<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/372</link>
    <description />
    <pubDate>Fri, 24 Apr 2026 19:57:43 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-24T19:57:43Z</dc:date>
    <item>
      <title>Analisis Karakteristik Komposit Karbon, Keramik Dan Lem Kayu (Pvac) Terhadap Konduktivitas Panas Ratarata Dan Laju Kalor Rata-Rata</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/755</link>
      <description>Title: Analisis Karakteristik Komposit Karbon, Keramik Dan Lem Kayu (Pvac) Terhadap Konduktivitas Panas Ratarata Dan Laju Kalor Rata-Rata
Authors: Herwinsha, Febri Valen
Abstract: Karbon merupakan material yang paling sering digunakan dalam pembuatan&#xD;
material komposit. Karbon memiliki konduktivitas panas yang cukup tinggi&#xD;
ketika berwujud grafit sebesar 119-165 W&#xD;
m&#xD;
. K (Destyorini, dkk. 2010). Namun&#xD;
karbon sulit untuk dibentuk sehingga diperlukan material lain yang memiliki&#xD;
kemampuan bentuk. Dengan menggunakan bahan campuran dari karbon,&#xD;
keramik dan lem kayu (PVAc) dengan variasi komposisi utama 65% karbon&#xD;
untuk spesimen 1,2,3 dan 65% keramik untuk spesimen 4,5,6. Kemudian&#xD;
dilakukan pengujian terhadap semua spesimen dengan melakukan pemanasan&#xD;
selama 30 menit tiap spesimen, dilakukan pendataan temperatur spesimen.&#xD;
Setelah itu dilakukan perhitungan untuk mendapatkan konduktivitas panas&#xD;
rata—rata dan laju kalor rata—rata dari setiap spesimen. Hasil yang diperoleh&#xD;
adalah untuk konduktivitas panasrata—rata dan laju kalor rata—rata tertinggi&#xD;
dimiliki oleh spesimen 2 dengan komposisi 65% karbon, 15% keramik dan&#xD;
20% PVAc dengan nilai untuk konduktivitas panas sebesar 95,346W&#xD;
m&#xD;
. K dan&#xD;
untuk laju kalor sebesar 206,7 Watt/detik. Sedangkan untuk konduktivitas&#xD;
panas dan laju kalor terendah didapatkan pada spesimen 6 dengan komposisi&#xD;
65% keramik, 17,5% karbon dan 17,5% PVAc, dengan nilai untuk&#xD;
konduktivitas panas sebesar 30,79W&#xD;
m&#xD;
. K dan untuk laju kalor sebesar 66,73&#xD;
Watt/detik.</description>
      <pubDate>Wed, 18 Nov 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/755</guid>
      <dc:date>2020-11-18T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Pengaruh Variasi Jumlah Koh Dan Variasi Jumlah Nacl Yang Terlarut Dalam Air Terhadap Nilai Konsentrasi Gas Hidrogen Yang Dihasilkan Oleh Generator Hho Tipe Dry Cell</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/754</link>
      <description>Title: Analisis Pengaruh Variasi Jumlah Koh Dan Variasi Jumlah Nacl Yang Terlarut Dalam Air Terhadap Nilai Konsentrasi Gas Hidrogen Yang Dihasilkan Oleh Generator Hho Tipe Dry Cell
Authors: Prasetyo, Adolf Deny
Abstract: Sumber energi yang banyak digunakan sampai saat ini hampir semua berasal&#xD;
dari bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui. Berkurangnya jumlah energi&#xD;
fosil di alam menyebabkan banyak orang mencari sumber energi terbarukan. Salah&#xD;
satu energi terbarukan tersebut berasal dari bahan bakar hidrogen. Salah satu cara&#xD;
untuk memproduksi gas hidrogen yaitu proses elektrolisis air. Pada penelitian ini&#xD;
menggunakan generator HHO tipe dry cell yang dirancang oleh penulis dan untuk&#xD;
melihat nilai konsentrasi (ppm) gas hidrogen yang digunakan sensor MQ-8. Pada&#xD;
penelitian ini variabel tetapnya adalah 120 ml air, variabel bebas 1 yaitu variasi&#xD;
jumlah KOH yang dilarutkan kedalam 120 air sebagai elektrolit dan variabel bebas&#xD;
2 yaitu variasi jumlah NaCl yang dilarutkan kedalam 120 ml air sebagai elektrolit.&#xD;
dari perbandingan antara variabel tetap dan variabel bebas 1, nilai konsentrasi&#xD;
tertinggi didapat pada variasi 60 g KOH yaitu mencapai 5605,33 ppm, sedangkan&#xD;
perbandingan antara variabel tetap dan variabel bebas 2, nilai konsentrasi tertinggi&#xD;
yaitu pada larutan NaCl 4600 ppm.</description>
      <pubDate>Thu, 05 Nov 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/754</guid>
      <dc:date>2020-11-05T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Variasi Tekanan 15N/M² , 20N/M², 25N/M² Pada Material Komposit Serat Serabut Kelapa Dan Polypropylene (Pp) Terhadap Uji Kekerasan</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/378</link>
      <description>Title: Pengaruh Variasi Tekanan 15N/M² , 20N/M², 25N/M² Pada Material Komposit Serat Serabut Kelapa Dan Polypropylene (Pp) Terhadap Uji Kekerasan
Authors: Kristanto, Tri Unika Wahyu
Abstract: Material yang sering digunakan pada zaman sekarang ini kebanyakan adalah&#xD;
material yang sifatnya menguras sumber daya alam yang berarti tidak dapat&#xD;
terbaharukan, begitu juga pada saat proses pembuatannya pun yang tidak ramah&#xD;
lingkungan. Masih banyak juga masyarakat yang lebih banyak membuang sampah&#xD;
sembarangan apalagi sampah yang tidak dapat diurai karena kurangnya kesadaran&#xD;
dan kebersihan dari masyarakat sendiri sehingga membuat kotoran atau limbah.&#xD;
Berangkat dari sinilah material yang baru dibuat atau disebut komposit. Sebagai&#xD;
pengganti material yang tidak dapat diurai oleh alam, dengan memanfaatkan plastik&#xD;
jenis polypropylene (PP) yang banyak digunakan sebagai kemasan air mineral yang&#xD;
sering juga kita jumpai ini sebagai matriks atau pengikat dan serat serabut kelapa&#xD;
selama ini hanya di pandang sebagai limbah yang belum sempurna pemanfaatannya&#xD;
sebagai filler atau pengisi. Plastik ini di daur ulang dengan cara di lebur atau dibakar&#xD;
dengan temperatur 165ºC yang dilakukan di dalam alat vertical injection molding&#xD;
agar plastik ini tidak terbakar, selanjutnya ketika plastik sudah mencair&#xD;
dicampurkan dengan serat serabut kelapa pada mold kemudian di tekan dengan&#xD;
variasi tekanan yaitu: 15N/m², 20N/m², 25N/m². Setelah ditekan maka akan didapat&#xD;
material baru yang kemudian dapat di uji kekerasannya. Pada tekanan 15N/m²&#xD;
mempunyai nilai kekerasan shore d 47,67HD, pada tekanan 20N/m² mempunyai&#xD;
nilai kekerasan shore d 55,92HD dan pada tekanan 25N/m² mempunyai nilai&#xD;
kekerasan shore d 51,43HD. Dengan mengacu pada material plastik dan serat&#xD;
serabut kelapa. Sehingga material yang baru ini dapat menggantikan material&#xD;
selama ini digunakan sebagai ubin atau lantai. Selain itu pembuatan ini juga akan&#xD;
berdampak pada lingkungan sekitar karena juga membantu untuk mengurangi&#xD;
limbah plastik dan serat serabut kelapa, sehingga dapat meningkatkan pemanfaatan&#xD;
kedua material tersebut yang di anggap sebagai limbah.</description>
      <pubDate>Thu, 02 Jul 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/378</guid>
      <dc:date>2020-07-02T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Variasi Temperatur (135ºc, 150ºc, 165ºc) Pembuatan Komposit Serat Serabut Kelapa Dan Pp Terhadap Kekuatan Tekan</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/377</link>
      <description>Title: Analisis Variasi Temperatur (135ºc, 150ºc, 165ºc) Pembuatan Komposit Serat Serabut Kelapa Dan Pp Terhadap Kekuatan Tekan
Authors: Alfian, Henoch Yulio
Abstract: Selama ini serat serabut kelapa hanya digunakan untuk bahan pembuatan sapu, tali,&#xD;
keset dan perabotan rumah lainnya. Pembuatan komposit berbahan baku serat&#xD;
serabut kelapa diharapkan dapat meminimalisir pembuangan bahan baku yang&#xD;
sebenarnya dapat didaur ulang atau dapat menghasilkan produk-produk baru yang&#xD;
bermanfaat dan berkualitas. Komposit serat ini dapat diaplikasikan pada bagianbagian konstruksi non-struktural salah satunya adalah sebagai alas lantai. Alas&#xD;
lantai komposit terdiri dari matrix dan filler, dimana matrix berasal dari&#xD;
polypropylene (PP) sedangkan filler berasal dari serat serabut kelapa dengan sifat&#xD;
yang kuat dan liat. Polypropylene memiliki titik leleh berkisar 130°C, dalam&#xD;
penelitian ini penulis menggunakan variasi pencairan plastik jenis PP pada&#xD;
temperatur 135°C ,150°C, 165°C. Spesimen dihasilkan melalui proses vertical&#xD;
injection moulding. Pada masing-masing variasi temperatur dibuat spesimen uji&#xD;
tekan material. Dari data yang diperoleh akan dilakukan analisa kuat tekan dan&#xD;
regangan guna mengetahui pengaruh temperatur pembuatan komposit terhadap&#xD;
performance material komposit serat. Variasi temperatur 135°C komposit serat&#xD;
serabut kelapa dan PP memiliki nilai kuat tekan dan regangan 943,21 Mpa dan&#xD;
0,31% sedangkan variasi temperatur 150°C memiliki nilai kuat tekan 1518,64 Mpa,&#xD;
regangan 0,44% dan variasi temperatur 165°C komposit serat serabut kelapa dan&#xD;
PP memiliki nilai kekuatan tekan 1575,25, regangan 0,48%. Berdasarkan analisis&#xD;
yang dilakukan variasi paling optimal adalah variasi 165°C dengan nilai kuat tekan&#xD;
sebesar 1575,25 Mpa.</description>
      <pubDate>Thu, 02 Jul 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/377</guid>
      <dc:date>2020-07-02T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

