<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/396</link>
    <description />
    <pubDate>Fri, 24 Apr 2026 20:31:38 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-24T20:31:38Z</dc:date>
    <item>
      <title>Pengaruh Bahan Matriks Semen Pada Desain Bahan Komposit Dengan Bahan Dasar Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Ditinjau Dari Kekuatan Lentur</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1208</link>
      <description>Title: Pengaruh Bahan Matriks Semen Pada Desain Bahan Komposit Dengan Bahan Dasar Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Ditinjau Dari Kekuatan Lentur
Authors: Kapo, Hendrikus A. Gadi
Abstract: Material komposit merupakan kombinasi dua atau lebih material yang&#xD;
berbeda, dengan syarat adanya ikatan permukaan antara kedua material tersebut.&#xD;
Keunggulan komposit antara lain : mudah dibentuk, berkekuatan tinggi, ringan,&#xD;
tetap kokoh tanpa berubah bentuk, memiliki biaya perakitan yang lebih murah,&#xD;
isolasi listrik yang baik, anti karat dan mudah dikombinasikan dengan bahan lain&#xD;
Rumput payung (Cyperus Alternifolius), tanaman yang juga kerap disebut payung&#xD;
lembang atau payung raja ini dikenal dari ciri fisiknya yang khas Kelebihan&#xD;
rumput payung adalah bisa hidup di darat dan di air, sehingga sering disebut juga&#xD;
sebagai tanaman semi basah. Rumput payung tumbuh di pinggir-pinggir got dan&#xD;
pinggir-pinggir sungai. Cyperus memiliki batang yang ulet sehingga diperkirakan&#xD;
perilaku mekanik yang sangat bagus.&#xD;
Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui kekuatan lentur, komposit&#xD;
serat rumput payung (Cyperus Alternifolius), Manfaat penelitian ini adalah dapat&#xD;
menjadi acuan untuk penelitian berikutnya lebih pada pengembangan komposit&#xD;
khususnya yang mengguanakan serat rumput payung. Komposit dibuat dengan&#xD;
bahan rumput payung dengan komposisi, 97.5% serat dan 2,5% matriks, 95%,&#xD;
serat dan 5% matriks, 92.5% serat dan 7,5% matriks, 90% serat dan 10% matriks.&#xD;
jumlah spesimen uji lentur sebanyak 3 buah untuk setiap variasi komposisi,&#xD;
dengan ukuran dan bentuk spesimen berdasarkan ASTM D790.&#xD;
Hasil pengujian diperoleh nilai, beban lentur maksimum rata-rata sebesar&#xD;
99,09 N, terdapat pada komposisi 90% serat dan 10% matriks. Dan untuk&#xD;
perpanjangan tarik didapatkan nilai rata-rata sepanjang 3,53 mm, terdapat pada&#xD;
komposisi 90% serat dan 10% matriks. Faktor-faktor yang mempengaruhi&#xD;
kekuatan komposit ialah daya ikat serat dengan matriks dan pendistribusian serat&#xD;
yang merata.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Jan 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1208</guid>
      <dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Perbandingan Kuat Tarik Belah Beton Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Panjang Serat 1,5 Cm Dan 3 Cm</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1207</link>
      <description>Title: Analisis Perbandingan Kuat Tarik Belah Beton Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Panjang Serat 1,5 Cm Dan 3 Cm
Authors: ddf, willibrordus mario
Abstract: Teknologi beton telah berkembang dari masa ke masa. Dengan berkembangnya&#xD;
teknologi ini membuat manusia mempu membuat bangunan dengan berbagai bentuk dan&#xD;
ukuran. Maka dari itu dituntut kualitas beton yang sangat tinggi untuk memenuhi&#xD;
kebutuhan. Berbagai rekayasa dan penelitian terhadap beton telah dilakukan untuk&#xD;
mencapai tuntutan tersebut. Dari hasil pengujian di lab ternyata beton memiliki kuat tekan&#xD;
yang tinggi. Namun di sisi lain, beton memiliki kelemahan mendasar yakni kuat tarik yang&#xD;
sangat kecil. Atas dasar karakteristik beton yang memiliki nilai tarik yang relatif sangat kecil,&#xD;
maka penelitian ini akan meneliti dan menguji kekuatan beton yang mendapat tambahan&#xD;
campuran serat Rumput Payung. Rumput Payung dipilih karena batang tanaman tersebut&#xD;
jika dikeringkan akan mengeras dan serat-serat pada tanaman itu cukup kuat. Tujuan dari&#xD;
penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kuat tarik belah beton dengan&#xD;
campuran serat yang memiliki panjang berbeda yakni 1,5 cm dan 3 cm dengan komposisi&#xD;
serat sebesar 0,1%, 0,3%, 0,5% terhadap berat beton satu silinder. Beton yang digunakan&#xD;
dalam pengujian kuat tarik belah beton adalah beton yang berumur 28 hari sejak awal&#xD;
pengecoran. Perawatan yang dilakukan terhadap beton adalah perawatan dengan cara&#xD;
perendaman beton di dalam bak air. Benda uji yang digunakan sebanyak 20 buah dengan&#xD;
rincian, 10 buah benda uji untuk panjang serat 1,5 cm (3 benda uji untuk komposisi 0,1%,&#xD;
3 benda uji untuk komposisi 0,3%, dan 4 benda uji untuk komposisi 0,5%). Begitu pula&#xD;
dengan panjang serat 3 cm. Dari hasil pengujian didapatkan kesimpulan bahwa Nilai kuat&#xD;
tarik belah beton komposit dengan serat ukuran 1,5 cm lebih tinggi dibandingkan dengan&#xD;
beton komposit dengan serat ukuran 3 cm yakni, 2,076 MPa untuk ukuran 1,5 cm pada&#xD;
komposisi 0,1%, dan 1,584 MPa untuk ukuran 3 cm pada komposisi 0,1%. Beton komposit&#xD;
dengan penambahan serat rumput payung ukuran 3 cm memiliki nilai slump yang tinggi&#xD;
dari pada penambahan serat rumput payung ukuran 1,5 cm dan mencapai nilai slump&#xD;
rencana pada komposisi serat 0,1%. Mengalami penurunan nilai slump pada beton&#xD;
komposit dengan komposisi serat yang lebih besar.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Jan 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1207</guid>
      <dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Variasi Komposisi Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Terhadap Kuat Tarik Belah Beton Komposit</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1206</link>
      <description>Title: Pengaruh Variasi Komposisi Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Terhadap Kuat Tarik Belah Beton Komposit
Authors: Saputra, I Gede Adi
Abstract: Kuat tarik beton yang kecil ternyata jadi faktor pendorong dalam&#xD;
pengembangan mutu material tersebut. Salah satu alternatif untuk perbaikan&#xD;
kelemahan tersebut adalah dengan menambahkan serat. Untuk penelitian ini&#xD;
digunakan serat alami yaitu Rumput payung (Cyperus alternifolius), kerap juga&#xD;
disebut sebagai tanaman payung lembang atau payung raja dan dikenal dari ciri&#xD;
fisiknya yang khas sama seperti keluarga cyperus lainnya. Cyperus memiliki&#xD;
beberapa kelebihan dan dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pengelolah air&#xD;
limbah. Cyperus memiliki batang yang liat sehingga diperkirakan memiliki perilaku&#xD;
mekanik bagus. Beton normal adalah suatu material yang terdiri dari campuran&#xD;
semen, air, agregat (kasar dan halus)&#xD;
Tujuan penelitian adalah mengetahui kekuatan tarik belah beton komposit&#xD;
serat rumput payung (perilaku). Pengujian kekuatan tarik belah pada beton&#xD;
komposit yang diberi bahan tambahan serat rumput payung dengan variasi&#xD;
komposisi serat 0,1% ; 0,3% ; 0,5% dengan panjang 1,5 cm untuk tarik belah&#xD;
beton. Konsentrasi serat rumput payung adalah 0,1% ; 0,3% ; 0,5% terhadap berat&#xD;
beton normal.&#xD;
Kekuatan tarik belah pada umur 28 hari untuk beton normal sebesar&#xD;
2,301MPa, untuk beton serat 0,1% sebesar 2,076MPa ; 0,3% sebesar 1,658MPa&#xD;
; 0,5% sebesar 1,156MPa.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton normal masih memberikan&#xD;
kekuatan tarik yang paling besar di bandingkan dengan beton serat 0,1% ; 0,3% ;&#xD;
0,5% dengan nilai kuat tarik belah 2,30MPa. Sehingga dapat di katakan bahwa&#xD;
penggunaan bahan tambahan serat rumput payung belum dapat menjadi salah&#xD;
satu alternatif yang baik untuk meningkatkan kekuatan tarik belah beton komposit.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Jan 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1206</guid>
      <dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Variasi Komposisi Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Terhadap Kuat Tekan Beton Komposit</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1204</link>
      <description>Title: Pengaruh Variasi Komposisi Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Terhadap Kuat Tekan Beton Komposit
Authors: Setitit, Frederikus
Abstract: Beton merupakan konstruksi yang sudah tidak asing lagi dalam bidang&#xD;
teknik sipil. Hampir setiap bangunan sipil baik itu gedung, jembatan, maupun&#xD;
bangunan air, menggunakan beton sebagai struktur utama maupun pelengkap.&#xD;
Bahan penyusun beton yang awalnya terdiri dari semen, kerikil, pasir, dan air.&#xD;
Seiring dengan perkembangan zaman di temukan beton komposit, ialah beton di&#xD;
tambahkan dengan serat alam yaitu serat rumput payung (Cyperus Alternifolius),&#xD;
adalah tanaman yang sering disebut payung lembang atau payung raja di kenal&#xD;
dengan ciri fisiknya yang khas. Sama halnya seperti keluarga Cyperus lainnya.&#xD;
Bentuk fisiknya memang menyerupai payung, berbatang lurus dengan daun yang&#xD;
bulat melebar di bagian atasnya. Bagian pinggir daunnya menyerupai kulit&#xD;
bambu yang tajam dan keras.&#xD;
Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh variasi komposisi serat&#xD;
rumput payung (Cyperus Alternifolius) terhadap kuat tekan beton komposit .&#xD;
Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat benda uji silinder beton&#xD;
berdiameter 15cm dengan tinggi 30 cm. Benda uji sebanyak 15 buah dengan&#xD;
lima variasi, yaitu 5 (lima) buah benda uji dengan variasi serat 0%, 3 (tiga) buah&#xD;
benda uji dengan variasi serat 0,1%, 3 (tiga) buah benda uji dengan variasi serat&#xD;
0,3%, dan 4 (empat) buah benda uji dengan variasi serat 0,5%. Panjang serat&#xD;
1,5cm, pengujian tekan menggunakan universal Testing Machine pada beton&#xD;
umur 28 hari sampai benda uji retak.&#xD;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton dengan&#xD;
penambahan serat rumput payung 0% diperoleh 20,2 MPa, 0,1% diperoleh&#xD;
13,55 MPa, 0,3% diperoleh 19, 22 MPa, dan 0,5% sebesar 10,42 MPa. Dari&#xD;
hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa penambahan serat rumput payung ke&#xD;
dalam beton dapat mengurangi kekuatan tekan beton.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Jan 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1204</guid>
      <dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

