi Media Karbon Uji Sem Dan Temperatur Pada Pelapisan Stainlesss Steel 316L Pack Carburizing Terhadap Konduktivitas Termahal Dan Laju Korosi
Authors: Jahu, Reinardi Odilian
Abstract: Penelitian ini menganalisis karakteristik karbon yang dihasilkan dari tempurung kelapa dan ampas kopi arabika melalui proses pirolisis pada temperatur 1000°C selama 1 jam. Hasil uji SEM menunjukkan bahwa tempurung kelapa mengandung 91,87% karbon, sedangkan ampas kopi arabika mengandung 74,39% karbon, mengindikasikan kandungan karbon yang lebih tinggi pada tempurung kelapa. Selanjutnya, studi ini mengevaluasi pengaruh media karbon tempurung kelapa dan karbon ampas kopi arabika dengan variasi temperatur terhadap konduktivitas termal dan laju korosi pada plat stainless steel 316L. Hasil penelitian nilai konduktivitas termal tertinggi untuk karbon tempurung kelapa dan ampas kopi arabika masing-masing adalah 19,06087 W/m°C dan 18,959963 W/m°C, keduanya tercapai pada temperatur 900°C. Peningkatan temperatur pada proses pack carburizing secara signifikan meningkatkan kandungan karbon pada stainless steel 316L, yang berdampak positif pada peningkatan tan konduktivitas termal. Pada karbon tempurung kelapa pada suhu 900°C menunjukkan laju korosi terendah sebesar 4,35 mm/tahun, sedangkan pada karbon ampas kopi arabika pada temperatur yang sama memiliki laju korosi 5,81 mm/tahun. Kesimpulannya, pengaruh penambahan karbon dengan variasi temperatur dalam proses pack carburizing dapat meningkatakan kekerasan. Laju korosi pada plat stainless steel 316L akan semakin rendah karena terdapat kandungan Cr. Ni dan C yang mempengaruhi kekuatan dan tahan temperatur tinggi terlebih lagi nilai kekerasan.</description>
      <pubDate>Fri, 11 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2316</guid>
      <dc:date>2025-07-11T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Variasi Kecepatan Dan Suhu Pada Mesin Pengaduk Ragi Dan Kedelai Untuk Produksi Tempe Otomatis</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2315</link>
      <description>Title: Pengaruh Variasi Kecepatan Dan Suhu Pada Mesin Pengaduk Ragi Dan Kedelai Untuk Produksi Tempe Otomatis
Authors: Kurniawan, Marcelinus Anggi
Abstract: UMKM  sangat  vital  bagi  ekonomi  lndonesia  dan  tempe  merupakan  produk unggulan UMKM yang sangat diminati. Namun, keterbatasan metode tradisional dalam produksi tempe menghambat kapasitas dan kualitas. Oleh karena itu, inovasi berupa mesin pengaduk otomatis diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan higienitas produksi tempe, yang pada akhimya akan mendukung pertumbuhan UMKM dan perekonomian daerah. Berdasarkan hasil perhitungan kapasitas screw feeder   diketahui  bahwa  nilai  kapasitas  maksimal  dari  screw feeder   ragi  pada kecepatan 10 rpm sebesar 2,82217 gr, pada 20 rpm sebesar 3,50581 gr, pada 30 rpm sebesar 3,68110  gr. Kapasitas maksimal dari screw feedew kedelai pada 10 rpm sebesar  133,4729 gr, pada 20 rpm 165,8049 gr, pada 30 rpm 174,0952 gr. Nilai kapasitas  maksimal  screw feeder  dengan menggunakan nilai rho eksperimental pada screw feeder ragi dalam  10 rpm sebesar 2,5731 gr, dalam 20 rpm  sebesar&#xD;
3,1965  gr,  dalam  30 rpm sebesar 3,3564 gr. Kapasitas maksimal screw feeder&#xD;
kedelai dengan rho eksperimental dalam 10 rpm sebesar 109,578 gr, dalam 20 rpm sebesar  136,123 gr, dalam 30 rpm sebesar 142,929 gr. Kapasitas maksimal screw feeder   menggunakan   rho  eksperimental  memiliki  hasil  lebih  kecil  dibanding menggunakan rho dari referensi karena hasil rho eksperimental nilainya lebih kecil. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kedelai kering lebih optimal dalam produksi tempe karena mampu mendukung pertumbuhan ragi secara maksimal. Sebaliknya, penggunaan kedelai basah kurang dianjurkan karena suhu kedelai yang rendah menghambat pertumbuhan ragi. Selain itu, pencampuran ragi dan kedelai yang kurang merata juga dapat rnenimbulkan pertumbuhan jamur yang  tidak  konsisten  dan adanya rongga pada tempe, sehingga kualitas  produk menurun. Untuk menghasilkan tempe berkualitas tinggi dengan proses fermentasi yang optimal, diperlukan kontrol yang tepat pada kondisi kedelai (lebih baik kering), kecepatan putaran mesin pengaduk (sekitar  10 rpm), dan desain sudu pengaduk yang efektif.  Hal  ini mendukung  efisiensi produksi  sekaligus menjaga  kualitas tempe agar tidak mudah busuk dan memiliki tekstur serta rasa yang baik.</description>
      <pubDate>Thu, 10 Jul 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2315</guid>
      <dc:date>2025-07-10T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Variasi Waktu Perendaman Dan Jarak Rol Terhadap Mesin Pengupas Kulit Luar Melinjo Berbasis Dua Rol</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2239</link>
      <description>Title: Pengaruh Variasi Waktu Perendaman Dan Jarak Rol Terhadap Mesin Pengupas Kulit Luar Melinjo Berbasis Dua Rol
Authors: Pratama, Yoga Derby
Abstract: Pengupasan kulit melinjo merupakan proses penting dalam pengolahan melinjo untukmenghasilkan produk olahan yang lebih bernilai, seperti keripik melinjo dan bahanmakanan lainnya. Melinjo adalah tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia dandigunakan dalam masakan tradisional, dan bahan makanan ringan. Penelitianini&#xD;
melihat pengaruh variasi jarak antar rol dan perendaman pada buah melinjo. Variasi&#xD;
jarak antar rol yang digunakan yaitu jarak 0,9 cm, 1 cm, dan 1,1 cmsedangkan padaperendaman menggunakan waktu selama 1 jam, 1.5 jam,dan 2 jam. Pada penelitianini&#xD;
gaya gesek dan gaya tekan penggerak rol berperan penting untuk menghasilkanpengupasan yang optimal. Gaya gesek dipengaruhi oleh jarak antar rol, di mana jarakrol 0,9 cm memiliki nilai gaya gesek yang besar, maka dapat merusak biji. Sebaliknya, pada ukuran 1,1 cm akan mengurangi gaya gesek, sehingga pengupasan kurangefektif. Setelah melalui perhitungan gaya tekan penggerak rol membutuhkan 39,22N. Selain itu gaya gesek paling tinggi dihasilkan pada ukuran jarak antar rol 0,9cmsebesar 84,76 N dan di jarak 1 cm hasil yang lebih besar atau sama dengan gaya tekanpenggerak rol sebesar 54,16 N. Sedangkan antar rol 1,1 lebih rendah daripada gayatekan penggerak rol yaitu 23,54 N. Pada pengaruh rendaman akan mempengaruhi&#xD;
tekstur kulit. Dengan rendaman 1 jam kulit biji melinjo masih cukup keras. Sedangkan pada perendaman 1.5 jam kulit mulai melunak tetapi masih membutuhkangaya gesek yang besar. Pada rendaman 2 jam kulit menjadi lunak sehingga kulit dapat&#xD;
terkelupas dengan sempurna. Berdasarkan hasil data didapatkan pengupasan yangterbaik yaitu pada pengupasan pada jarak antar rol 1 cm dan rendaman selama 2jamkarena pada perendaman 2 jam kulit mudah terkelupas saat terkena gaya gesekdangaya tekan penggerak rol.</description>
      <pubDate>Fri, 07 Feb 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/2239</guid>
      <dc:date>2025-02-07T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

