<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/394</link>
    <description />
    <pubDate>Fri, 24 Apr 2026 20:24:48 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-24T20:24:48Z</dc:date>
    <item>
      <title>Analisis Keuntungan Pengrajin Tempe (Studi Kasus Pengrajin Tempe Di Jalan Sanan Kota Malang)</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/929</link>
      <description>Title: Analisis Keuntungan Pengrajin Tempe (Studi Kasus Pengrajin Tempe Di Jalan Sanan Kota Malang)
Authors: Moragie, Yoris
Abstract: Tempe merupakan makanan khas Indonesia, bahkan tempe juga dikenal&#xD;
masyarakat internasional. Menurut Hermana (1985), tempemerupakan produk&#xD;
olahan kedelai yang kaya akan protein. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk&#xD;
mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi keuntungan&#xD;
pengrajin tempe di Sanan Kota Malang, 2) untuk mengetahui bagaimana pengaruh&#xD;
faktor-faktor sosial ekonomi tersebut terhadap keuntungan pengrajin tempedi&#xD;
Sanan Kota Malang, 3) Untuk mengetahui apakah dalam pembuatan tempe&#xD;
memberikan keuntungan atau tidak kepada pengrajin tempe di Sanan Kota&#xD;
Malang.&#xD;
Hipotesis dari penelitian ini adalah: 1) Biaya bahan baku dan jumlah&#xD;
produksi diduga berpengaruh terhadap keuntungan pengerajin tempe di Sanan&#xD;
Kota Malang, 2) Diduga faktor-faktor sosial ekonomi (pendidikan,umur, jumlah&#xD;
tanggungan keluarga, jumlah produksi, jumlah tenaga kerja, biaya bahan baku)&#xD;
mempengaruhi keuntungan pengrajin tempe di Sanan Kota Malang. 3) pengrajin&#xD;
tempe di Sanan Kota Malang menguntungkan.&#xD;
Lokasi penelitian dilakukan di Sanan Kota Malang. Karena banyaknya&#xD;
pengrajin tempe di Sanan selain itu lokasi penelitian mudah dijangkau sehingga&#xD;
apa yang diperlukan untuk menganalisis permasalahan dapat diperoleh.&#xD;
Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan metode Simpel&#xD;
Random Sampling. Dengan jumlah populasi sebanyak 112 pengrajian dan jumlah&#xD;
populasi sebanyak 52 pengrajin.&#xD;
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah 1) berdasarkan hasil analisis&#xD;
mneggunakan F-tabel disimpulkan bahwa X1, X2, X3, X4, X5, X6,X7 memiliki&#xD;
pengaruh yang sangat signifikan terhadap variabel dependent. 2) berdasarkan&#xD;
analisis yang dilakukan dengan meng</description>
      <pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/929</guid>
      <dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Permintaan Konsumen Terhadap Jajanan Tradisional Singkong Keju Di Kota Malang</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/928</link>
      <description>Title: Analisis Permintaan Konsumen Terhadap Jajanan Tradisional Singkong Keju Di Kota Malang
Authors: Cahyono, Franciskus Leo Eko
Abstract: Singkong merupakan hasil pertanian yang memiliki banyak kelebihan.&#xD;
Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat/ USDA (United States&#xD;
Departement of Agriculture) singkong mengandung nutrisi, vitamin, mineral,&#xD;
serat, protein, vitamin K, vitamin B, magnesium dan kalium. Keunggulan&#xD;
singkong dapat dijadikan sebagai peluang program diversifikasi pangan karena&#xD;
keunikannya yang hampir mengimbangi kelebihan beras dan jagung sebagai&#xD;
bahan pangan.&#xD;
Tujuan penelitian: (1) Untuk mengetahui kecenderungan permintaan&#xD;
konsumen terhadap jajanan singkong keju. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor&#xD;
sosial ekonomi yang memengaruhi permintaan konsumen terhadap jajanan&#xD;
singkong keju di Kota Malang. (3) Untuk mengetahui sifat jajanan singkong keju&#xD;
di Kota Malang ditinjau dari nilai elastisitasnya.&#xD;
Kimpulan penelitian: (1) Kecenderungan permintaan konsumen terhadap&#xD;
jajanan tradisional singkong keju adalah berdasarkan keterjangkauan harga. (2)&#xD;
Faktor sosial ekonomi yang memengaruhi permintaan konsumen terhadap jajanan&#xD;
singkong keju adalah harga singkong keju (X1), anggaran belanja yang&#xD;
dikhususkan untuk membeli singkong keju (X3) , jumlah anggota rumah tangga&#xD;
(X4), jenis kelamin (X5), umur (X6), pendidikan (X7), jarak antara rumah&#xD;
konsumen dengan lokasi penjualan singkong keju (X8). (3) sifat jajanan&#xD;
tradisional singkong keju di Kota Malang ditinjau dari: a. Elastisitas harga,&#xD;
jajanan tradisional singkong keju bersifat inelastis. b. Elastisitas pendapatan,&#xD;
jajanan tradisional singkong keju merupakan barang normal. c. Elastisitas silang,&#xD;
jajanan tradisional singkong keju bersifat komplementer.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/928</guid>
      <dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Pola Konsumsi Ibu Rumah Tangga Terhadap Jajanan Pasar Tradisional Berbahan Baku Umbi-Umbian (Studi Kasus Di Pasar Kota Malang)</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/927</link>
      <description>Title: Analisis Pola Konsumsi Ibu Rumah Tangga Terhadap Jajanan Pasar Tradisional Berbahan Baku Umbi-Umbian (Studi Kasus Di Pasar Kota Malang)
Authors: Alessandra, Cornelia
Abstract: Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama, karena&#xD;
itu pemenuhannya menjadi hak asasi setiap individu. Pernyataan ini ditetapkan oleh&#xD;
2 (dua) deklarsi tingkat dunia yaitu Deklarasi Roma Tahun 1996 pada KTT Pangan&#xD;
Dunia dan Deklarasi Millenium (MDG’s) tahun 2000 yang juga menargetkan&#xD;
penurunan jumlah penduduk yang kelaparan hingga setengahnya pada tahun 2015.&#xD;
Tanaman umbi-umbian adalah tanaman yang mengandung 20%&#xD;
karbohidrat yang merupakan hasil tanaman sumber karbohidrat di samping padipadian dan jagung. Jenis umbi-umbian ini antara lain ubi kayu, ubi jalar, talas,&#xD;
ganyong, erut, kimpal, dan lain-lain. Di Indonesia yang memegang peranan penting&#xD;
dari umbi-umbian tersebut adalah ketela pohon atau ubi kayu dan ubi jalar (Dahlia,&#xD;
2006).&#xD;
Faktor faktor yang mempengaruhi permintaan jajanan pasar berbahan&#xD;
baku umbi-umbian di Kota Malang terdiri dari beberapa faktor yaitu umur ibu&#xD;
rumah tangga, pendidikan , jumlah anggota rumah tangga, harga jajanan pasar&#xD;
bebahan umbi-umbiaan, harga barang lain, harga gethuk lindri, pendapatan ibu&#xD;
rumah tangga. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Umur memberikan pengaruh&#xD;
terhadap pembelian jajanan pasar sebesar –0,094 (2) Pendidikan ibu rumah tangga&#xD;
0,307 (3) Jumlah anggota rumah tangga 0,628 (4) Harga kue lumpur –0,208 (5)&#xD;
Harga gethuk lindri –0,316 (6) Pendapatan ibu rumah tangga –0,424.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/927</guid>
      <dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

