<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/390</link>
    <description />
    <pubDate>Fri, 24 Apr 2026 20:10:49 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-24T20:10:49Z</dc:date>
    <item>
      <title>Pengaruh Konsentrasi Subtitusi Tepung Kluwih (Artocarpus Camansi) Terhadap Kualitas Bakso Sapi</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1212</link>
      <description>Title: Pengaruh Konsentrasi Subtitusi Tepung Kluwih (Artocarpus Camansi) Terhadap Kualitas Bakso Sapi
Authors: ernawati, yuliana
Abstract: Bakso merupakan salah satu produk yang berasal dari protein daging baik&#xD;
daging ayam, sapi, ikan atau udang. Pembuatan bakso menggunakan beberapa&#xD;
bahan tambahan seperti bawang putih, merica, garam, STPP (Sodium&#xD;
Tripolyphosphate), dan tepung tapioka. Pada umumnya penambahan tapioka&#xD;
sebesar 15 – 20% dari berat daging dengan tujuan agar adonan lebih terikat satu&#xD;
sama lain. Penambahan tepung kluwih bertujuan untuk meningkatkan kualitas&#xD;
bakso daging sapi.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung&#xD;
kluwih terhadap kualitas bakso daging sapi. Rancangan yang digunakan pada&#xD;
penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu perlakuan kombinasi&#xD;
tepung tapioka (T) dan tepung kluwih (K) dengan 3 perlakuan yaitu 20% T + 0%&#xD;
K, 10% T + 10% K, dan 0% T + 20% K, masing-masing perlakuan dilakukan&#xD;
ulangan sebanyak 3 kali.Variabel yang diamati adalah uji organoleptik meliputi&#xD;
aroma, kekenyalan, rasa, dan tekstur. Selanjutnya analisa laboratorium tahap&#xD;
tekstur meliputi kekerasan, daya kohesif, dan elastisitas, kadar serat terlarut&#xD;
(soluble dietary fiber), kadar serat tidak terlarut (insoluble dietary fiber), dan total&#xD;
serat, serta mikrostuktur juga dilakukan.&#xD;
Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan kombinasi tepung tapioka 10%&#xD;
dan tepung kluwih 10% dengan kekerasan 21,35 N; daya kohesif 0,615; elastisitas&#xD;
88,30%; kekenyalan 2,08; aroma 2,04; tekstur 1,92; dan rasa 2,15; hasil&#xD;
identifikasi kadar serat terlarut (SDF) 0,71%; kadar serat tidak terlarut (IDF)&#xD;
3,01%, dan total serat 6,09%. Pengujian mikrostruktur dengan menggunakan&#xD;
Scanning Electron Microscope (SEM) dengan perbesaran 500x dan 1500x&#xD;
menghasilkan struktur matriks yang cukup kompak dan tidak banyak rongga yang&#xD;
terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kluwih&#xD;
sebesar 10% adalah hasil bakso yang terpilih baik secara organoleptik maupun&#xD;
dari analisa laboratorium.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Jan 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1212</guid>
      <dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Peningkatan Kualitas Bakso Dengan Subtitusi Tepung Kluwih (Artocarpus Camansi) Terfermentasi</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1211</link>
      <description>Title: Peningkatan Kualitas Bakso Dengan Subtitusi Tepung Kluwih (Artocarpus Camansi) Terfermentasi
Authors: budiarini, oktavia
Abstract: Bakso Merupakan salah satu produk olahan dari daging yang terbuat dari daging&#xD;
yang di haluskan, dicampur dengan tepung, dibentuk bulat-bulat sebesar kelereng atau&#xD;
lebih besar lalu di masak dalam air hingga bakso matang. Produk bakso ini memiliki nilai&#xD;
gizi yang tinggi meskipun bakso ini kekurangan kandungan serat. Oleh karena itu untuk&#xD;
meningkatkan untuk meningkatkan kandungan serat bakso, maka dari itu dilakukan&#xD;
penelitian pada subtitusi tepung kluwih terfermentasi. Kombinasi tepung tapioka dan&#xD;
tepung kluwih terfermentasi yang digunakan dalam konsentrasi berikut: 1. Tepung&#xD;
tapioka 20% + tepung kluwih fermentasi 0% ; 2. Tepung tapioka 10% + tepung kluwih&#xD;
terfermentasi 10% dan 3. Tepung tapioka 0% + tepung kluwih terfermentasi 20% (b/b)&#xD;
masing-masing.&#xD;
Hasil Penelitian ini bahwa sampel bakso yang paling di sukai adalah sampel bakso&#xD;
yang menggunakan tepung tapioka 10% + tepung kluwih terfermentasi 10% yang&#xD;
memiliki karakteristik sebagai berikut : kekerasan 46,700; daya kohesif 0,557; elastisitas&#xD;
80,463; nilai test organoleptik untuk kekenyalan 2,69; aroma 2,27; tekstur 2,35; dan rasa&#xD;
2,04; serat terlarut 0,80%; serat tidak terlarut 3,65%. Sedangkan struktur mikro bakso&#xD;
menggunakan Scanning Elektron Microscope (SEM) dengan perbesaran 500x dan 1500x&#xD;
menunjukkan bahwa terdapat matriks padat dengan ruang kecil diantara formasi struktur&#xD;
pada sampel.&#xD;
Dapat disimpulkan bahwa subtitusi tepung tapioka dengan tepung kluwih&#xD;
terfermentasi sampai dengan 10% (b/b) masih dapat diterima dari sudut pandang&#xD;
organoleptik dan subtitusi ini mempengaruhi kekerasan, daya kohesif sertas elastisitas&#xD;
bakso.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Jan 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1211</guid>
      <dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pemanfaatan Air Dan Daging Kelapa (Cocos Nucifera L.) Untuk Meningkatkan Citarasa Sirup Nira Aren (Arenga Pinnata (Wurmb) Merr.</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1210</link>
      <description>Title: Pemanfaatan Air Dan Daging Kelapa (Cocos Nucifera L.) Untuk Meningkatkan Citarasa Sirup Nira Aren (Arenga Pinnata (Wurmb) Merr.
Authors: wardani, anggi kusuma
Abstract: Nira aren adalah cairan manis dan tidak berwarna yang diperoleh dari hasil&#xD;
penyadapan tangkai bunga jantan tanaman aren (Arenga pinnata). Nira aren dapat&#xD;
dimanfaatkan sebagai salah satu sumber bahan baku dalam pembuatan gula merah&#xD;
cair sebagai pengganti gula tebu. Penambahan air kelapa dan daging kelapa dapat&#xD;
menambah citarasa sirup nira aren.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air kelapa&#xD;
dan daging kelapa terhadap citarasa sirup nira aren. Percobaan dilakukan dengan&#xD;
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor.&#xD;
Faktor I adalah penambahan air kelapa yang terdiri dari 3 level (0%, 10% dan&#xD;
20%) dan Faktor II adalah penambahan daging kelapa yang terdiri dari 2 level&#xD;
(0% dan 1%), masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel&#xD;
pengamatan meliputi total padatan terlarut (oBrix), pH, intensitas warna,&#xD;
viskositas, organoleptik, komponen gula dengan HPLC dan komponen flavor&#xD;
dengan GC-MS.&#xD;
Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan air kelapa 20%&#xD;
tanpa daging kelapa dengan 75oBrix; pH 6,6; viskositas 1,26 (103&#xD;
cPs); tingkat&#xD;
kecerahan (L*) 30,5; tingkat kemerahan (a*) 23,5; tingkat kekuningan (b*) 22,0;&#xD;
tingkat kesukaan panelis terhadap: rasa 4,67; warna 5,27; aroma 4,77 dan&#xD;
kekentalan 5,11. Hasil identifikasi kadar gula menunjukkan bahwa kadar sukrosa,&#xD;
glukosa dan fruktosa berturut-turut 69,84%, 29,45% dan 30,76%, sedangkan&#xD;
senyawa flavor yang teridentifikasi yaitu dari kelompok pirazin (4), furan (3),&#xD;
pirol (1), aldehida (3), alkohol (4), asam karboksilat (1), keton (4), ester (1) dan&#xD;
lain-lain (2).&#xD;
Disimpulkan bahwa penambahan air kelapa segar dapat meningkatkan&#xD;
flavor dan beberapa karakteristik fisikokimia sirup aren meskipun secara&#xD;
organoleptik tidak berpengaruh.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Jan 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1210</guid>
      <dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Enkapsulasi Ekstrak Klorofil Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Pada Berbagai Konsentrasi Pelarut Dengan Menggunakan Karagenan</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1209</link>
      <description>Title: Enkapsulasi Ekstrak Klorofil Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Pada Berbagai Konsentrasi Pelarut Dengan Menggunakan Karagenan
Authors: gomes, eduard
Abstract: Klorofil ialah pigmen hijau yang terdapat pada kloropsida, yang umumnya&#xD;
terdapat pada kloroplas sel-sel mesofil daun. Klorofil merupakan salah satu&#xD;
pigmen yang mudah mengalami degredasi, terdegredasinya klorofil dapat&#xD;
disebabkan oleh suhu, cahaya, ataupun kondisi lingkungan. Untuk&#xD;
mempertahankan kadar klorofil dapat dilakukan proses enkapsulasi.&#xD;
Enkapsulasi ialah pembungkusan substrat atau bahan baku lain sebelum&#xD;
dicampurkan ke dalam sistem pangan. Kombinasi dari pembungkusan bahan baku&#xD;
tersebut itulah yang disebut enkapsulasi. Bahan pangan dienkapsulasi karena&#xD;
untuk melindungi bahan dari bahaya degredasi selama proses pengolahan dan&#xD;
penyimpanan.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi&#xD;
pelarut terhadap kadar klorofil enkapsulasi ekstrak daun sirsak selama&#xD;
penyimpanan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak&#xD;
Lengkap. Proses enkapsulasi dimulai dengan pengeringan yang menggunakan&#xD;
freeze dryer lalu dilanjutkan pengukuran kadar klorofil menggunakan&#xD;
spektrofotometer. Pengukuran kadar klorofil dilakukan setelah ekstraksi dan&#xD;
setelah proses enkapsulasi. Untuk mengukur stabilitas klorofil dilakukan pada&#xD;
penyimpanan minggu pertama, kedua, ketiga, dan keempat serta dihitung half life&#xD;
time untuk mengetahui waktu kerusakannya.&#xD;
Pada proses enkapsulasi terjadi penurunan sebanyak 92,18% dari kadar&#xD;
klorofil awal sebanyak 75.4907 ppm menjadi 5,9018 ppm pada konsentrasi&#xD;
pelarut 50 ml. Konsentrasi pelarut 75 ml penurunan sebanyak 92,63% dari&#xD;
66,0438 ppm menjadi 4,8628 ppm dan konsentrasi pelarut 100 ml menurun&#xD;
sebanyak 91,35% dari 45,7894 ppm menjadi 3,9567 ppm. Perhitungan half life&#xD;
time menunjukkan bahwa kerusakan klorofil 50% terjadi pada hari ke 26 pada&#xD;
konsentrasi pelarut 50 ml. Pada konsentrasi pelarut 75 ml terjadi di hari ke 39 dan&#xD;
pada konsentrasi pelarut 100 ml terjadi pada 75 hari setelah masa simpan awal,</description>
      <pubDate>Fri, 01 Jan 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1209</guid>
      <dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

