<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/979</link>
    <description />
    <pubDate>Sun, 26 Apr 2026 17:09:16 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-26T17:09:16Z</dc:date>
    <item>
      <title>Analisis Debit Banjir Rancangan Menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik Snyder (Studi Kasus Pada Sub Das Lesti)</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1760</link>
      <description>Title: Analisis Debit Banjir Rancangan Menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik Snyder (Studi Kasus Pada Sub Das Lesti)
Authors: Putra, Kevin Nugraha Dwi</description>
      <pubDate>Sat, 01 Jan 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1760</guid>
      <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Desain Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (Ipald) Komunal Di Rt. 04 Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1755</link>
      <description>Title: Analisis Desain Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (Ipald) Komunal Di Rt. 04 Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan
Authors: Kresdianto, Agung
Abstract: IPALD Komunal merupakan sarana untuk masyarakat umum dalam mengolah&#xD;
limbah keluarga. Studi ini melakukan analisis pada IPALD Komunal Eksisting&#xD;
yang terletak Di Desa Murung Kenanga, Kabupaten Banjar yang merupakan suatu&#xD;
Delta di Sungai Martapura. Hasil analisis tersebut kemudian dibandingkan dengan&#xD;
desain IPALD yang didasari oleh teori perencanaan IPALD. Hasil analisis&#xD;
menunjukkan desain IPALD Eksisting untuk Bak Perata, Pengendap dan Anaerobic&#xD;
Filter memenuhi kebutuhan warga, sedangkan Bak Inlet dan Outlet tidak&#xD;
memenuhi. Bak Pengendap dan Anaerobic Filter walaupun memenuhi kebutuhan&#xD;
warga tetapi konstruksinya terlalu besar, melebihi kebutuhan warga. Desain IPALD&#xD;
Eksisting terdiri atas Bak Inlet, Perata, Pengendap, Anaerobic Filter dan Outlet&#xD;
yang berturut – turut mempunyai volume tampung 0,61 cm3; 0,6 cm3; 7,78 cm3;&#xD;
11,87 cm3 dan 0,17 cm3. Desain IPALD Teoritis terdiri atas Bak Inlet, Perata,&#xD;
Pengendap, Anaerobic Filter dan Outlet yang berturut – turut mempunyai volume&#xD;
tampung 0,68 cm3; 0,56 cm3; 0,28 cm3; 0,45 cm3 dan 0,2 cm3</description>
      <pubDate>Sat, 01 Jan 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1755</guid>
      <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Studi Dimensi Tiang Pancang Dan Metode Pelaksanaan Terhadap Kinerja Daya Dukung Pada Tanah Kohesif</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1037</link>
      <description>Title: Studi Dimensi Tiang Pancang Dan Metode Pelaksanaan Terhadap Kinerja Daya Dukung Pada Tanah Kohesif
Authors: Gunawan, Tandya Arif
Abstract: Penelitian ini berfokus pada macam-macam kekuatan setiap dimensi tiang&#xD;
pancang dengan data sondir di lapangan sebagai acuan untuk mendapatkan daya&#xD;
dukung tanah yang baik pada gedung Malang Creative Center, Jawa timur. Jenis&#xD;
pondasi yang digunakan pada gedung ini yaitu Precast dan menggunakan alat&#xD;
Hydraulic Static Pile Driver (HSPD) untuk pemancangan tiang.&#xD;
Membuat suatu perencanaan suatu pondasi sangat dibutuhkan karena pondasi&#xD;
adalah kunci utama kekuatan gedung itu berdiri tegap, dengan begitu perencanaan&#xD;
pondasi berdasarkan data sondir untuk menentukan daya dukung tanah yang cukup&#xD;
baik sehingga didapat kedalaman tiang pancang. Jenis pondasi tiang yang digunakan&#xD;
adalah tiang pancang penampang persegi dengan menggunakan 4 alternatif ukuran&#xD;
yaitu 30x30cm, 35x35cm, 40x40cm, 45x45cm dan proses perhitungan menggunakan&#xD;
metode Mayerhoff untuk menentukan tahanan ujung tiang, tahanan gesek, kapasitas&#xD;
daya dukung maksimal dan daya dukung ijin tiang.&#xD;
Dari hasil analisa disimpulkan bahwa daya dukung tanah yang cukup baik adalah&#xD;
pada kedalaman tanah 12 meter pada dimensi berikut adalah:&#xD;
1. 30 x 30 cm dengan kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal ( Qult) sebesar&#xD;
204 Ton dan beban yang diijinkan (Qijin) sebesar 64,8 Ton.&#xD;
2. 35 x 35 cm dengan kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal ( Qult) sebesar&#xD;
273 Ton dan beban yang diijinkan (Qijin) sebesar 87,267 Ton.&#xD;
3. 40 x 40 cm dengan kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal ( Qult) sebesar&#xD;
352 Ton dan beban yang diijinkan (Qijin) sebesar 113,066 Ton.&#xD;
4. 45 x 45 cm dengan kapasitas daya dukung pondasi tiang tunggal ( Qult) sebesar&#xD;
441 Ton dan beban yang diijinkan (Qijin) sebesar 142,200 Ton.</description>
      <pubDate>Sat, 01 Jan 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1037</guid>
      <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Kuat Tarik Belah Silinder Beton Dengan Perkuatan Eksternal Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Matrix Epoxy</title>
      <link>https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1036</link>
      <description>Title: Analisis Kuat Tarik Belah Silinder Beton Dengan Perkuatan Eksternal Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Matrix Epoxy
Authors: Chrisdianantyo, Julio Wiby
Abstract: Perkuatan struktur sangat dibutuhkan pada beberapa kasus dalam bidang&#xD;
konstruksi. Jika terjadi kerusakan struktur pada kontruksi akan dilakukan dengan&#xD;
cara memperkuat bagian luar/eksternal. Rumput payung (Cyperus Alternifolius)&#xD;
ber matrix epoxy adalah bahan komposit yang akan di gunakan, berasal dari&#xD;
tumbuhan liar yang memiliki serat yang kuat dan tidak mudah putus. Komposit&#xD;
serat rumput payung (Cyperus Alternifolius) yanag akan digunakan terdiri dari&#xD;
dua bagian, serat rumput payung sebagai filler dan matrix menggunakan lem&#xD;
epoxy. Pengalkalisasian rumput payung proses (Cyperus Alternifolius) diperlukan&#xD;
agar getah atau zat yang terdapat didalamnya yang menghambat pengikatan antar&#xD;
serat dan matrix dapat hilang. proses alkalisasi serat dilakukan menggunakan&#xD;
larutan NaOH dengan konsentrasi 5% selama satu jam. Benda uji menggunakan&#xD;
Silinder beton mutu normal (f’c) 25 MPa tanpa perkuatan eksternal dan&#xD;
menggunakan perkuatan, perencanaan mutu beton (mix design) mengacu pada&#xD;
SNI 7656 2012 sebagai syarat pengujian bahan. Dengan variasi rencana ketebalan&#xD;
perkuatan 0 mm, 1 mm, dan 2 mm, maka perkuatan akan dilakukan dengan&#xD;
menggunakan metode wraping dibungkus atau melapisi bagian luar selimut beton.&#xD;
Hasil pengujian kuat tarik belah silinder beton mengacu pada SNI 2491-2014.&#xD;
Hasil dari variasi ketebalan perkuatan eksternal silinder beton yang diperkuat&#xD;
menggunakan komposit serat rumput payung, mengalami peningkatan nilai kuat&#xD;
tarik belah. Setiap variasi A tanpa perkuatan 0 mm, B dengan perkuatan 1 mm, C&#xD;
dengan perkuatan 2 mm yang terdiri dari 5 (lima) benda uji dengan total&#xD;
keseluruhan 15 (lima belas). Rata – rata peningkatan gaya kuat tekan terjadi&#xD;
sebesar 0,07 MPa pada setiap variasi ketebalan benda uji (A) 2,14 MPa, (B) 2,21&#xD;
MPa, dan (C) 2,29 MPa. Peningkatan nilai kuat tekan ini (f’c) diakibatkan oleh&#xD;
variasi ketebalan yang mempengaruhi hasil kuat tarik belah silinder benda uji.&#xD;
Deformasi benda uji mengalami perbedaan akibat diberi perkuatan eksternal&#xD;
dibandingkan tanpa perkuatan.</description>
      <pubDate>Sat, 01 Jan 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">https://repository.ukwk.ac.id/handle/123456789/1036</guid>
      <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

